AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
TERKENANG MASA SULIT


__ADS_3

Selagi mereka berdua sedang asyik ngobrol, tiba tiba kaca jendela samping Andi di ketuk dari luar.


Andi pun langsung menoleh, saat melihat mas mas itu sudah siap dengan dua kantong besar.


Andi segera membuka jendela menerimanya, lalu meletakkan kedua kantong besar itu ke kursi bagian tengah.


Setelah itu Andi baru membayar tagihannya.


Begitu masakan itu masuk kedalam mobil, wangi semerbak masakan langsung memenuhi seisi mobil.


"Wah di,.. wangi benar ya,.. aku jadi lapar lagi,.."


ucap Viona sambil tersenyum.


Andi pun ikut tersenyum dan berkata,


"Ya, bentar sampai rumah sambil nonton kita sambil makan.."


Andi mengendarai mobil nya meninggalkan tempat itu, langsung tancap gas kembali kerumah.


Karena dia juga sedang sangat lapar.


Tak lama kemudian Andi Viona dan Suster Eni mereka bertiga terlihat sudah sedang duduk di lantai beralaskan karpet sambil nonton sambil makan.


Suster Emi makan sendirian sambil ikut nonton, sedangkan Andi dan Viona seperti biasa, mereka tetap saling suap sambil nonton dan tertawa bersama.


Sesekali suster Emi melirik kearah mereka berdua dengan tatapan sedikit iri


Suster Emi sendiri adalah seorang janda tanpa anak, dia di ceraikan oleh suaminya yang milih kawin lagi dengan selingkuhannya..


Melihat kegantengan dan kebaikan Andi terhadap Viona, yang juga mantan janda penyakitan lagi.


Tentu sedikit banyak dia sedikit iri dengan nasib Viona.


Tapi tentu saja dia sadar diri, tidak berani berpikir macam-macam terhadap Andi.


Dia sudah melihat sendiri bagaimana sayang dan keteguhan hati Andi dalam menyayangi Viona.


Dia tahu diri, dia hanya akan mempermalukan diri dan kemungkinan besar akan kehilangan pekerjaan yang gaji dan bonusnya sangat besar.


Tempat tinggal fasilitas semua sangat nyaman, dia tidak akan punya kesempatan yang bisa jauh lebih baik dari ini lagi .


Selesai makan dan habis satu film, dengan sadar diri Suster Eni pun kembali ke kamarnya sendiri.


Di dalam kamar juga ada fasilitas yang sama nonton streaming ataupun WiFi gratis sama dengan ruang tengah, hanya beda ukuran TV saja.


Andi dan Viona tak terlalu memperdulikan kehadiran suster Emi di sana, asalkan dia nyaman dan betah.


Andi tidak mau terlalu banyak menuntut, karena saat ini Andi memang sedang memerlukan tenaga nya, membantunya merawat Viona.


Viona nonton sambil bersandaran dalam pelukan Andi hingga tertidur.


Melihat Viona sudah tidur, Andi pun mematikan TV, lalu menggendong Viona kedalam kamar.


Membaringkan Viona dengan hati hati ke kasur tempat tidur mereka dan menyelimutinya.


Setelah terselimuti dengan rapi Andi baru kembali keruang tamu, membereskan sisa makanan di atas meja di bawa kedapur.


Andi duduk di meja makan dapur dengan santai menikmati sisa makanan itu hingga habis semua.

__ADS_1


Andi akhirnya bersendawa dengan puas, yang ini baru cocok dengan selera nya.


Selesai makan sambil duduk santai di balkon ruang tengah, Andi menelpon James.


"Halo di,.. tumben malam malam gini nelpon ada apa ?"


tanya James begitu telpon Andi tersambung.


"Gakpapa James, hanya ingin minta tolong ke kamu, tolong sampaikan ke Santi dan Sarah, besok pagi mungkin sekitar jam 9 nan.."


"Aku dan Viona rencananya mau main kerumah kalian.."


"Ehh kamu sama siapa ? kamu gak salah sebut..?"


tanya James kaget.


Andi terdiam sejenak dan berkata,


"Panjang ceritanya, besok aku akan ceritakan bila kita bertemu.."


"Yang jelas kamu gak salah dengar, aku besok akan datang ke rumah mu bersama Viona, bukan Violin.."


