
Rio tentu tidak terima dirinya ditelikung tangannya oleh kedua orang satpam itu
Di situ begitu banyak orang yang memperhatikan nya tentu dia sangat gengsi dan kehilangan muka bila ditangkap dan ditahan di pos satpam.
Dia adalah juara MMA kampus, tentu sangat memalukan, bila dia harus kalah ditangan dua orang satpam kampus.
Apalagi di sana mulai banyak orang yang menggunakan HP memvideokan kejadian heboh itu buat di viral kan.
Dengan gerakan dadakan Rio maju kedepan, sehingga kedua satpam tertarik kedepan.
Lalu Rio bersalto kebelakang, melepaskan kuncian tangan kedua orang satpam itu.
Kemudian dengan gerakan cepat, dia menangkap belakang leher kedua orang satpam itu.
Membenturkan kepala kedua satpam itu, kemudian melempar tubuh kedua orang itu kedepan.
Kedua orang satpam sial yang merasa kepala mereka sakit dan pusing, berdiri sempoyongan.
Rio Tidak memberi mereka kesempatan, dia segera melancarkan sebuah tendangan putar, mirip yang biasa di lakukan oleh aktor JVD di film-film Hollywood.
Kedua orang satpam itu langsung roboh tersungkur diatas aspal yang keras.
Dua orang Satpam lain yang berada di pos Satpam, cepat-cepat bergegas maju dengan tongkat ditangan mereka.
Siap menyerang Rio, sedangkan satpam lainnya menelpon ke pihak berwajib meminta bala bantuan.
Andi sendiri, begitu melihat kericuhan Rio melawan satpam, dia sambil tersenyum mengejek menatap kearah Rio, lalu mengajak Viona meninggalkan tempat itu.
Rio mengajak Viona menuju kelas perkuliahan nya, yang hampir terlambat sambil berkata,
"Vi kuliah lebih penting, jangan pikirkan hal lain fokus aja dengan kuliah mu.."
Viona mengangguk dan tersenyum menatap Andi sambil berkata,
"Terimakasih ya di.."
Lalu Viona tidak bisa lagi menahan diri untuk maju dan mencium pipi Andi.
Andi berdiri tertegun melihat sikap Viona yang nekad.
Viona sambil tertawa, dengan wajah merah berlari masuk ke dalam kelasnya.
Andi sendiri juga kemudian buru-buru pergi ke kelasnya mengikuti perkuliahan.
Sementara Rio masih terlihat sedang terlibat perkelahian dengan dua orang satpam, yang maju menghadapi nya dengan tongkat ditangan.
Rio dengan santai menghindari serangan Tongkat kedua satpam itu, sambil membalasnya dengan dua tendangan ke perut, di susul dengan dua hantaman ke wajah dengan lututnya.
Kedua Satpam di hadapan Rio pun langsung terkapar, menyusul kedua teman pertama mereka.
Yang masih klenger di lantai tidak bisa bangun.
Sekarang sisa satu satpam yang memegang tongkat di tangan, tapi terlihat ragu untuk menyerang Rio, yang sangat lihai dan ahli berkelahi.
Sebelum semakin kacau, 4 orang polisi datang ke lokasi.
__ADS_1
Melihat apa yang terjadi di sana, dengan sigap mereka mencabut pistol, dan mengarahkan ke Rio.
Rio melihat yang datang adalah polisi dan membawa pistol pula.
Dia pun mengangkat kedua tangannya keatas, salah satu polisi menghampirinya, setelah memborgol kedua tangannya kebelakang.
Mereka pun langsung menggiring Rio ke kantor polisi.
Di kantor polisi, polisi menghubungi ayah Rio dan meminta ayah Rio untuk datang kesana, baru anaknya bisa di lepaskan.
Ayah Rio yang sedang mengadakan rapat penting dengan beberapa kliennya, diantaranya terdapat menteri pertahanan dan menteri perekonomian.
Saat dihubungi pihak kepolisian
Ayah Rio sangat terkejut.
Setelah menyelesaikan meeting nya dia buru-buru datang ke kantor polisi, yang letaknya tidak begitu jauh dari kampus.
Begitu sampai di sana dengan ditemani pengacaranya.
