
"Tapi aku.."
ucap Rio.terputus.
Karena Viona menutup mulut Rio dengan jarinya dan berkata,
"Sudahlah Rio lagi pula aku juga baik-baik saja, kita lupakan saja.."
"Kamu sendiri kan juga terluka, lebih baik di rawat dulu luka mu, agar tidak infeksi.."
ucap Viona lembut.
Karena kasihan dengan Rio, dan dia sendiri juga sudah menyaksikan langsung, bagaimana Rio telah berjuang sekuat tenaga menjaganya.
Rio juga telah menyuruhnya melarikan diri, adalah dia sendiri yang tidak berhasil melarikan diri.
Jadi semua adalah kecelakaan, tidak ada yang menghendakinya, dia mengerti posisi Rio dan tidak akan menyalahkannya.
Yang Viona tidak tahu adalah Rio antara ucapan dan pikirannya tidak sama.
Dia memiliki rencana sendiri buat Viona dan Andi.
Rio telah di racuni oleh pikiran kotornya sendiri, Dia telah salah paham mengira, antara Viona dan Andi telah terjadi sesuatu.
Yang satu sok bijak yang satu tiba-tiba sok perhatian sungguh sandiwara yang sempurna, bila tidak terjadi sesuatu hantu yang bisa percaya.
Batin Rio di dalam hati dengan geram.
Tapi di luar dia menampilkan senyum lembut dan penuh terimakasih ke Viona.
"Vi kamu istirahat lah dengan baik, aku tidak akan menganggu mu."
"Aku tunggu di luar, kalau perlu apa-apa miscall saja.."
ucap Rio lembut.
Setelah membelai kepala Viona, dia pun berjalan keluar dari dalam kemah.
Viona merasa Rio setelah kejadian itu banyak berubah, semoga saja Rio benar-benar berubah.
Sehingga bila suatu hari kelak, bila dia harus menjadi istri Rio.
Rio bisa menjadi kepala keluarga yang baik baginya dan anak-anaknya kelak.
Rio akan mencintai dan menyayangi dirinya dengan sepenuh hati.
Dengan demikian dia baru bisa tanpa penyesalan melepaskan Andi, untuk mendapatkan pendamping yang jauh lebih baik darinya.
Kelihatannya Andi memang sudah bertekad menjauhinya, buktinya saat dia sedang seperti ini, Andi tidak datang menjenguknya.
Yang datang justru Rio, bukan Andi yang sangat dia cintai dan harapkan kehadirannya.
Untuk hal ini, Viona merasa agak sedikit kecewa terhadap Andi.
Tapi dia menghibur dirinya, Andi melakukan ini, demi kebaikannya, sesuai dengan rencana awal mereka, berusaha mengulur waktu dan menenangkan hati Rio.
Viona memejamkan matanya kembali berusaha untuk tidur.
Malam itu di pos kedua di adakan pesta perayaan api unggun, hanya Viona dan Rio yang terlihat tidak hadir di acara tersebut.
__ADS_1
Bahkan Andi pun terlihat ikut meramaikan suasana tersebut, bersama Mimi Maya dan Sarah.
Sedangkan Santi terlihat duduk bersama James, mereka berdua terlihat asyik ngobrol sendiri sambil tertawa-tawa.
Andi meski orang nya duduk di sana, tapi diam-diam dia selalu melihat kearah kemah Viona dengan perasaan tidak tenang.
"Entah bagaimana keadaannya sekarang.?"
gumam Andi dalam hati
Ketika Andi sedang memikirkan Viona dan mengkhawatirkan keadaan Viona.
Viona sendiri yang tertidur di kemah, sedang bermimpi buruk.
Dia bermimpi seekor gorila besar menangkap dan memanggulnya menuju sarang Gorila tersebut, Lalu Gorila itu dengan kasar merobek pakaian nya, seperti hendak memperkosanya.
Viona menjerit-jerit histeris dan berusaha melawan nya.
Di saat Gorila itu hampir menodainya dan Viona hanya bisa meronta sia-sia.
Tiba-tiba muncul seorang pria yang wajahnya agak kabur, datang menghajar dan mengusir gorila itu.
Di dalam mimpi Viona menubruk kedalam pelukan pria itu, menangis sedih melepaskan semua perasaan ketakutannya.
