AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PERUBAHAN ARAH KEHIDUPAN JAMES


__ADS_3

James tersenyum melihat aksi Santi yang menurutnya sangat imut dan menggemaskan.


Melihat Santi yang tidur pulas sedikit miring dengan bagian punggung terbuka, selimut hanya menutup sampai pinggulnya saja.


James merasa libidonya kembali terpancing, James buru-buru menampar kepala nya sendiri.


Lalu buru-buru berjalan meninggalkan kamar menuju kamar mandi yang terletak di bagian belakang rumah dekat dapur.


James masuk kedalam kamar mandi dan terus mengguyur kepala nya dengan air dingin, untuk menurunkan libidonya yang bergerak liar.


James sedikit heran, dengan dirinya sendiri.


Mengapa terhadap Santi dia selalu sulit menahan diri dan sangat mudah terpancing.


Padahal selama ini dia tidak pernah terpancing sedikit pun oleh wanita lain yang tidak kalah cantik dan Sexy ketimbang Santi.


Terutama wilayah Amerika latin Jerman Rusia dan timur tengah, wanita wanita di sana sangatlah terkenal kecantikannya di dunia.


Tapi James sedikit pun tidak pernah tergoda, malah wanita menjadi pantangan terbesar baginya.


Karena menurut gurunya, dia sebaiknya menjauhi wanita, wanita bisa melemahkan dirinya dan bisa membuat dirinya kehilangan segalanya termasuk nyawa.


Tapi terhadap Santi meski dia sangat menyadari hal itu, tapi dia tidak kuasa menghindarinya, semakin dia ingin menghindar, dia justru akan tertarik semakin dalam kedalam pusaran tersebut.


Kini setelah hubungan mereka sejauh ini, James sudah tidak ingin menghindar lagi.


Dia kini bahkan tidak akan menyesal harus kehilangan kekuasaan kekayaan kejayaan kehormatan, bahkan nyawa sekalipun.


Asalkan bisa di tukar dengan kebersamaan seperti saat ini, setiap detik setiap menit setiap waktu dia akan menghargainya dengan sebaik-baiknya.


Karena dia menyadari betul, dia yang memiliki masa lalu kelam yang selalu hidup dalam dunia kekerasan.


Musuhnya sangat banyak di berbagai penjuru dunia, mungkin usia nya tidak akan panjang, bila musuh menemukan rahasia kelemahannya.


Tapi dia tidak akan pernah menyesalinya sama sekali, asalkan bisa menikmatinya meskipun singkat dia tetap tidak akan pernah menyesal.


James terus mengguyur dirinya dengan air dingin, akhirnya dia berhasil menenangkan diri.


Karena semua pakaiannya masih basah, tanpa punya pilihan lain.


James terpaksa mengenakan semuanya kembali.


James mengerahkan tenaga dalamnya untuk membantu mengeringkan pakaian dan tubuhnya yang basah.


James kemudian melanjutkan kegiatan nya dengan membongkar tas Santi dan membantu menyusun satu persatu perlengkapan milik Santi.


Setelah selesai James pun menyiapkan sarapan seadanya yang dia bisa dengan bahan seadanya milik Santi.


Setelah itu dia membawanya ke kamar Santi, saat James duduk di sisi kasur Santi.


Santi pun mulai membuka matanya perlahan lahan, kemudian merenggangkan tubuhnya untuk menghilangkan pegal-pegal dan kekakuan otot-otot di tubuhnya.


Setelah itu dia baru menarik selimut menutupi tubuhnya, kemudian bangun duduk dan membereskan rambutnya yang agak sedikit berantakan.

__ADS_1


James sampai terpesona melihat semua gerak gerik yang di tunjukkan oleh Santi di hadapannya.


Santi yang melihat hal itu menahan tawa sambil menutupi mulutnya sendiri.


"Kamu kenapa sayang, kok sampai melongo seperti itu ?"


tanya Santi sambil tersenyum lembut.


James tersenyum Canggung dan berkata,


"Kamu sangat luar biasa sayang, kamu cantik sekali.."


Santi kembali tertawa dan berkata,


"Dasar gombal..tapi aku suka..makasih ya sayang, sudah repot-repot bikin sarapan dan membawanya kemari untuk ku.."


