AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MAKAN BERSAMA


__ADS_3

Bertepatan dengan Andi selesai mencuci peralatan memasak, Viona pun keluar dari kamar mandi, lalu pergi bergabung dengan kedua temannya diruang tamu.


Andi pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya yang bau keringat dan bau amis karena memasak ikan kerang dan udang.


Begitu Viona datang kedua temannya itu langsung menjepitnya ditengah-tengah dan menginterogasinya.


"Gimana semalam tidur sama Andi nyenyak ya ?"


tanya Sarah sambil tersenyum nakal.


Viona menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tidak tahu aku tertidur pulas hingga pagi tanpa tahu apa-apa.."


"Sewaktu aku bangun pun, Andi sudah sedang sibuk masak.."


"Pas aku turun kebawah kalian pun datang.."


ucap Viona polos.


"Masa sih gak ke rasa, atau jangan-jangan kalian sudah sering ya ?"


ucap Sarah tersenyum lebar.


"Apaan sih...pasti ngeres deh kalian.."


"Kami gak ada apa-apa lagi, Andi gak mungkin melakukan hal begituan...Andi bukan orang seperti itu ."


ucap Viona dengan wajah merah menahan malu.


Santi hanya menjadi pendengar dan tersenyum saja, dia tidak berani berkomentar.


Karena begitu berkomentar dia merasa itu justru menampar muka nya sendiri.


Karena semalam justru dia lah yang sudah mengalami hal itu, tanpa di ketahui siapa pelakunya hingga kini.


Melihat reaksi Viona, Sarah pun tertawa dan berkata,


"Ya..ya..aku percaya..deh..jangan terlalu di anggap serius gue cuma bercanda doang.."


"Dasar mesum..jangan jangan kamu sendiri yang sudah...sini biar ku periksa.."


ucap Viona sambil tertawa dan pura-pura ingin menyingkap rok yang dikenakan oleh Sarah.


Akhirnya mereka bertiga tertawa cekikikan sambil saling bercanda.


Sampai Andi keluar dari kamar mandi, mereka baru berhenti membahas topik tersebut.


Mereka buru-buru mengambil nasi dan bersiap-siap untuk makan.


Viona terlebih dahulu mengambil nasi buat Andi, baru dia mengambil untuk dirinya sendiri.


"Wah di.. ternyata kamu sangat pintar memasak, masakan mu enak sekali.."


ucap Sarah sambil menikmati kerang dan udang goreng tepung.


"Vi ..kamu sungguh beruntung deh..bikin iri aja.."


ucap Sarah sambil tertawa.


Viona hanya bisa tersenyum pahit, kata-kata Sarah itu tanpa sadar justru mengingatkan dirinya bahwa hari ini adalah hari terakhir dia bisa bersama Andi.

__ADS_1


Tapi Sarah karena sedang asyik makan jadi dia tidak memperhatikan perubahan ekspresi Viona.


Santi juga terlalu asyik dengan ikan patin asem pedesnya yang wangi dan nikmat.


Dia juga tidak menyadari perubahan ekspresi sahabat nya.


Hanya Andi yang tahu apa yang Viona rasakan.


Sambil tersenyum Andi berkata,


"Kelak apa pun yang terjadi, asal kalian punya waktu dan ingin makan masakan ku."


"Kapan pun kalian ingin tinggal bilang aja, aku pasti akan menyiapkan buat kalian ok.."


ucap Andi seakan-akan memberitahu Viona kapanpun dia membutuhkan Andi.


Andi pasti akan selalu ada untuknya, Andi selama nya akan selalu ada untuknya.


Viona tersenyum lembut menatap Andi dan menganggukkan kepalanya.


Sebagai tanda dia percaya penuh akan janji Andi itu.


"Ohh ya bagaimana dengan acara Hiking Minggu depan, kalian semua tetap ikut kan ?"


tanya Sarah tiba-tiba.


Viona dan Andi saling pandang, melihat tatapan Viona yang penuh harap.


Andi tidak kuasa menolaknya, padahal dia tahu kalau pun dia hadir di sana, dia hanya akan seperti orang bodoh yang menjadi penonton antara Viona dan Rio yang pasti akan selalu bersama.