Akhirnya Viona pun tersadar dari mimpinya, dengan kaget, dia mendapati pria yang sedang memeluk dan berusaha menenangkan diri nya adalah Rio.
Setelah melihat Viona sudah sadar, Rio melepaskan pelukannya dan berkata,
"Maaf Vi tadi di luar aku mendengar suara teriakan ketakutan mu, jadi aku buru-buru masuk berusaha menenangkan mu."
"Aku saat itu tidak punya cara lain, selain memeluk dan berusaha menenangkan dan menyadarkan mu.."
"Maaf ya Vi , aku melakukannya tanpa seijin mu."
ucap Rio lembut.
Rio benar-benar telah berubah sekarang, batin Viona dalam hati.
"Tidak apa-apa Rio makasih banyak ya, kamu adalah pacar ku."
"Kamu memeluk ku, itu adalah wajar, tak perlu minta maaf, apalagi kamu melakukan semua itu demi memenangkan diri ku."
"Kok cuma ada kamu di sini ? mana yang lainnya.?"
tanya Viona sambil menatap Rio dengan heran.
"Yang lain sedang mengikuti acara malam api unggun, Santi dan Sarah juga pergi kesana."
"Di sana mereka sedang bernyanyi dan menari bersama-sama, sehingga teriakan mu yang keras tidak ada yang mendengarnya..'
"Aku kebetulan mendengarnya, karena aku duduk tidak jauh dari tenda mu.."
ucap Rio memberikan penjelasan.
"Kenapa kamu tidak pergi mengikuti acara malam api unggun, yang pasti ramai dan seru..?"
tanya Viona sambil menatap Rio.
Rio menggelengkan kepalanya dan berkata,
__ADS_1
"Tidak Vi, aku ingin menjaga mu di sini.."
"Kamu seperti ini adalah salah ku, mana boleh aku membiarkan mu seorang diri disini, dan aku pergi bersenang-senang."
"Itu adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab, aku tidak bisa melakukannya."
ucap Rio dengan kepala tertunduk.
Mendengar ucapan Rio ada rasa haru menyelimuti perasaan Viona.
Viona maju menggenggam tangan Rio dan berkata,
"Makasih banyak Rio, kamu sungguh baik, tapi kamu tidak boleh terus larut dalam perasaan bersalah.."
"Kejadian itu murni bukan salah mu, jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri."
Rio mengangguk dan berkata,
"Baiklah Vi,.anggap saja aku ada di sini adalah untuk menjaga kekasih ku, yang sedang kurang sehat, apa begitu boleh ?"
Viona tersenyum dan berkata,
"Itu terdengar jauh lebih baik.."
"Rio kamu dari kapan terus berada di luar kemah ku ?"
tanya Viona ingin tahu.
Sambil tersenyum Canggung dan menggaruk kepalanya sendiri Rio berkata,
"Dari kapan ya ? sepertinya sih dari sejak aku keluar dari tenda mu tadi sore itu.."
"Jadi selama itu kamu cuma duduk menjaga ku di depan tenda gak kemana-mana ?"
tanya Viona kurang percaya.
Rio mengangguk dan berkata,
"Ya.. kira-kira begitulah.."
"Selama aku tidur apakah Andi....?"
tanya Viona ragu sambil melihat reaksi Rio.
Rio menggelengkan kepalanya pelan dan berkata,
"Kamu jangan kecewa Vi, mungkin Andi memang sedang sibuk."
"Karena aku dengar, dia baru saja diangkat menjadi ketua rombongan, sehingga kini dia menjadi lebih sibuk."
Melihat reaksi Rio yang terlihat jauh lebih dewasa, hati Viona merasa jauh lebih nyaman.
Tapi saat teringat Andi sepertinya telah melupakan dirinya, dan sama sekali tidak datang melihatnya.
Hati Viona terasa masam dan kecewa.
Tapi diluar Viona bersikap biasa saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Rio menatap Viona dengan penuh simpati, padahal di dalam hati dia memaki Viona.
__ADS_1
"Dasar ******, dia sudah menghisap habis madu mu, mana mungkin dia ingat dengan mu.
Kamu bermimpi saja sana dasar bloon.."