"Violin ada di Jakarta sudah kembali masuk kerja di RS M seperti biasa.."


ucap Andi memberikan penjelasan singkat.


James mengangguk dan berkata,


"Ya sudah semua terserah kamu, aku hanya mau ingatkan, Violin gadis yang sangat baik jangan kecewakan dia.."


"Jangan sampai kamu melepaskan yang menanti mu selama 7 tahun, ditukar dengan yang kembali bertemu dengan mu hanya hitungan hari saja.."


ucap James sambil menghela nafas panjang.


Andi menengadahkan kepalanya, menahan air matanya yang hampir runtuh.


Setelah berhasil mengendalikan diri Andi baru berkata,


"Terimakasih banyak James atas nasehatnya, aku akan mengingatnya.."


"Ya sudah selamat beristirahat, salam buat Santi ivan dan Sarah.."


"Dragon gak, dia sedang di sebelah ku nih ?"


ucap James sambil tertawa menggoda Andi.


Andi pun tersenyum dan berkata,


"Ya kak dragon Wong juga, smoga langgeng bersama Sarah.."


"Tapi ingatkan dia jangan menyakiti perasaan Sarah, atau aku akan kembali ke arena underground mencarinya.."


ucap Andi setengah bercanda setengah serius.


Dragon Wong hanya tertawa menanggapi pesan Andi.


"Ya sudah sampai ketemu besok bye,.."


ucap Andi kemudian memutuskan sambungan.

__ADS_1


Andi berjalan pelan-pelan kembali ke kamarnya, lalu dia duduk di meja kerjanya mulai sibuk memeriksa semua email yang masuk.


Memeriksa nya satu persatu kemudian membalasnya.


Setelah selesai Andi baru berjalan menuju balkon, menutup pintu lalu mengobrol dengan Beery.


Selesai membahas urusan kerja Andi pun kembali kesamping Viona, ikut berbaring di sebelah nya.


Mencoba memejamkan mata untuk tidur.


Menghilangkan pikiran nya yang ngelantur kemana-mana.


Menjelang pagi Andi pun bangun duluan membersihkan diri, pergi kedapur menyiapkan sarapan buat Viona seperti biasanya


Saat kembali lagi ke dalam kamar, melihat Viona sedang duduk bersandaran di ujung tempat tidur Tersenyum mesra menatap nya.


Andi pun merasa hatinya sangat bahagia melihat kondisi Viona yang semakin segar dan bersemangat.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Minggu depan bila kondisi mu semakin membaik, sehari dua kali aku akan mengajak mu berenang.."


Viona tersenyum dan berkata,


"Boleh saja, gak masalah.. siapa takut.."


"Ayo sarapan dulu,.."


ucap Andi sambil duduk membawa nampan yang dia letakkan di atas sebuah meja kecil yang ada di hadapan Viona.


Meja itu khusus di siapkan Andi untuk Viona, agar lebih praktis saat mau makan tanpa harus meninggalkan kasur.


Andi dengan hati-hati menyuapi Viona.


"Di,.. masakan mu selalu the best."


ucap Viona sambil tersenyum dan mengacungkan jempol nya.


Andi tersenyum dan berkata,


"Kamu tahu gak saat aku dan Berry di Amerika usaha kami sedang terpuruk.."


"Aku bahkan sempat berpikir ingin ganti haluan masak dan jual makanan.."


"Sayang nya kedua kaki ku lumpuh, akhirnya cita cita itu gak bisa terwujud."


ucap Andi sambil mengenang masa sulitnya dulu.


Viona menatap Andi dan berkata,


"Kamu pasti di Amerika sana menelan penderitaan yang tidak sedikit ya ?"


Andi mengangguk dan berkata,


"Kami salah langkah semua uang habis,.. dari apartemen mewah, kantor mewah, akhirnya harus pindah ke kontrakan kecil merangkap kantor."


"Itu saja kami hampir tidak sanggup gaji sekretaris dan melanjutkan bayar kontrakan."


"Untung kami bertemu dengan Bos Wang, baru perlahan lahan kami bisa bangkit hingga seperti saat ini.."

__ADS_1


ucap Andi sambil mengenang masa sulitnya.


__ADS_2