
Melihat Vero menjadi gelagapan, di ledekin sama Susi.
Andi pun membantunya bicara dan mencoba menjelaskannya.
"Tadi sebenarnya aku ingin mengajak kalian semua berkumpul dan ngobrol dengan lebih asyik di sini."
"Karena di dalam terlalu berisik, cuma aku melihat kalian terlihat begitu sibuk dengan hidangan pesta.."
"Jadi aku tidak enak hati menganggu selera makan kalian, sehingga aku hanya membawa Vero yang agak ketakutan kemari.."
"Kamu takut kenapa Ver..?"
tanya Davina menatap Vero dengan serius.
Vero mengigit bibirnya dengan kepala tertunduk berkata dengan suara lirih.
"Maaf Vin aku sedikit risih dengan tatapan mata Om Tomy itu.."
"Ohh itu.."
"Dia memang seperti itu, dan asal kamu tahu saja."
"Di tempat kerja ku, hampir semua laki-laki tatapan matanya mirip-mirip dengan Om Tomy kurang lebih.."
"Begini saja, kalau kalian kurang nyaman, boleh ambil makanan, lalu ngobrol santai di sini."
"Aku mau pinjam Andi sebentar, teman-teman ku ingin berkenalan dengan nya.."
"Ayo di.."
ucap Davina santai.
Vero sebenarnya masih ingin mengobrol lebih dengan Andi.
Tapi dia tidak berani mengatakan apa apa, hanya diam sambil menggulung gulung ujung pita hiasan di gaunnya.
Sedangkan Susi Yuli dan Mila bersikap santai dan menganggukkan kepala mereka.
"Pergilah Vin, santai saja kami akan menunggu kalian di sini."
ucap Yuli yakin.
Davina mengangguk, kemudian dia menggandeng tangan Andi masuk kedalam, berjalan kearah teman-teman kerja nya, yang semuanya berprofesi sebagai pramugari.
Kumpulan wanita itu, terlihat Anggun Sexy dan cantik-cantik, dalam balutan gaun mereka yang indah dan elegan.
Begitu melihat Davina datang sambil menggandeng tangan Andi.
Para wanita itu langsung melambaikan tangan mereka kearah Davina, Davina pun membalas mereka sambil tersenyum lebar.
Mempercepat langkahnya menuju ke arah teman-temannya.
Setelah dekat Davina pun berkata,
"Kenalkan,.. ini teman lari sore ku Andi.."
Davina memperkenalkan satu persatu temannya yang rata-rata sangat cantik, ke Andi.
Andi menyalami tangan lembut mereka satu persatu, sambil tersenyum hangat.
"Andi kerja di mana ?"
tanya salah seorang teman Davina yang dari wajahnya kelihatannya dia berusia 30 an tahun.
__ADS_1
Dari sikapnya, Andi dapat menebak mungkin dia adalah kepala para pramugari itu, seorang senior.
Sambil tersenyum Andi berkata terus terang,
"Maaf aku belum bekerja, aku masih sedang kuliah.."
"Wow anak kuliahan ternyata.."
ucap nya kaget.
Kemudian dia melirik Davina dan berkata,
"Wah selera mu hebat juga ya Vin.."
Davina buru-buru berkata,
"Kami hanya berteman saja.. tidak lebih..kalian jangan salah paham.."
Teman-teman Davina pada tertawa tawa, tidak mempercayai penjelasan Davina.
Salah satu temannya sambil tertawa berkata,
"Teman apa teman...?"
ucapan teman Davina mendapatkan sambutan tertawa wanita wanita itu.
Andi hanya tersenyum tenang dan santai tidak berkata apa-apa.
"Tapi ngomong-ngomong selera mu boleh juga Vin..."
"Masih ada stok yang seperti ini gak Vin ? gue mau lah pesan satu.."
Mereka semakin tertawa cekikikan menanggapi guyonan teman Davina tersebut.
"Kalian ini..ya.."
ucap Davina sambil menggandeng tangan Andi, berjalan menuju ketempat Kapten Tomy dan Dewi yang sedang duduk sambil berangkulan mesra.
"Hai Davina kemarilah sini ku kenalkan dengan keponakan ku yang ganteng.."
ucap Om Tomy sambil melambaikan tangannya kearah Davina dan Andi.