James tersenyum dan berkata,


"Tidak masalah kalau kamu suka, setiap hari aku akan menyiapkannya untuk mu."


Santi tiba-tiba melihat kearah jari tangan nya, sambil tersenyum bahagia, dia langsung maju memeluk James dengan erat dan berbisik.


"Makasih ya suami ku, cincinnya indah sekali aku sangat menyukainya.."


James terbelalak tak percaya, mendengar bisikan Santi.


Dia dengan suara tak percaya berkata,


"San kamu panggil apa aku barusan..?"


"Sua...Mi...ku...! puas...!"


"Ha...ha...ha.ha...!"


James tertawa gembira dan memeluk Santi dengan erat..


"Sayang kamu sudah bersedia menjadi istri ku ?"


ucap James kurang percaya.


Santi sambil tertawa berkata,


"Kalau aku tidak menerima mu menjadi suamiku, apa mungkin aku membiarkan mu, menggerayangi ku hingga dua ronde ?"


Sikap ceria dan ceplas-ceplos Santi mulai kembali muncul, setelah secercah kebahagiaan kembali muncul menyelimuti hidupnya.


"San kapan kita kembali kerumah ku dan menemui kedua orang tua ku..?"


tanya James penuh antusias.


"Aku juga sangat ingin pergi mengunjungi kedua orang tua mu, kapan kita bisa kesana ?"


tanya James tidak sabar.

__ADS_1


Tapi Santi mendadak melepaskan pelukannya dari James lalu dia mendorong tubuh James menjauhinya.


Dengan kepala tertunduk sedih dia berkata,


"James aku tentu sangat ingin menemui kedua orang tua mu, dan membawa mu menemui keluarga ku, kemudian pindah tinggal di rumah mu."


"Tapi anak ini,..."


ucap Santi sambil memukul perutnya sendiri dengan keras dan mulai kembali menangis sambil menutupi mukanya dengan kedua tangan.


James buru-buru memeluk Santi dan berkata,


"Maafkan aku sayang, aku terlalu gembira sehingga terburu-buru."


"Kamu jangan menangis lagi, aku berjanji tidak akan memaksa mu menemui kedua orang tua ku."


"Juga tidak akan memaksa mu pindah ke rumah ku, dan meminta mu membawaku menemui keluarga mu.."


"Tapi sebagai suami mu, setidaknya kamu harus membiarkan ku tinggal di sini bersama mu."


"Agar aku bisa menjaga dan merawat mu layaknya seorang suami..boleh kan.?"


"Biar kita mengurus ke catatan sipil dulu, mengesahkan perkawinan kita bagaimana..?"


tanya James lembut.


Santi menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Terserah padamu sayang, maafkan aku yang membuat mu berada di posisi seperti ini.."


James tersenyum dan membelai punggung Santi dengan penuh kasih sayang.


"Tidak sayang, kamu tidak perlu minta maaf."


"Kamu tidak bersalah, aku berjanji mulai detik ini tidak akan pernah mengungkit ketiga hal itu lagi.."


"Sebelum kamu sendiri sudah siap dan ingin membicarakan hal itu dengan ku, aku tidak akan pernah membahas hal itu lagi dengan mu."


Santi kembali merangkul James dengan erat dan berkata,


"Terimakasih banyak sayang, atas pengertian mu, kamu benar-benar adalah bintang yang menyinari hidupku yang kelam.."


"Terimakasih..."


ucap Santi dengan penuh haru.


"Kita sekarang adalah suami istri, tidak perlu lagi ada kata terima kasih, ini sudah menjadi tugas kewajiban dan tanggung jawab ku untuk selalu membuat mu bahagia."


"Kamu masih ingatkan dengan janji ku direstoran kemarin, ? aku akan membuat mu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.."


"Sayang bila kamu nyaman dan betah tinggal di sini, aku akan ikut pindah kesini menemani mu."


"Tapi bila kamu tidak betah, aku akan membawa mu, memilih apartemen ku mana pun yang kamu suka, kita bisa tinggal di sana.."ucap James sambil mengelus-elus punggung istrinya dengan lembut.

__ADS_1


"Gak usah sayang, aku cukup nyaman di sini.."


__ADS_2