AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DI DATANGI OLEH JOHN DAN SENO


__ADS_3

Bos Wang tersenyum dan berkata,


"Seperti yang kamu lihat, mati sih belum, cuma kalau mau sehat agak sulit.."


"Kecuali kamu terima tawaran ku kemarin, temani Nicole urus perusahaan ku di pusat.."


"Dengan begitu hati ku akan menjadi lebih tenang, mungkin aku masih bisa menggendong cucu untuk beberapa tahun.."


"Papa,.. papa ini bicara apa sih,.salah makan obat ya..!?"


tegur Nicole dengan wajah merah, tapi wajahnya menunjukkan dia menyukai candaan papanya.


Hanya saja dia merasa malu untuk mengakuinya.


Andi terdiam dengan kepala tertunduk cukup lama, akhirnya dia berkata,


"Maafkan Andi Bos Wang,.. Andi terpaksa mengecewakan harapan anda untuk satu hal ini.."


"Tapi Andi berjanji pada Bos Wang, bila suatu hari pusat dalam masalah, Andi pasti akan selalu siap dampingi Nicole, untuk mengurusnya dengan baik hingga tuntas.."


Bos Wang menghela nafas panjang dan berkata,


"Ma lihat, papa sudah usaha, tapi memang kita belum ada keberuntungan mendapatkan mantu seperti ini."


"Apa boleh buat, kita terpaksa menunggu lagi..'


ucap Bos Wang sambil menoleh kearah istrinya.


"Sudahlah kamu jangan berpikir terlalu banyak dan berbicara terlalu banyak jaga kondisi mu.."


"Cepatlah pulih kembali.."


ucap Mama Nicole sambil membelai bahu suaminya dengan lembut.


Bos Wang mengangguk, lalu menoleh kearah Andi dan berkata,


"Nak Andi kalau ada waktu temani Nicole rapat di pusat.."


"Jangan terus berkutat dengan berkas di kantor mu, yang gak da habisnya, serahkan saja ke orang lain.."


"Sudah saatnya kamu fokus naik ke jenjang lebih tinggi .."


Andi mengangguk sambil tersenyum berkata,


"Siap Bos ..Andi akan mengingatnya.."


Andi di dalam hati mengerti keinginan Bos Wang, Bos Wang khawatir setelah dia absen para pemegang saham akan kembali bekerja sama dengan Wang Xing menekan putrinya.


Makanya meminta dia main ke pusat menemani Nicole, tapi Andi juga paham dengan jelas posisinya.


Dia yang tidak ada power, hadir di sana pun akan percuma, karena dia bukan bagian dari keluarga Wang.


Tidak akan punya wewenang untuk bersuara di sana.


Kecuali dia memegang saham Group Wang, kemungkinan dia baru bisa membantu Nicole bila alami kesulitan.


Memikirkan hal ini, Andi sudah punya rencana sendiri, agar kelak bisa membalas Budi besar Bos Wang.


Andi menemani hingga Bos Wang di pindahkan keruang rawat inap biasa.

__ADS_1


Dia baru pamit untuk kembali ke kantornya.


"Kak Andi biar aku antar ya ?'


tawar Nicole.


"Tidak Nicole lebih baik kamu di sini saja, aku bisa pulang sendiri naik taksi.."


"Tapi kak,.."


ucap Nicole ingin membantah.


Tapi sebelum Nicole sempat membantah Andi pun berkata,


"Nicole dengarkan kakak ya, menurutlah jangan membantah."


"Percaya pada kakak, ok,..?"


Nicole mengangguk pelan, lalu dia memegang tangan Andi dan berkata,


"Kakak hati hati di jalan, terimakasih banyak ya kak..'


Andi mengangguk lalu melangkah meninggalkan ruang rawat inap Bos Wang.


Saat keluar dari dalam ruangan, banyak orang yang berdiri di luar ruangan menatap dirinya dengan tatapan iri.


Tapi Andi tidak terlalu memperdulikan mereka, Andi berjalan cepat meninggalkan rumah sakit.


Lalu dia menggunakan taksi, buru buru kembali ke kantornya untuk mengurus pekerjaan nya yang tertunda dan semakin menumpuk.


