AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERBICARA BERDUA


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju taman safari, Andi bahkan tidak berani melirik kearah Violin, yang duduk di sebelahnya.


Apalagi mengajak Violin ngobrol,


Sepanjang perjalanan hanya terdengar suara Dody dan Rina, yang terus bertanya kepada Andi dengan penasaran.


Andi sebenarnya juga belum pernah ke sana, dia tahu tempat itu juga dapat tahu dari Google.


Sehingga dia juga tidak bisa menjawab, dan memenuhi rasa penasaran kedua anak itu.


Tapi Andi tetap berusaha menjawab, sesuai dengan yang dia tahu, sambil fokus membawa mobilnya menuju ketempat wisata tersebut.


Melihat Andi yang sepanjang perjalanan tidak berteguran dengan Violin.


Kedua orang tua Viona, merasa agak heran.


Tidak biasanya kedua orang itu bersikap seperti itu.


Biasanya mereka berdua sangat akrab, terutama Violin dia selalu bersikap cerewet dan tidak pernah ada habisnya berbicara, bila sedang berada di dekat Andi.


Tapi kini anak itu malah memilih terus melihat keluar jendela dengan bibir cemberut.


Kedua orang tua Viona saling pandang dengan heran, tapi papa Viona memberi kode agar istrinya tidak ikut campur.


Dan menganggu mereka berdua, yang akan membuat suasana semakin runyam.


Mama Viona mengangguk mengerti, mereka berdua pun memutuskan untuk berpura-pura tidak tahu.


Doddy dan Rina berteriak gembira menunjuk papan petunjuk, yang ada gambar lokasi taman wisata safari itu.


"Kak Andi..lihat itu..itu di sana kak.. sebelah kiri kak, .. belok ke kiri kak..!"


teriak Doddy penuh semangat.


Andi mengangguk sambil tersenyum berkata,


"Kak Andi sudah lihat kok..kalian berdua duduk yang tenang ya, kita segera kesana.


Andi membelokkan arah mobilnya ke kiri lalu mengikuti petunjuk arah menyusuri jalan yang terus menanjak dan sedikit berkelok-kelok.


Kanan kiri jalan di penuhi jurang curam dan hutan belantara yang lebat.


Setelah menempuh perjalanan kira kira 15 menit akhirnya mereka tiba di pintu gerbang masuk menuju parkiran lokasi wisata tersebut.


Andi pergi membeli tiket masuk, setelah mendapatkan tiket masuk Andi memimpin rombongan keluarga Viona, untuk masuk ke lokasi wisata taman safari tersebut.


Di sini Doddy dan Rina berfoto-foto dengan macan tutul dan singa yang di sediakan, untuk menemani pengunjung yang ingin berfoto bersama hewan hewan itu.


Violin juga ikut mengambil satu dua foto, meski agak takut takut, tapi dia akhirnya memberanikan diri mengikuti jejak kedua adiknya yang lebih pemberani.


Dari tempat itu mereka melanjutkan perjalanan berkeliling melihat lihat penangkaran hewan, baik yang di kurung maupun yang di biarkan bebas.

__ADS_1


Mereka juga mengunjungi tempat penangkaran panda, di sini Violin Doddy dan Rina kembali berfoto-foto bersama kedua panda jinak itu.


Saat mereka berjalan melewati sekelompok orang hutan.


Tiba-tiba seekor orangutan berjenis kelamin pria, yang tinggi besar menerkam ingin memeluk Violin.


Violin sangat terkejut dan menjerit kaget, untung Andi bereaksi cepat menarik Violin kedalam pelukannya.


Dan memberikan sebuah tendangan kearah perut orang hutan itu, hingga terpental kebelakang.


Orang Hutan itu sempat berteriak marah ingin menyerang Andi, dia tidak memperdulikan panggilan dari pawang penjaganya.


Tapi saat hewan itu bertemu pandang dengan tatapan mata Andi, orang utan itu menjadi ragu.


Sesaat kemudian dia membatalkan niatnya dan bergerak mundur menjauhi Andi.


Sesekali dia masih menatap kearah Andi dengan marah, tapi dia tidak berani maju.


Karena instingnya membisikkan padanya, Andi bisa menjadi ancaman bagi nya bila dia maju menyerang.


