
Walau malas dan masih ngantuk, terpaksa Violin harus bangun.
Karena tanggung jawab Doddy dan Rina kedua adiknya ada di pundaknya, dia harus mewakili mamanya mengurus kedua adiknya itu.
Karena mamanya sendiri pagi pagi jam 6 sudah harus berangkat pergi kerja ke rumah majikannya.
Violin harus mengurus membangunkan memandikan, hingga memasak sarapan dan mengantar kedua adiknya pergi ke sekolah.
Tapi saat pulang sekolah Doddy dan Rina akan di jemput oleh mamanya.
Karena Doddy dan Rina pulang sekolah jam 10, sedangkan Violin pulang sekolah jam 2 siang.
Jadi mereka tidak mungkin menunggu Violin datang jemput, sekolah mereka akan keburu tutup.
Bila menunggunya kedua adiknya bakalan terlantar, untuk alasan itulah kedua adiknya pulang sekolah tetap harus di jemput sama ibunya yang ijin dengan majikannya.
Pagi itu seperti biasanya, Violin tidak sempat sarapan sudah pergi kesekolah.
Saat tiba di sekolah dia hendak memarkirkan motornya, wajah Violin langsung menjadi merah menahan malu.
Saat melihat siapa pria yang sedang duduk santai di atas motor menunggunya sambil tersenyum.
Pria ini lah yang semalam membuat nya susah tidur, hingga dia jadi kurang tidur dan masih sedikit ngantuk sampai saat ini.
Sambil menundukkan kepalanya dengan malu-malu, Violin dengan kepala tertunduk dan mengigit bibir bawahnya mengumpulkan keberanian berjalan mendekati Andi.
Dan berkata,
"Kak Andi mengapa pagi pagi ada disini ? kak Andi ada perlu apa ?"
Melihat sikap aneh yang di tunjukkan oleh Violin Andi mengerutkan kening nya dan berkata,
"Kamu kenapa kurang sehat atau kurang tidur ?"
"Bila kurang enak badan jangan maksa kesekolah, biar kak Andi bantu minta ijin ke wali kelas mu saja.."
ucap Andi cemas sambil mengulurkan tangannya, lalu di tempelkan di dahi Violin yang halus.
Mencoba memeriksa apakah Violin sedang demam.
Tapi saat dia menyentuh dahi Violin Andi sangat terkejut, dahi Violin begitu panas wajahnya juga begitu merah.
Sehingga Andi buru-buru berkata,
"Wah tidak bisa Lin, kamu demam tinggi gak boleh sekolah, aku harus menemui wali kelas mu.."
__ADS_1
Melihat Andi ingin melangkah ke dalam sekolah nya, Violin buru-buru menahan lengan baju Andi .
Dia ingin menahan tangan Andi, tapi dia kembali teringat chat mesra Andi.
Dia menjadi sangat malu dan salah tingkah, sehingga membatalkan niatnya.
Merubahnya menjadi memegang ujung lengan baju Andi, sambil berkata.
"Kak Andi tunggu jangan....aku tidak apa-apa tenang saja..."
"Aku baik-baik saja... sebaiknya kak Andi pergi kerja saja..nanti terlambat.."
"Tapi kamu..."
ucap Andi baru ditengah jalan, dia terpaksa berhenti bicara saat melihat Violin,.
Sedang melototinya dengan galak dan berkata,
"Kak Andi cukup...atau aku benar-benar marah..!"
Violin terlihat membantingkan kakinya dengan kesal, bibirnya cemberut wajahnya semakin merah, sepasang matanya bersinar galak menatap Andi dengan kesal.
Di dalam hati Violin memaki maki Andi, bila bukan Andi dia mana mungkin pagi pagi sudah jadi seperti ini.
Kini Andi malah ingin menambah masalah baru, dengan menemui wali kelas nya, bila itu terjadi dan di ketahui oleh teman-teman sekelasnya, mau ditaruh di mana mukanya besok besok bila masuk sekolah.
ucap Andi buru-buru mundur kembali ke motor nya, saat dia melihat wajah Violin seperti mau menangis.