Tidak terasa sebulan sudah berlalu,


Kini Bos Wang sudah mulai bisa kembali beraktifitas secara normal, Nicole sendiri juga mulai sibuk dengan urusan di pusat, jarang ada waktu untuk mengunjungi Andi.


Sedangkan Andi selain memang tidak memiliki waktu,.dia sendiri juga tidak mau terlibat terlalu jauh dengan urusan pusat.


Dia lebih suka fokus dengan perluasan bisnis nya dengan pembangunan pabrik kedua yang sudah mulai berjalan.


Pagi itu selagi Andi sedang sibuk meneliti berkas laporan hasil pemesanan mesin mesin, untuk di gunakan nanti di pabrik kedua.


Tiba-tiba telpon di mejanya berbunyi, Andi segera mengangkatnya dan berkata,


"Ya hallo kenapa Vera..?"


"Ini Bos bagian keuangan kita pak John dan Bagian keuangan pusat Pak Seno, ingin bertemu langsung dengan bapak, karena ada urusan penting.."


ucap Vera Wang merupakan sekretaris Andi.


"Ya sudah antarkan saja mereka kemari..'


ucap Andi tenang.


Setelah itu Andi pun menutup telpon, dan kembali fokus melihat laporan di hadapannya.


Tak lama kemudian pintu ruangan Andi di ketuk dari luar.


"Tok,..Tok,..Tok,.."


"Masuk,...!!

__ADS_1


jawab Andi dari dalam.


Pintu terbuka, sekretaris Andi masuk duluan, di belakangnya mengikuti dua orang pria bertubuh gemuk pendek dengan perut mancung kedepan.


"Pak Andi ,.. pak John dan Pak Seno telah datang.."


ucap Vera sambil memberi hormat dengan sopan..


Andi mengangguk, lalu menoleh kearah kedua orang divisi keuangan itu dan berkata.


"Silahkan duduk pak John Pak Seno.."


"Maaf ya, agak berantakan.."


ucap Andi sambil merapikan berkas berkas di hadapannya.


Kedua orang itu tidak berkata apa-apa, hanya mengangguk kecil sambil tersenyum ramah.


Selesai merapikan berkasnya, Andi menatap kearah kedua orang itu dan berkata,


"Ya pak John dan pak Seno, ada yang bisa Andi bantu .?"


"Begini pak Andi situasi saat ini sedang mendesak jadi saya tidak akan berputar putar lagi.."


ucap Pak Seno sebagai manajer keuangan pusat sambil menatap Andi dengan serius.


Sesaat kemudian dia kembali melanjutkan berkata,


"Begini Pak Andi , besok bagian perpajakan negara rencanannya akan melakukan Audit keuangan pusat dan seluruh anak cabang Group Wang secara serentak.."


"Tapi permasalahannya adalah, seluruh group Wang, dan anak perusahaannya.."


"Hanya Andi otomotif company yang melakukan pelaporan secara jujur ke kantor pajak negara..'


"Sedangkan kantor pusat group dan anak perusahaan melakukan pelaporan yang sedikit di manipulatif.."


Andi menatap dan mendengarkan dengan serius ucapan Pak Seno.


Saat pak Seno mengambil jeda untuk sedikit bernafas.


Andi pun berkata,


"Lalu apa permasalahannya dengan kita ?'


"Permasalahan menjadi besar, di mana laporan keuangan perusahaan baru ini, lebih besar laba dan pajak yang di bayar, ketimbang pajak dan laba total group dan anak cabang lain, yang jauh lebih kecil dari tempat ini.."


"Bila hal ini sampai di ketahui oleh pemerintah dan di lakukan audit dan investigasi secara menyeluruh dan mendalam.."


"Apabila sampai ketahuan, seluruh usaha group dan anak cabang bisa terancam di tutup termasuk di sini pun bisa terkena dampak pembekuan usaha dan ijin..."


"Bila hal itu terjadi, seluruh perusahaan kita bisa terancam bangkrut.."


ucap Pak Seno serius.


Andi mengerutkan keningnya, dia tidak pernah menyangka akan ada hal seperti ini.


Sesaat dia pun sedikit bingung, karena dia sendiri terhadap aturan perpajakan negara ini sedikit awam hanya tahu garis besar nya saja.


Andi menatap kearah Pak John dan berkata,

__ADS_1


"Pak John menurut mu apa yang harus kita lakukan..?"


__ADS_2