Andi sedikit terkejut melihat siapa yang akan di perkenalkan oleh Om Tomy pada mereka.
Bukan hanya Andi yang terkejut, tapi sesaat Rio juga terkejut, saat melihat Andi bisa datang ke pesta ini.
Tapi hanya sesaat, sesaat kemudian Rio malah tersenyum girang.
Kehadiran Andi ini malah akan timbul pertunjukan baru bagi Viona, yang kebetulan sedang pergi mengambil makanan.
Om Tomy dengan ramah memperkenalkan Rio ke Davina dan Andi.
Mereka bertiga bersalaman bergantian, lalu Om Tomy mempersilahkan mereka berdua untuk ikut duduk.
Musik di dalam ruangan kini berganti ke musik yang lembut dan slow, cocok buat orang-orang turun berdansa.
Suasana ruangan menjadi tidak terlalu berisik, para tamu mulai bisa membentuk kelompok-kelompok mengobrol santai.
"Davina pantes saja kamu selama ini selalu menolak semua pria, ternyata diam-diam kamu sudah punya pilihan sendiri ya.."
ucap Om Tomy sambil tertawa.
Kemudian dia melanjutkan berkata,
__ADS_1
"Tapi pilihan mu boleh juga.."
Tepat saat Om Tomy sedang berbicara, Viona datang dari arah belakang Davina dan Andi.
Saat dia melihat siapa yang sedang duduk di hadapannya, Viona berdiri terpaku dan sangat terkejut, hingga gelas di pegangan tangannya sampai terlepas jatuh pecah berserakan di lantai.
Rio buru-buru berdiri menarik Viona mundur menjauh.
"Maaf Om Tomy..aku.."
ucap Viona merasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa santai aja, nanti ku suruh orang membersihkannya.."
"Kamu duduk saja dulu.."
ucap Om Tomy.
Lalu dia pun kembali berkata,
"Oh ya ini kenalkan dulu, ini Davina rekan kerja Om, Dia adalah pramugari tercantik ditempat kerja Om.."
"Vina ini Viona calon istri ponakan ku Rio.."
Viona dan Davina saling mengulurkan tangan bersalaman.
Setelah itu Om Tomy melanjutkan berkata,
"Dan ini Andi ...eh siapa mu ya Vin ? kekasih suami atau simpanan..ha..ha..ha..ha..!"
ucap Om Tomy sambil tertawa.
Kemudian dia melanjutkan berkata,
"Maaf nak Andi Om hanya bercanda saja, jangan di masukin ke hati ya.."
"Tidak apa-apa Om ..santai saja.."
ucap Andi tersenyum Canggung, sambil melirik kearah Viona yang terus menatap kearah nya. dengan tatapan kecewa.
Viona mengulurkan tangannya menyalami Andi.
Andi dapat merasakan tangan Viona yang dingin dan sedikit gemetar saat bersalaman dengan nya.
Andi tahu Viona pasti sakit hati dan salah paham dengan hubungan nya dan Davina.
Tapi saat ini dia tidak bisa menjelaskan ke Viona.
Lagipula saat ini dia memang tidak berhak mendekati, atau pun berbicara dengan Viona lagi.
Karena status Viona kini adalah kekasih Rio.
Dia tidak boleh mengganggu Viona, karena bisa mencelakai Viona sehingga melanggar kontrak dan bisa terkena penalti.
Di sisi lain Rio tersenyum puas melihat adegan Viona dan Andi di depan matanya.
"Om Tomy jangan bicara sembarangan, aku dan Andi cuma teman biasa, kami gak datang berdua kok.."
"Itu teman-teman kos ku ada di sana, dan dewi bisa jadi saksinya kok.."
ucap Davina berusaha meluruskan semua nya.
Meski di hati kecilnya sangat senang, tapi sebagai wanita dia juga punya gengsi, tidak mau sembarangan mengakui pria sebagai kekasihnya.
__ADS_1
Mau di taruh kemana mukanya nanti, bila Andi menolaknya.
Memang hubungan mereka berdua selama ini cukup akrab, tapi ini hanya sebatas teman saja tidak lebih.