Ayah Rio mendengar kan penjelasan dari pihak kepolisian hingga tuntas.
Ayah Rio Kemudian menghubungi temannya di kampus, memintanya untuk membantu melakukan meditasi dengan pihak kampus.
Hingga akhirnya surat damai dari kampus keluar, dan pihak kampus datang mencabut laporan, Rio baru bisa di lepaskan.
Ayah Rio tidak berkata apa-apa, setelah menandatangani berbagai surat perjanjian, Rio pun dilepaskan pulang bersama ayahnya.
Sampai di Rumah tanpa banyak bicara,
Rio diam tidak berani melawan sedikitpun, hanya memegangi pipinya yang terasa kebas dan tebal.
Mama Rio tidak berani melerainya, dia hanya menatap anaknya dengan tatapan kasihan.
Setelah agak tenang emosinya Ayah Rio baru berkata,
"Kamu tahu kenapa ayah menampar mu ?"
Rio dengan kepala tertunduk tidak berani menatap wajah ayahnya berkata,
"Rio tahu,.. Rio salah ayah,.. maaf.."
Ayah Rio menghela nafas dan berkata,
"Apa kamu tahu di mana letak kesalahan mu ?"
"Rio salah berkelahi di kampus dan membuat onar di kampus.."
ucap Rio menjawab sesuai yang dia tahu.
Ayah Rio kembali menghela nafas dan berkata,
"Rio bukan ayah ingin marah-marah dan menampar mu.."
"Tapi kamu sudah sebesar ini, kenapa sebelum bertindak tidak menggunakan otak mu.."
__ADS_1
"Ayah tanya kamu jawab dengan jujur, kenapa kamu memukul satpam kampus.."
Rio dengan kepala tertunduk menjawab,
"Mereka ingin menangkap dan menahan Rio, Rio malu dan gengsi ditangkap mereka, karena di sana banyak yang menonton dan memviralkan Rio.."
Ayah Rio menghela nafas panjang dan berkata,
"Kenapa Satpam ingin menangkap kamu ?"
"Rio ingin memukul Andi yang berani meremehkan Rio, merebut gadis yang sedang berjalan dengan Rio."
Mendengar hal ini ayah Rio mengangkat tangannya ingin memukul Rio, tapi saat melihat tatapan Istrinya yang sedih.
Ayah Rio menghentikan gerakannya dan menampar pahanya sendiri sambil berkata,
"Aduh Rio,... ayah suatu hari benar-benar akan mati kesal di buat mu.."
"Waktu kecil kamu sering di bully teman mu di sekolah, dan pulang kerumah sambil menangis."
"Makanya ayah mengirim mu ke sasana, untuk di latih agar kamu bisa melindungi diri.."
"Tapi itu adalah untuk melindungi diri, bukan menyuruh mu untuk sombong dengan ilmu bela diri mu.."
"Ingat Rio ilmu itu namanya bela diri, bukan harga diri, bukan untuk menyerang orang sembarangan.."
"Kamu mengerti..?"
Rio mengangguk dan berkata,
"Mengerti ayah.."
"Rio coba ceritakan dari awal kenapa kamu sampai menyerang orang yang bernama Andi itu..?"
tanya Ayah Rio sambil menatap anaknya.
Rio pun menceritakan semuanya, setelah mendengar kan semua nya ayah Rio pun berkata,
"Rio lain kali sebelum bertindak, ayah minta tolong pada mu, bersikap tenang bersabar berpikir dulu baru bertindak.. kamu bisa kan ?"
Rio mengangguk.
"Begin Rio hidup ini kejam orang pintar memakan orang bodoh, jadi kamu harus pandai gunakan otak mu."
"Bukan hanya dikit-dikit mengandalkan otot mu, bila seperti itu, kamu tiada bedanya seperti seekor kerbau yang bodoh, suatu hari akan di bawa untuk dipotong.."
"Kamu ngerti..!"
Rio mengangguk.
"Rio bila saat itu kamu mau gunakan otak mu, tentu kamu tidak akan seperti saat ini.."
"Rio sebelum dekati gadis itu, apa kamu sudah mencari tahu latar belakang keluarganya..?"
"Sudah.."
__ADS_1
jawab Rio cepat.