
Nicole memilih duduk sambil berbaring santai di tepi kolam, menemani Andi, yang sedang berenang mondar mandir dengan gaya dada.
Saat menyadari Nicole sudah siap dan sedang menunggunya, Andi pun keluar dari kolam dan berkata,
"Udah lama nunggunya ? bentar ya, aku mandi dulu.."
"Santai aja kak,. gak masalah."
ucap Nicole sambil asyik dengan games yang sedang dia mainkan.
Selesai mandi dan berganti, Andi pun mendatangi Nicole yang terlihat asyik bermain game, sambil menunggu nya di kursi tepi kolam.
Andi memilih duduk santai di hadapan Nicole, membiarkan Nicole menyelesaikan putaran gamenya yang sedang seru.
Saat naik level, Nicole baru menyadari Andi sudah menunggunya di sana.
Sambil tersenyum malu Nicole berkata,
"Sory kak,..udah lama ya nunggu..?"
Andi sambil tersenyum mengangguk dan berkata,
"Lumayan lah,.. ayo kita pulang.."
Nicole mengangguk cepat, lalu buru buru membereskan barangnya, mengikuti Andi kembali ke apartemen mereka.
Untuk makan malam, Andi dan Nicole makan Huo Kuo sambil nonton TV di apartemen Andi.
Huo Kuo nya, menggunakan bahan bahan yang Andi beli di supermarket, saat belanja siang tadi.
Selain itu, juga ada sate yang dibakar di atas kompor kecil, menggunakan piring khusus untuk memanggang sate.
Mereka berdua makan minum ngobrol sambil nonton TV bersama dengan gembira.
Andi dan Nicole terpaksa bersembunyi di apartemen itu selama 4 hari 3 malam.
Baru pada hari ke 4 sore, saat situasi sudah benar-benar mereda, mereka berdua baru berani keluar dan meninggalkan apartemen tersebut.
Tapi baik Andi maupun Nicole,. mereka cukup senang dan nyaman, menikmati kehidupan santai selama 4 hari itu.
Andi mengantar Nicole pulang lebih dulu, baru dia kembali ke kantornya.
Setelah tiba di kantor, Andi pun kembali membereskan semua kerjaannya yang menumpuk.
Andi menghabiskan waktu seminggu untuk bisa membereskan semua pekerjaan nya.
Untuk semua laporan baru, Andi sengaja mendelegasikan ke Kevin dan Marcus dua orang asisten direktur yang baru dia tunjuk.
Andi sudah mempersiapkan kedua orang ini untuk menggantikan dirinya, saat dia pensiun nanti.
Setelah semua pekerjaannya beres, sambil duduk santai Andi mengeluarkan HP nya.
Lalu dia melakukan panggilan ke Nicole, Andi menunggu beberapa akhirnya panggilan nya di angkat.
Terdengar suara Nicole dari seberang sana,
"Halloo,.. ya kak Andi,.. tumben nelpon ada apa ?"
"Nicole sedang sibuk ? kakak gak ganggu kan ?"
__ADS_1
tanya Andi.
"Nggak kok kak, Nicole kebetulan sedang santai, ada apa ya kak ?"
tanya Nicole heran.
"Ini kakak nanti malam berencana ingin main kerumah mu, mau ketemu papa mama mu bisa..?"
"Ohh itu, bisa dong kak, datang aja.."
ucap Nicole gembira.
Mendengar suara Nicole yang begitu gembira, saat mendengar kabar dia mau main kerumahnya.
Sebenarnya Andi sedikit merasa bersalah dan agak tidak tega, tapi cepat lambat hari itu akan tiba.
Kondisinya akhir akhir ini semakin buruk, Andi tidak punya banyak waktu lagi.
Jadi dia mau gak mau harus mengambil langkah ini..
Andi sambil berusaha bersikap tenang, dia kembali melanjutkan berkata,
"Baiklah Nicole, tolong sampaikan ke papa dan mama mu, aku akan kesana malam ini jam 7."
ucap Andi pelan.
"Siap kak,.."
jawab Nicole cepat sambil tersenyum gembira.
"Makasih Nicole, sampai ketemu nanti malam,.bye.."
ucap Andi lalu dia pun menutup telponnya.
Andi memikirkan bagaimana cara dia menyampaikan keputusannya, agar tidak menyinggung perasaan Nicole, maupun Bos Wang dan nyonya Wang.