Andi buru-buru mengambil sarapan yang di gantung di motor nya, kemudian dia berikan pada Violin dan berkata,
"Ini kakak belikan sarapan untuk mu, hari masih pagi..masih sempat sarapan..nah masuklah..kakak pergi dulu...bye.."
ucap Andi terburu buru .
Lalu dia langsung melarikan motornya meninggalkan Violin, yang masih termenung menatap bungkusan sarapan di tangannya.
"Maafkan Violin kak, Violin benar benar tidak bermaksud seperti tadi... Violin terpaksa kak.. maafkan Violin kak.."
gumam Violin sambil berjalan dengan kepala tertunduk.
Saat tiba di kelas melihat kelas masih sepi, violin berjalan menghampiri tempat duduknya.
Lalu dia menyimpan tasnya. dan membuka bungkusan sarapan yang ada di hadapannya.
Melihat isi sarapan yang di belikan oleh Andi adalah Mie Celor, makanan khas kota P, yang sudah sangat lama tidak pernah dia rasakan.
__ADS_1
Lagi lagi Violin terharu sampai hampir menitikkan air matanya.
"Kak Andi mengapa kamu begitu baik dan perhatian dengan ku, benarkah kamu kini sudah melupakan kak Viona dan mulai menyukai ku..? apa itu mungkin..?"
"Kak Andi ku mohon jangan terus seperti ini, mempermainkan perasaan ku, aku benar-benar takut suatu hari nanti aku benar-benar akan menghianati kak Viona.."
"Jangan kak..jangan kak..ini tidak boleh terjadi.."
gumam Violin pelan sambil menikmati sarapan di hadapannya.
Tapi karena lezatnya sarapan itu, pelan pelan perasaan galau Violin sedikit terobati, dia mulai bisa melupakannya.
Fokus menikmati sarapan pagi yang sangat lezat dan pas waktunya, karena dia memang sedang lapar.
Selagi Violin sedang sibuk menikmati sarapan, Andi sudah berlalu dari sekolah Violin.
Sepanjang jalan Andi sedikit heran dan bingung dengan sikap Violin yang semakin lama menurutnya semakin aneh.
Seperti menyimpan rahasia besar apa darinya, tapi Andi tidak berhasil menebaknya.
"Ohh mungkin dia sedang halangan kali, sehingga hormonnya meningkat dan berpola aneh aneh.."
"Benar pasti itu.. tidak akan salah lagi.."
tebak Andi sambil tersenyum puas, akhirnya dia menemukan jawaban atas sikap aneh adik Viona ini.
Viona sedang tidak ada di sini, aku harus mewakilinya menjaga keluarga nya dengan baik.
Dengan demikian tidaklah sia sia aku berangkat kuliah kemari, selain itu dengan cara ini mungkin pelan pelan bisa mengubah pandangan kedua orang tua Viona terhadap aku.
Sehingga kelak bila kami bersama, hubungan kami akan mendapatkan restu dan tidak akan terjadi penolakan dari keluarga Viona terhadap kehadiran ku mendampingi Viona
"Vi... kamu di mana apa kabar mu..? mengapa kamu sekarang semakin jarang mengirimkan chat pada ku ? semoga kamu baik baik saja.."
batin Andi sambil terus mengendarai motor nya menuju Sasana TAH.
Setiba di Sasana TAH, Andi langsung memarkirkan motornya, lalu buru-buru menuju lantai dua mengerjakan tugas nya.
Setelah tugasnya selesai, Andi baru mulai berlatih di sasana untuk melemaskan otot-otot tubuhnya yang kaku.
Dan meningkatkan kelincahan dan kekuatan pukulan nya, dengan latihan yang pernah di ajarkan oleh kakeknya.
Ini adalah kesempatan Andi untuk berlatih sepuasnya, karena pagi pagi gini, Sasana selalu sepi.
Paling paling hanya ada ko Ahong dan Maria di lantai dua yang sedang olahraga pagi.
__ADS_1
Setelah kejadian kemaren Andi memang memilih tidak pergi bersihkan kamar mandi lantai dua pagi-pagi.