AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DI BANDARA


__ADS_3

Nicole tidak melakukan kegiatan apapun selain menyetel weker jam 6 pagi.


Setelah itu dia buru buru tidur, agar besok pagi tidak bangun kesiangan, sehingga kehilangan kesempatan untuk bisa bersama Andi, mungkin ini adalah untuk yang terakhir kalinya.


Sedangkan Andi setelah kembali ke gedung kantor yang merangkap tempat tinggal nya.


Andi langsung mandi berganti pakaian, kemudian membereskan semua barang yang akan di bawanya dan merapikan semua barang yang akan dia tinggalkan.


Keesokan paginya, saat Andi baru selesai mandi dan berjalan keluar dari kamar mandi.


Andi menangkap ada suara pergerakan di luar kamarnya, selain itu juga ada wangi masakan yang masuk kedalam kamarnya.


Dengan heran Andi yang masih mengenakan mantel handuk, berjalan keluar dari kamar nya untuk melihat siapa yang sedang sibuk di luar sana.


Andi melihat ruangan tengah kosong, suara pergerakan itu berasal dari dapur.


Andi melihat kearah jam baru menunjukkan jam 7 pagi, apa mungkin Nicole yang datang,? ahh gak mungkin bantah Andi,.kami kan janjiannya jam 8 pagi.


Sedangkan pesawat ku jam 10, buat apa di kemari sepagi ini.?


batin Andi di dalam hati, sambil terus melangkahkan kakinya menuju dapur.


"Pagi kak, ini saya lagi siapin sosis nugget dan kentang goreng.."


"Di meja ada bubur ikan dan cakwe yang aku beli pas menuju kemari.."


"Kakak makanlah dulu, saya menyusul setelah ini selesai.."


ucap Nicole tanpa menoleh dan terlihat sibuk dengan masakan nya.


Andi menatap bayangan punggung Nicole dengan penuh haru.


Sambil tersenyum sedih, Andi mengambil tempat duduk tanpa berkata apa-apa.


Andi mulai makan bubur ikan di hadapannya, sambil tangannya juga mengambil sepotong Cakwe.


Andi makan bubur ikan ditemani Cakwe dengan kepala tertunduk..


Sambil makan sesekali air bening dari sudut matanya, jatuh menetes kedalam buburnya.


Saat mendengar Nicole sedang bergerak menghampirinya, Andi buru-buru menyelesaikan suapan terakhirnya.


Andi mengambil tisu pura-pura mengelap bibir dan wajah, sekalian dia menghapus air bening di matanya.


Sambil memaksakan diri untuk tersenyum Andi menatap kearah Nicole dan berkata,


"Terimakasih ya sarapannya, bubur dan Cakwe nya sangat enak, aku mau ke kamar dulu bersiap siap.."


Nicole mengangguk sambil tersenyum lembut dan terus menatap Andi lekat lekat.


Seolah olah ingin merekam raut wajah Andi untuk di simpan dalam memorinya.


Nicole menatap hingga bayangan putih Andi menghilang dari hadapannya, dia baru menghapus dua titik air bening di sudut matanya yang menggantung.

__ADS_1


Nicole duduk di sana menikmati bubur di hadapannya dengan air mata bercucuran.


Dia tidak sanggup menyelesaikan makan buburnya hingga habis.


Nicole tidak sanggup melanjutkan makannya sampai selesai, sambil menutupi mulutnya dengan tangan.


Nicole membawa sisa bubur ketempat cuci piring, membuang dan mencuci mangkuk dan peralatan makan.


Sambil mencuci Nicole terus terisak Isak, sambil berusaha menahan suara tangis nya, agar jangan sampai keluar dan terdengar oleh Andi.


Andai saja Andi tahu, Andi tentu akan semakin sedih dan menyesal dengan keputusan yang dengan terpaksa harus dia ambil.


Demi membeli bubur itu, Nicole rela mengantri dalam cuaca dingin dan langit masih gelap.


Dari jam 4 pagi, dimana langit masih gelap hingga jam 6 pagi di mana langit mulai terang, dia baru mendapatkan gilirannya.


Setelah itu dia masih harus buru-buru memotong barisan antrian orang, yang sedang ramai mengantri membeli cakwe.