Sedangkan Nicole berpikir, mungkin Andi ingin menyampaikan sesuatu kepada ayah ibunya, terkait hubungan mereka berdua.
Mungkin setelah beberapa hari melewati hari-hari bersama sama dengan cukup bahagia..
Mungkin saja Andi berubah pikiran, ingin menerima tawaran ayahnya.
Berpikir sampai di sini, Nicole langsung memegang kedua pipinya sendiri yang terasa panas.
Nicole selain seluruh wajahnya terlihat merah, dia juga terlihat bahagia, dan terus tersenyum sendiri sambil menatap pantulan wajahnya sendiri,.di kaca meja yang ada di hadapannya.
Sesaat kemudian Nicole pun segera mengabari ayah ibunya, mengabari perihal keinginan Andi, untuk main kerumah mereka malam ini.
Mendengar hal ini Bos Wang dan istrinya menjadi bersemangat dan terlihat sangat gembira.
Mereka berdua sangat berharap, Andi bisa menjadi pendamping putri semata wayang mereka.
Sesuai janji, tepat pukul 7 Andi pun tiba di kediaman Nicole, setelah memarkirkan mobilnya.
Andi pun turun dari mobil nya, dan berjalan menghampiri Nicole yang terlihat sangat cantik dalam balutan baju Cheongsam warna biru, yang sangat pas dengan tubuhnya yang indah.
Nicole sambil tersenyum lembut maju menyambut kedatangan Andi, yang sedang menghampirinya.
Mereka berdua kemudian terlihat berjalan beriringan memasuki kediaman Nicole yang besar dan mewah.
__ADS_1
"Bos Wang,.. Nyonya Wang,.. apa kabar ?"
ucap Andi sambil tersenyum lebar, maju untuk menyalami mereka berdua secara bergantian..
"Baik,..baik,.. kabar kami berdua sangat baik.."
"Ayo nak Andi kita kedalam makan sambil ngobrol ngobrol.."
ucap Bos Wang sambil merangkul bahu Andi, dan mengajaknya menuju ruang makan.
"Silahkan duduk di,.. jangan sungkan anggap saja rumah sendiri.."
ucap nyonya Wang ramah.
Andi mengangguk kecil, lalu dia duduk bersebelahan dengan Nicole.
"Nak Andi masakan makam ini sangat istimewa loh, kamu harus mencicipinya dan memberikan penilaian.."
"Tapi hanya boleh memuji, tidak boleh mencela, atau yang duduk di sebelah mu akan marah."
ucap Bos Wang sambil tertawa.
"Ayah,..!! apaan sih bikin malu aja..!"
tegur Nicole sambil mencemberutkan bibirnya.
Tapi karena Nicole memang sangat cantik, cemberutnya malah membuatnya terlihat semakin cantik.
Meski cemberut ke ayahnya, tapi Nicole terhadap Andi justru bersikap sebaliknya.
Dengan hati-hati dan penuh perhatian dia mengambilkan makanan, untuk mengisi piring di hadapan Andi dan berkata,
"Jangan perdulikan ayah, ayah memang suka begitu.."
"Ini coba di cicip,.."
ucap Nicole lembut.
Andi tersenyum dan mengangguk lalu mencicipinya.
Begitu makanan itu masuk kedalam mulutnya, Andi mengeluarkan ekspresi aneh.
Sepasang matanya sampai juling kedalam bagian hitamnya, bibirnya sedikit di tarik sambil tersenyum kecut.
Melihat ekspresi Andi, Nicole sangat kaget, dia buru-buru menggunakan garpu nya mencicipi
masakan di hadapan Andi.
Tapi dia merasa semuanya normal gak ada masalah.
Saat melihat Andi sedang berusaha menahan tawa, Nicole pun sadar, Andi ternyata sedang mengerjainya.
Nicole dengan gemas langsung memukul pundak Andi dengan lembut dan berkata,
"Dasar menyebalkan,.. bikin kaget saja.."
Bos Wang tertawa terbahak-bahak, sedangkan nyonya Wang menahan tawa dengan menutupi mulutnya.
Hanya Nicole yang wajah nya menjadi sangat merah karena malu, telah tertipu dan di kerjai oleh Andi.
__ADS_1
Andi sambil tersenyum merangkapkan sepasang tangannya dan berkata,
"Maaf,.. aku cuma bercanda, masakan mu sangat enak dan sempurna serius.."