AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PERMINTAAN TOLONG VIOLIN


__ADS_3

Setelah kejadian kemaren Andi sudah memutuskan, dia baru akan membersihkan lantai atas, bila ko Ahong dan Maria sudah turun..


Sambil menunggu, Andi mengisi waktu dengan berlatih sepuasnya.


Sesuai dugaan Andi setengah jam Andi berlatih, akhirnya dengan santai kedua insan berbeda jenis itu, satu persatu turun dari lantai 3.


Padahal dari foto foto di ruangan ko Ahong, Andi dapat menebak ko Ahong sudah beristri, dan punya sepasang anak laki dan perempuan dari hasil perkawinan nya.


Andi di dalam hati sangat tidak setuju dengan sikap ko Ahong, tapi dia memilih pura-pura tidak tahu.


Karena itu bukan urusan dia, itu adalah urusan pribadi ko Ahong sendiri, tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Setelah kedua orang itu turun, Andi baru bergegas naik keatas, dia terlebih dahulu masuk dan membersihkan ruangan kamar mandi, WC, ruang ganti, baru bagian luar.


Bila ada pengunjung Sasana perempuan yang tiba, setidaknya dia tidak akan merasa terganggu dengan kehadiran Andi di sana, saat mereka mau ke toilet.


Sedangkan bagian luar bisa di bersihkan belakangan, karena kegiatan nya, tidak akan menganggu mereka yang sedang berlatih.


Setelah semua pekerjaan nya beres, Andi baru turun ke lantai dua untuk berlatih.


Andi memilih berlatih sendiri, menjauhi pengunjung Sasana yang berlatih sparing ataupun bertarung.


Andi tidak ingin ada yang tahu tentang kemampuannya.


Selesai berlatih, sambil menunggu keringat nya kering, Andi mencari tempat duduk yang sepi dan nyaman.


Dia lalu mengeluarkan HP nya, Andi berpikir ingin mengirim pesan ke Santi. menanyakan kabar Viona ke Santi.


Tapi saat melihat HP nya Andi baru sadar, ternyata pesan yang di kirim nya ke Viona sampai saat ini belum berbalas maupun di baca.


Andi segera teringat pesan yang masuk di saat dia hampir tidur, lalu pesan semalam itu dari siapa ? batin Andi.


Andi buru-buru melakukan pengecekan, akhirnya Andi menemukan kesalahannya.


Andi langsung menepuk jidatnya sendiri dan memaki kekonyolan dirinya sendiri.


Kini dia pun paham kenapa Violin bersikap aneh tadi pagi,


"akhhh..! Andi kamu benar-benar ceroboh dan idiot...dasar memalukan..."


Andi memaki maki dirinya sendiri sambil memukul mukul kepalanya sendiri.


Andi buru-buru ingin menghapus pesan yang terlanjur dia kirimkan, tapi karena sudah terlambat dan kelamaan, pesan konyol itu hanya bisa di hapus di ponselnya saja.


Sedangkan pesan yang terkirim ke Violin, dia sama sekali tidak bisa menghapusnya lagi.


Aku harus bagaimana sekarang, pikir Andi bingung, bila dia mengajak Violin dan berbicara terus terang.


Selain merasa tidak enak hati, dia juga takut menyinggung perasaan gadis itu, membuat nya marah malu dan membencinya.

__ADS_1


Tapi bila di diamkan bagaimana bila dia melaporkan hal itu ke kakak nya,...bisa runyam nasib ku...


batin Andi.


Andi menepuk pahanya sendiri dengan keras, sambil bergumam sendiri.


"Tidak itu tidak boleh terjadi,..."


"Aku harus mencari cara untuk berbicara empat mata, secara baik-baik dengan nya."


"Jangan sampai salah paham ini semakin merembet dan membesar, ya benar memang itu cara terbaik.."


"Saat ini tinggal memikirkan cara penyampaian terbaiknya, agar tidak sampai menyingung perasaan gadis itu.."


"Malam ini aku ada pertandingan, dan janjian dengan Berry, begitu pula dengan besok malam."


