AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERKUNJUNG KE TAMBAK UDANG


__ADS_3

" Nah boleh tuh.."


ucap Santi gembira dan semangat.


Dia ingin bersenang-senang tak ingin kembali ke kostnya yang sepi.


Dengan bersenang-senang bersama sahabatnya, Santi ingin melupakan peristiwa yang sangat tidak menyenangkan itu.


Lagipula Santi takut untuk tidur, dia takut akan bermimpi jelek bila tidur siang-siang begini.


Viona tersenyum dan berkata,


"Sekalian ajak kakak mu Sar.."


Santi kontan mendeliki Viona, Viona menanggapinya dengan tertawa sambil menutup mulutnya.


Sarah menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Dia tadi pulang, kami cuma ngobrol bentar, tidak sempat meminta nomer telponnya, dia sudah pergi lagi.."


"Kita-kita aja pergi main..lain kali baru hubungi dia, tar kalau hiking baru dia ikut.."


Viona mengangguk sambil tersenyum nakal melirik Santi, yang terus mendeliki nya dengan gemas.


"Ya udah kalau gitu, kita langsung berangkat aja sekarang.."


ucap Andi menengahi, kasihan dengan Santi yang terus di ganggu dan diledekin oleh Viona.


Santi dan Viona memasukkan berbagai buah dan sisa masakan Andi kedalam kotak kotak bekal makanan.


Setelah itu mereka membawanya dan menyimpan semua nya dibagasi mobil Sarah.


Baru mereka menyusul masuk kedalam mobil Sarah.


Santi duduk didepan menemani Sarah yang nyetir mobil, sedang Andi dan Viona duduk di bagian belakang berduaan.


Viona bersandar mesra didalam pelukan Andi, kendaraan baru jalan 15 menit Viona sudah kembali tertidur pulas dalam dekapan Andi.


"Dasar b*bi kecil lihat udah molor lagi dia.."


ucap Santi kesal, melihat tingkah Viona yang malas dan manja bila berdekatan dengan Andi.


Sarah hanya tersenyum tidak berkomentar, dia tahu persis Santi masih keki dengan Viona yang dari tadi terus meledek nya.


"Biarkan saja San..kalau dia bangun malah terus meledekin kamu."


ucap Andi membela Viona.


"Benar juga, dia molor kuping ku jadi lebih tenang.."


ucap Santi sambil beralih mencari-cari lagu di radio yang cocok.


"Ahh gak da lagu yang bagus lagi..*


ucap Santi kecewa setelah bolak balik mencari tidak menemukan Chanel yang cocok.


Sarah tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Kamu suka lagu apa ? di laci sana ada flashdisk, colokin aja kesini.."


"Kamu bisa cari sampai puas lagu yang kamu suka tak perlu kesal-kesal lagi.."


Santi menuruti kata-kata Sarah, dia membuka laci didepan nya, benar saja dia menemukan sebuah flashdisk kecil.


Begitu di colokin ke pemutar lagu, Santi pun bisa mendengar dan memilih-milih lagu yang dia suka.


Dengan senang hati Santi memilih lagu yang di sukai nya, kemudian menyimpannya menjadi satu setelah itu dia baru memutarnya.


Maka mesin pemutar lagu Sarah yang canggih akan otomatis memutar lagu pilihan Santi yang dia simpan saja.


Yang tidak di simpan akan dilewatkan begitu saja oleh mesin pemutar musik tersebut.


Sarah membiarkan Santi mengutak-atik sendiri, dia tetap fokus mengendarai kendaraannya yang mulai masuk ke jalan menuju luar kota.


Sedangkan Andi duduk santai menatap keluar jendela melihat pemandangan di luar sambil larut dalam pikirannya sendiri.


Andi sedang berpikir bagaimana dia menghadapi perasaannya, saat hari Senin nanti bila melihat Viona jalan bersama Rio.


Tanpa sadar Andi mengeratkan pelukannya, seakan-akan takut kelak tidak bisa memeluknya seperti ini lagi.


Andi sesekali menatap wajah kekasih yang sangat di cintai nya itu.


