
Dalam seminggu ini, Andi benar-benar tidak pergi kemana-mana, terutama bersama gadis lain.
Dia benar-benar kapok dengan kejadian pertemuan nya dengan Viona, ditempat kediaman Om Tomy.
Yang hampir saja menimbulkan salah paham diantara mereka.
Andi hanya mengisi sisa waktunya di kota B dengan pergi kuliah, ke perpustakaan, lalu kembali ke kost.
Sore hari bila ada waktu Andi memilih berlari , di tempat lain, yang berjauhan dengan komplek perumahan di mana, dia biasa berlari bersama Davina dan teman-temannya.
Saat malam tiba sebelum tidur, Andi akan telepon dengan Viona melepaskan kerinduan mereka.
Meski tidak bebas bertemu, tapi mereka masih bisa berbicara dan video call lewat HP.
Di tempat lain Vero, di tempat aerobik nya, sehabis mengajar, terlihat duduk termenung menatap keluar jendela.
Setelah menghadiri pesta bersama Andi beberapa waktu lalu, dia menjadi gelisah dan rindu ingin bertemu Andi.
Dia sudah menyempatkan waktu untuk berlari sore dua hari belakangan, tapi dia tidak berhasil ketemu dengan Andi.
"Dia sedang apa ya ? kenapa beberapa hari ini, dia tidak kelihatan berlari sore.? apa dia sakit.?"
"Ahh tidak,.. mudah-mudahan jangan.."
"Tidak,.. sore ini aku harus pergi ke kost untuk melihat nya, memastikan dia baik-baik saja."
"Yuli pernah memberitahu ku tempat kostnya, ya benar aku harus kesana sore ini."
gumam Vero seorang diri.
Salah satu rekannya yang menjadi pelatih fitnes, menepuk bahu Vero dan berkata,
"Kamu sedang apa Ver ? kok terlihat serius banget termenung nya."
"Ehh kamu Do..tumben santai gak da yang private Ya ?"
tanya Vero balik.
Temannya ini bernama Aldo, kalau bicara agak sedikit kemayu.
Tapi bila lihat penampilan luarnya, gak da yang nyangka bila dia sedikit kemayu
Hal ini Karena badannya sangat kekar dan berotot, wajahnya pun cukup tampan.
Dia adalah teman akrab Vero di gym Dinasti ini, karena sangat akrab, banyak orang menyangka mereka adalah sepasang kekasih.
Padahal Vero tahu dengan pasti, Aldo tidak bakalan menyukai nya, Aldo hanya menyukai sesama jenis.
"Ya nih lagi sepi job nih..mana pertandingan masih lama lagi "
ucap Aldo dengan suaranya yang kemayu.
Meski memiliki kelainan, tapi Aldo cukup berprestasi, dia sering memenangkan lomba binaraga.
Selain itu murid yang mengambil private dengan nya cukup banyak, jadi penghasilan Aldo termasuk lumayan.
"Sesekali do..anggap saja kamu sedang di kasih waktu relax.."
"Ya kamu bener Ver, ohh ya..kamu belum jawab, kamu tadi mikirin apa ? cerita dong.."
__ADS_1
ucap Aldo dengan gaya kemayu.
Vero tersenyum dan berkata,
"Rahasia do.. mau tahu aja.. udah ahh aku mau mandi dan pulang tidur..."
"Sampai jumpa..!"
ucap Vero sambil tertawa lalu berjalan pergi menuju toilet wanita.
"Ihh sebel deh Vero..awas nanti ku cubit baru tahu rasa..!"
"Idiih ..nggak lah Yau..takuuuttt...!
ucap Vero sambil tertawa dan meniru gaya Aldo..
"Iss.. dah..! sebel..awas kamu ya Vero...!!"
ucap Aldo sambil membanting sebelah kakinya dengan gaya lucu.
Vero sebenarnya sangat pemalu dan tidak pandai bicara, dia sering di jadikan bahan ledekan teman-teman nya.
Tapi bersama Aldo dia lebih berani, karena mereka sudah berteman lama dan sangat akrab.
Sore itu saat Andi baru keluar dari kostnya siap berangkat pergi lari sore.