"Vi,.. kamu tidak apa-apa,?"


tanya Andi sambil membimbing violin menjauh.


"Makasih kak aku tidak apa-apa.."


ucap Violin malu malu.


Violin di dalam hati sangat gembira dan bahagia, meski Andi terlihat cuek dan tidak perduli dengan nya.


Melihat reaksi violin, Andi buru-buru melepaskan tangannya dan berkata,


"Maaf.."


Lalu Andi pun dengan kepala tertunduk, buru buru berlalu dari sana menjauh dari Violin.


Saat Doddy dan Rina beserta Kedua orang tuanya dan Violin sedang asyik menikmati pertunjukan Cowboy Show.


Andi diam diam keluar dari tempat pertunjukan tersebut, dia ingin mencari udara segar.


Menikmati ketenangan dan keindahan alam menenangkan perasaannya yang sedang kusut.


Sambil berjalan sendiri Andi mengeluarkan patung ukiran kayu, yang selalu menemaninya selama ini mewakili Viona.


Andi sambil berjalan pelan menatap ukiran patung kayu tersebut dan berkata,


"Vi. tahukah kamu aku saat ini sangat merindukan mu ? tahukah kamu, hati ku ingin menjerit 1000 kali hingga 10.000 kali memanggil nama mu..?"


"Untuk mengatakan aku sangat mencintaimu.."


ucap Andi sambil melangkah pelan sambil menatap patung ditangannya.

__ADS_1


Setelah menghela nafas berulang kali, Andi kembali berkata,


"Aku tidak bisa melupakan semua kenangan di antara kita.."


Sambil tersenyum sedih Andi berkata,


"Kamu saat ini pasti sedang berbahagia dengan nya, semoga kamu benar-benar hidup bahagia bersamanya.."


"Semoga mundurnya aku dari sisi mu, bukan suatu kesalahan..aku doa kan kamu bahagia Viona.."


Andi melangkah dan berbicara sendiri, tanpa terasa langkah kakinya membawa dirinya menuju sebuah air terjun yang berair jernih.


Andi mencari sebuah batu duduk tidak jauh dari air terjun tersebut.


Sambil menghela nafas sedih Andi kembali menatap patung di tangan nya dan berkata,


"Vi tahukah kamu, aku sebenarnya berharap kita bisa hidup bersama hingga tua.."


"Kita bisa bersama sama menikmati pemandangan matahari terbit dan tenggelam setiap harinya.. hingga hari tua ."


"Meski keriput di wajah di mana mana, kita akan tetap menikmati kebersamaan kita dengan penuh kebahagiaan.."


"Tapi kelihatannya saat ini, semuanya sudah tinggal mimpi saja, tidak mungkin bisa terwujud lagi.."


"Karena kamu sudah hidup berbahagia bersamanya di sana, sedangkan aku..Huhh ...!"


"Aku juga belum tahu harus bagaimana menjalani hari hari ku kedepannya.."


"Mungkin setelah skripsi ku selesai, aku akan kembali ke kampung halaman ku, melewatkan hari hari sepi ku di sana.."


gumam Andi sambil menatap patung ditangan nya.


Secara tidak sengaja, Andi melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.


Sambil menghela nafas panjang dia berkata,


"Kamu baik baiklah menjadi saksi, bahwa setiap detik setiap waktu aku tidak pernah berhenti memikirkan pemilik pertama mu itu.."


"Kak Andi..!"


Teguran suara lembut itu membuat Andi tersentak kaget.


Seperti baru saja ditarik keluar dari alam mimpinya.


"Ya Lin,.. kenapa kamu kemari ? apa sudah selesai Cowboy Show nya ? Doddy dan Rina di mana .?"


"Pertunjukan masih berlangsung kak, Doddy dan Rina masih disana, aku...aku .. mengkhawatirkan kakak, makanya menyusul kemari.."


ucap Violin sambil menatap punggung Andi


"Lin kebetulan kamu kemari, duduklah di sini, ada yang ingin kakak obrolkan dengan mu.."

__ADS_1


ucap Andi sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya.


Violin mengangguk, kemudian dia mendekat dan mengambil posisi tempat duduk persis di sebelah Andi.


__ADS_2