"Sungguh tidak mudah akhirnya bisa bersama, tapi kenapa begitu singkat harus kembali berpisah ..?"


"Bila akhirnya harus di pisahkan kenapa harus ada pertemuan.."


"Takdir benar-benar mempermainkan nasib orang.."


Batin Andi di dalam hati.


Takut Viona semakin sedih dan bimbang dalam mengambil keputusan.


Andi tidak ingin Viona hidup tersiksa dan tidak bahagia.


Andi pelan-pelan mencium pipi Viona dengan lembut.


Viona masih tetap tidur, dia hanya bergumam kecil tak jelas.


Andi tidak menyadari Sarah mengintip setiap gerak geriknya dari kaca spion.


Sarah sedikit iri dengan keberuntungan Viona yang bisa mendapatkan cinta dari Andi.


Alangkah bahagianya, bila yang di cintai oleh Andi adalah dirinya, dia tidak perlu lagi repot-repot menghindar pergi ke negara asing.


Di mana di sana hidup seorang diri tanpa teman ataupun sahabat.


Tak terasa mobil Sarah sudah menempuh perjalanan hampir 3 jam, mereka mulai memasuki wilayah kawasan tepi pantai yang indah panorama nya.


Angin laut yang hangat mulai menerpa wajahnya, saat dia membuka kaca jendela.


Menikmati angin pesisir laut di sore hari.


Viona pun mulai bangun dan menggerak-gerakkan bulu matanya yang lentik.


Perlahan-lahan matanya yang indah terbuka menatap Andi sambil tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Aku mencium bau air laut, kita sudah hampir sampai ya ?"


Andi mengangguk dan berkata,


"Mungkin hampir sampai, kini sepanjang mata memandang, di luar memang cuma ada hamparan pasir pantai dan laut biru.."


"Benar Vi paling 10 menit lagi juga udah sampai di lokasi penangkaran."


ucap Sarah sambil nyetir.


Viona sedikit membenarkan posisi duduknya, kemudian ikut menatap keluar jendela.


Pemandangan pantai dan laut yang terhampar di luar langsung menyambut arah pandangan nya.


Viona memandang dengan takjub pemandangan yang terhampar di depan matanya.


Mereka berempat larut dalam keheningan menikmati pemandangan pantai laut dan batu karang yang berserakan di tepi pantai.


Tak lama kemudian mobil Sarah pun berhenti di sebuah pintu gerbang besi yang besar.


Sarah membunyikan klakson mobil nya beberapa kali, seorang satpam membuka pintu kecil dari samping gerbang utama.


Saat melihat yang datang adalah Sarah, dia langsung tersenyum lebar dan berkata,


"Ehh non Sarah yang datang...sebentar om bukakan pintu gerbang nya.."


Sarah mengangguk dan berkata,


"Makasih Om Theo...!"


Satpam itu mengangguk kemudian buru-buru membuka gerbang pintu, agar mobil Sarah bisa masuk kedalam.


Setelah mobil Sarah masuk pintu gerbang pun ditutup kembali dengan cepat.


Sarah memarkirkan mobilnya secara sembarang karena lokasi di dalam sangat luas.


"Ayo kita turun.."


ucap Sarah mematikan mesin mobil nya.


Mereka berempat begitu turun dari mobil satpam yang di panggil Om Theo tadi langsung datang menyambut dan menyalami mereka berempat satu persatu dengan ramah.


"Non Sarah tumben main kemari, ? gimana kabar tuan dan nyonya..?"


tanya Om Theo sambil menunjukkan jalan buat Sarah dan rombongannya.


Sarah tersenyum pahit dan berkata,


"Mereka baik Om, hanya masih seperti biasa jarang pulang rumah.."


Om Theo tertawa kemudian dia berkata,


"Non Sarah datang sangat kebetulan, itu anak-anak sedang panen Kepiting di sebelah sana."


"Di sebelah ujung sana mereka sedang panen udang.."


"Ayo ikut Om lihat-lihat kesana.."

__ADS_1


"Om ada kepiting yang bercangkang lunak tidak ?"


tanya Sarah tiba-tiba.


__ADS_2