Dia sangat terkejut melihat Vero yang juga berpakaian olahraga berdiri di depan kostnya.
Melihat Andi muncul, Vero pun tersenyum malu, dan berkata dengan suara lembut.
"Syukurlah di..kamu baik-baik saja, aku pikir kamu sedang sakit makanya aku kemari.."
"Kemana saja di..kamu dua hari ini tidak kelihatan ?"
Mengajak nya pergi joging bersama gak mungkin, ngobrol berdua di kost lebih gak mungkin.
Mengusirnya juga gak bisa, bagaimana baiknya ini, pikir Andi dia dalam dilema saat ini.
Akhirnya Andi pun berkata dengan jujur,
"Aku baik-baik saja, hanya saja aku menemukan spot baru buat ganti suasana lari.."
"Jadi aku pindah tempat berlari sorenya.."
ucap Andi sedikit canggung.
"Kamu mau pergi kesana ya sekarang, aku ikut boleh..?"
tanya Vero penuh harap.
Melihat tatapan mata Vero, Andi benar-benar tidak tega menolaknya.
Tapi bila dia pergi joging bersama Vero, dan terlihat oleh Viona.
Sekali ini biar melompat ke sungai kuning noda dan dosa ini tidak akan pernah bisa di bersihkan lagi.
Seandainya tidak bertemu Viona sekalipun, dia sendiri tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.
Di saat Andi sedang bingung, bagaimana harus bersikap, tiba-tiba terdengar suara Davina.
__ADS_1
"Hei rupanya mojok di sini, pantas beberapa hari ini tidak melihat mu hadir, juga tidak bisa di hubungi.."
"Ternyata ini toh sebabnya.."
ucap nya sambil tertawa.
Padahal di dalam hati Davina sangat panas dan mengutuki Vero yang diam-diam menghanyutkan, sudah mengambil langkah mendahuluinya.
Melihat kedatangan Davina, Andi semakin pusing.
Lengkap lah sudah penderitaan ku sekali ini pikir Andi dalam hati.
Dosa apa yang ku lakukan di masa lalu pada kedua gadis ini, sehingga kini terikat jodoh seperti ini.
Benar-benar nasib mempermainkan ku, maafkan aku Vi.
ini bukan kemauan ku, semoga saja kamu bisa mengerti.
Sambil tersenyum Canggung Andi berkata,
"Ehh Vin kamu juga datang.."
"Kamu jangan salah paham, aku dan Vero juga baru bertemu sekarang, sama dengan mu."
"Kami gak janjian kok.."
"Benarkan Vero apa yang ku katakan barusan."
ucap Andi sambil menoleh kearah Vero.
Vero tidak menjawab, dia hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Hantu yang percaya, kalian sudah
Kong kali kong diam-diam kan ?"
ucap Davina sambil tertawa.
Padahal di dalam hati dia menangis kesal.
Melihat kedatangan Davina, Vero juga ada feeling Davina sama dengan nya menaruh perasaan terhadap Andi.
Hal lain yang menguatkan dugaannya adalah,malam itu, dia juga melihat Davina membawa payung mencari Andi.
Kini dia Semakin yakin temannya ini juga ternyata menyukai Andi.
Kini Andi yang dalam masalah besar, dia berdiri di antara dua gadis cantik yang tidak mungkin bisa di pilihnya.
Tapi bila menolak nya, dia benar-benar tidak tega, menceritakan bahwa dia sudah punya kekasih, mereka pasti akan mengejarnya menanyakan siapa gadis itu.
Bila memberitahu mereka secara terus terang, dia mau gak mau harus bercerita rahasia di antara dia Rio dan Viona.
Hal ini adalah hal yang tidak mungkin dia lakukan.
Selagi Andi sedang bingung maju mundur mencari alasan untuk menjauhi kedua gadis tersebut.
Tiba-tiba sebuah mobil Maybach hitam, datang dari berhenti di halaman kost Andi.
Andi mengenali mobil ini adalah mobil Sarah, mampus aku kini semakin rumit.
__ADS_1
pikir Andi dalam hati.
.