"Aku harus konsentrasi penuh terhadap kedua pertandingan tersebut karena ini menyangkut uang yang tidak kecil jumlahnya.."


"Benar aku harus fokus dulu...paling Jumat malam atau sore, aku baru Bisa bicarakan tentang hal itu.."


"Untuk sementara waktu terpaksa menundanya dulu.."


gumam Andi mengingatkan dirinya.


Selagi Andi sedang kalut sendiri tiba-tiba ada pesan masuk dari Violin.


Andi dengan buru-buru membuka dan melihat isi chat nya, setelah membacanya Andi pun bisa bernafas dengan lega.


Isi chatnya adalah


"Kak Andi maafkan sikap ku tadi pagi,...kak terimakasih sarapan pagi nya sangat enak.."


"Kak Andi aku ada sedikit urusan mau minta tolong pada mu bisa ?"


Andi buru-buru membalas chat dari Violin,


"Bantuan apa Lin.. katakan saja, jangan sungkan.."


Tak lama kemudian chat balasan Violin pun kembali masuk,


"Begini kak,.. sebentar lagi jam 10.Doddy dan Rina kedua adikku itu akan pulang sekolah.."


"Mama ku hari ini tidak bisa tinggalkan pekerjaan nya menjemput mereka, sedangkan aku jam 2 baru pulang sekolah.."


"Kak Andi bisa tidak bantu jemput kedua adikku dan mengantar mereka berdua kembali ke rumah ?"


"Maafkan Violin ya kak, telah merepotkan kakak.."


Membaca pesan dari Violin yang terlihat sungkan, Andi pun tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Sejak kapan gadis galak dan selalu sentimen dan jutek dengan ku, berubah jadi feminim gini..?"


"Ahhh ini pasti ada hubungannya dengan chat konyol ku itu, aku harus segera membereskan hal ini, tidak boleh berlarut-larut.."


batin Andi.


Lalu dia buru-buru membalas chat dari Violin.


"Jangan khawatir sekarang juga aku akan meluncur kesana menjemput mereka.."


"Tapi sebagai orang asing, sebaiknya HP mu di on kan terus, Karena nanti aku perlu menggunakan video call menghubungi mu."


"Agar wali kelas Dody dan Rina percaya bahwa aku adalah orang yang mewakilimu untuk menjemput kedua anak itu.."


"Selain itu tolong kirimkan foto Dody dan Rina ke aku, agar aku tahu wajah kedua adik mu itu.."


"Siap kak, makasih banyak ya kak..maaf kak jadi merepotkan.."


Balas Violin.


Andi tersenyum lalu membalas nya,


"Jangan sungkan Lin, ini cuma masalah kecil..ok aku segera meluncur ke sekolah adik mu.."


"Ohh ya tolong share lokasinya ya Lin.."


Violin dengan cepat sudah mengirimkan alamat lokasi dan nama sekolah adiknya.


Setelah melihat denahnya, Andi langsung bergerak menggunakan GPRS menuju sekolah adik adik Viona.


Tanpa kesulitan Andi segera menemukan sekolah kedua anak itu.


Setelah memarkir motornya, Andi langsung bergegas menuju kelas kedua anak itu, sesuai petunjuk dari Violin.


Akhirnya Andi menemukan kelas yang sudah sepi, dimana hanya tersisa dua anak kecil yang wajahnya sesuai dengan foto yang Violin kirimkan untuk nya.


Selain kedua anak itu ada seorang guru wanita berusia 40an tahun, sedang duduk di dalam kelas menemani kedua anak itu


Melihat kehadiran Andi, guru wanita itu segera bertanya dengan sopan.


"Maaf ada keperluan apa ya dek ?"


Andi menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Maaf Bu saya adalah saudara Violin kakak kedua anak ini, Violin yang meminta ku mewakilinya menjemput Dody dan Rina.."


"Sebentar saya akan melakukan video call agar lebih enak.."


Tak lama kemudian di HP Andi muncul wajah Violin yang bisa terlihat jelas oleh wali kelas Dody dan Rina..

__ADS_1


__ADS_2