Kehadirannya hanya akan ditukar dengan perasaan sakit tapi tak berdaya.


"Aku akan tetap ikut karena sudah mendaftar."


"Aku juga pasti ikut..Tapi Sar kamu bukannya besok akan berangkat ?"


tanya Viona heran.


Sarah tersenyum dan berkata,


"Aku tidak jadi berangkat besok, aku akan mengundur nya hingga Minggu depan, selesai acara Hiking.."


"Aku akan temani Santi hadir di acara tersebut, kalau bisa aku akan mengajak kakak ku dan mengenalkan nya pada kalian.. berdua.."


ucap Sarah sambil menatap Andi dan Viona.


"Ehh kakak mu sudah kembali.."


tanya Andi sedikit kaget bercampur gembira.


Sarah mengangguk cepat dan berkata,


"Benar kakak ku baru pulang tadi pagi ini.."


"San kamu pasti sudah berkenalan dengan kakak Sarah.. gimana ganteng tidak ?"


tanya Viona sambil tersenyum menggoda Santi.


Santi menjadi kelabakan tidak tahu mau jawab apa, wajahnya menjadi merah menahan malu.


Dengan grogi Santi berkata,

__ADS_1


"Tidak tahu..apa urusannya dengan ku..?"


"Aku..aku ..sudah kenyang..mau pergi cuci piring.."


ucap Santi grogi lalu dia buru-buru berjalan pergi ke dapur.


Tingkah nya yang lucu langsung mengundang gelak tawa Viona dan Sarah.


Sedangkan Andi hanya tersenyum lebar, merasa turut berbahagia buat Santi.


Bila Santi bisa bersama kakak Sarah, itu adalah hal yang sangat baik buat Santi, sehingga Santi tidak perlu membuang-buang waktu sia-sia untuk dirinya.


Yang jelas-jelas tidak mungkin bisa membalas perasaan Santi.


Karena perasaannya seumur hidup sudah terikat dengan Viona seorang.


Sarah dan Viona berpikir Santi hanya grogi dan malu saja.


Tidak ada yang tahu, sebenarnya hati Santi sedang galau berat, karena peristiwa semalam yang menimpa dirinya.


Mana ada waktu baginya untuk memikirkan soal kakak Sarah yang cool itu.


Setelah Santi pergi ke dapur mencuci piring, tak lama kemudian Viona dan Sarah menyusulnya membawa setumpuk piring ke dapur.


Sebelum kedapur, Sarah berkata,


"Di kamu sudah capek kepasar masak dan cuci peralatan masak tadi."


"Kini serahkan gantian ke kami saja sisanya.."


"Kamu santai aja di sini.."


Andi tersenyum mengangguk tidak menolak, dia tahu dengan cara inilah dia bisa mengurangi rasa tidak enak hati ketiga gadis itu, yang meras tidak enak hati karena kurang berkontribusi ketika dia sedang sibuk masak.


Meski Andi sendiri tidak masalah, tapi dia tahu dia harus menghargai perasaan ketiga temannya itu.


Selesai mencuci piring bekas makan, mereka bertiga mengupas buah apel, Xiang Li yang di bawa Sarah dari rumah nya tadi.


Lalu mereka membawanya ke ruang tamu, duduk santai di sana sambil makan buah bersama sama.


"Di,.. kamu belajar masak sejak kapan ? siapa yang mengajari mu masak..?"


tanya Santi.


"Ohh itu,. aku belajar masak dari kakek luar ku.."


"Sewaktu muda kakek luar ku, pernah menjadi kepala koki di restoran besar."


"Jadi dia iseng-iseng mengajari ku masak, begitu ada waktu senggang aku akan main kerumah kakek ku belajar ilmu bela diri dan masak."


ucap Andi memberi penjelasan.


"Setelah ini, kalian punya rencana mau main kemana tidak ?"


tanya Sarah sambil menatap ketiga temannya.


Mereka bertiga menggeleng pelan.


"Bagaimana kalau kita main ke peternakan udang dan kepiting milik ibu ku..?"


tanya Sarah penuh semangat.

__ADS_1


__ADS_2