Untuk itu Nicole harus meminta maaf kesemua orang, dengan cara membungkukkan badannya berulang kali kesemua orang, meski ada beberapa orang mengomelinya.


Nicole tidak ambil pusing, yang penting bisa tepat waktu menyiapkan sarapan buat Andi, untuk yang terakhir kalinya.


Andi setelah masuk kedalam kamar, dia segera buru buru berganti dan merapikan semua barang-barang nya.


Setelah beres, Andi baru keluar dari dalam kamarnya, sambil menyeret sebuah tas koper dan sebuah tas ransel di gendong di punggungnya.


Saat Andi keluar dari kamar Nicole juga sudah siap menunggu Andi, ditangannya menenteng sebuah tas kecil, Nicole memberikan ke Andi dan berkata,


"Perjalanan sangat jauh, bawalah..bisa buat ganjal perut saat di dalam pesawat.."


Andi menerimanya dan berkata,


"Selain kata terimakasih dan terimakasih berulang kali, aku sudah tidak tahu mau bilang apa lagi ke kamu.."


Nicole tersenyum lebar dan berusaha terlihat ceria di depan Andi, dia berkata dengan manja,


"Kamu boleh memilih berkata Saranghamnida, I love u, Je t' aime, Wo Hen ai ni atau apapun terserah aku gak masalah."


Andi tersenyum dan berkata,


"Kalau begitu, aku bilang,.. ayo kita berangkat sekarang.."


Nicole sambil mencemberutkan bibirnya menahan senyum, berkata,


"Dasar payah,.. tapi aku tetap suka."


"Baiklah kita berangkat,.."


ucap Nicole sambil maju merangkul lengan Andi.


Andi tidak menolaknya, Andi malah menghirup nafas dalam-dalam, agar bisa mencium wangi rambut Nicole sepuasnya.


Sebagai salah satu kenang kenangan indah selama berada di Nan Jing.

__ADS_1


Saat tiba di bandara, Nicole terus ikut menemani hingga pintu pemeriksaan tiket.


Andi sempat mengira Nicole cuma mengantar sampai di sana, tapi Nicole dengan santai mengikutinya masuk kedalam, melewati pintu pemeriksaan.


"Loh kok bisa, kamu kan gakda tiketnya ?"


tanya Andi heran.


Sambil tetap menggandeng tangan Andi, Nicole sambil tersenyum nakal, menunjukkan sebuah kartu keanggotaan petugas bandara, dia berkata,


"Dengan ini.."


"Kamu dapat darimana kartu itu ?"


tanya Andi heran.


"Papa punya saham di bandara ini, selain itu kami juga punya beberapa outlet yang menjual makanan dan oleh oleh khas Nanjing.."


"Jadi untuk kemudahan, aku papa mama masing masing di berikan kartu ini oleh pihak bandara."


ucap Nicole sambil tersenyum.


Andi pun ikut tersenyum dan berkata,


"Kebetulan dah kalau gitu,.aku jadi gak terlalu sepi menunggu sendirian di bandara.."


"Kamu tunggu bentar, aku mau cek in ke counter di depan sana dulu.."


ucap Andi sambil menunjuk kearah barisan Antri di depan..


Nicole mengangguk dan berkata,


"Pergilah, aku tunggu di sebelah sana ."


Nicole menunjuk ke sebuah kedai kopi kecil yang letaknya tidak terlalu jauh dari sana.


Andi mengangguk dan berkata,


"Ok nanti aku kesana.."


Setelah itu Andi dan Nicole pun berpisah jalan.


Tidak lama kemudian, Andi setelah cek in tanpa masalah, dia pun berjalan menghampiri Nicole yang sedang duduk santai minum kopi sambil menyilangkan sepasang pahanya yang panjang.


Melihat kedatangan Andi sambil tersenyum Nicole pun berdiri dari duduknya, merapikan rok panjangnya.


Lalu maju menggandeng tangan Andi dan berkata,


"Ayo kita langsung keruang tunggu,.."


"Sudah bayar belum kopi mu..?"


tanya Andi.

__ADS_1


Nicole sambil tertawa kecil berkata ,


"Bayar apa ?, justru mereka malah yang nitip setoran ke aku.."


__ADS_2