AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PERTEMUAN TAK TERDUGA 2


__ADS_3

Andi sendiri tidak pernah menyatakan secara langsung perasaan Andi pada nya.


Om Tomy tertawa dan berkata,


"Saat ini mungkin tidak, tapi masa depan kan gak ada yang tahu..benar tidak..? ha..ha..ha..!"


"Kalau itu sih urusan nanti, yang jelas saat ini kami tidak.."


ucap Davina menegaskan.


Mendengar ucapan Davina, hari Viona terasa lebih lega.


Tapi ekspresi wajah Viona masih kesal dan kecewa.


Dia tidak suka Andi berdekatan dengan gadis lain selain dirinya.


Dia merasa Andi sudah menghianati janji suci di antara mereka dulu.


Dimana Andi pernah berjanji padanya, Andi tidak akan pergi kemanapun bersama gadis lain bila tidak bersama nya.


Tapi baru dua hari menjalani pisah sementara, Andi sudah keluar keluyuran bersama wanita lain, bukan hanya satu tapi 6.


Dan parahnya lagi, Andi datang ke pesta ini.


sama sekali tidak pernah memberitahu kan dirinya.


Andi bisa melihat dengan jelas Viona masih kesal dan kecewa dengan nya.


Andi memilih diam sedikit menunduk menghindari tatapan mata Viona.


Davina dapat merasakan Andi sepertinya kurang nyaman berada di sana, dia pun berkata,


"Maaf kapten Tomy, kami permisi kesana dulu, teman-teman ku masih menunggu di sana ."


"Ohh begitu.. silahkan.. silahkan..makasih Vin sudah datang meramaikan.."


ucap Om Tomy ramah.


Memanfaatkan momen itu, Andi pun ikut berdiri dan berkata,


"Om Tomy aku ikut permisi dulu.."


"Ohh ya silahkan nak Andi, senang berkenalan dengan anda.."


ucap Om Tomy sambil menyalami Andi.


Andi mengangguk kecil kearah Viona, Viona langsung membuang muka.


Menanggapi sikap Viona, Andi hanya bisa menghela nafas lalu berlalu dari sana bersama Davina.


Saat mereka berjalan berdua menuju balkon, Davina tiba-tiba bertanya,


"Di..kamu sepertinya kurang nyaman saat kita berada di tempat Om Tomy,.. kenapa ?"


Andi tersenyum canggung dan berkata,


"Aku hanya merasa minder Vin,..di hadapan mereka aku cuma seorang mahasiswa pengangguran.."

__ADS_1


"Aku takut hanya membuat mu malu saja, bila terus disana.."


ucap Andi sedikit berbohong.


Davina mengangguk mengerti dan berkata,


"Kamu jangan pernah merasa minder seperti itu, di dunia ini tidak ada yang sempurna.."


"Yang penting kita bersemangat dan bekerja keras, pantang menyerah."


"Sekarang mungkin kamu cuma mahasiswa, tapi saat tamat nanti dengan bekal pendidikan mu."


"Sapa tahu suatu hari kamu adalah direktur ataupun CEO perusahaan besar, atau bahkan menjadi pemiliknya."


"Semua itu bisa saja terjadi, sedangkan kami yang tamat SMA langsung bekerja, sekarang terlihat hebat di mata mu.."


"Tapi secara kasarnya bila di bicarakan, kami ini hanya pelayan dan sopir pesawat, nama dan gelar yang diberikan hanya untuk menjaga prestise saja.."


ucap Davina menjelaskan sambil menghentikan langkahnya menatap Andi dengan serius.


Andi mengangguk dan berkata,


"Terimakasih banyak Vin atas nasehatnya barusan.."


Sambil berbicara dengan Davina, Andi diam-diam melihat kearah Viona, ingin tahu apa yang sedang di lakukan oleh Viona di sana


Tapi Andi tidak melihat Viona di sana, dia hanya melihat Rio Om Tomy dan Dewi yang ada di sana.


Kemana Viona batin Andi cemas, sambil mengedarkan pandangannya.


Setelah tadi bertemu Viona, mood Andi untuk datang ke pesta bersenang-senang, agar bisa melupakan kesepiannya sudah hilang.


Tapi untuk langsung pergi dari sana, Andi tidak enak hati dengan teman-teman nya.


lagipula kalau pun saat ini juga dia pulang, itu juga tidak akan merubah pandangan Viona pada dirinya.


Andi kali ini benar-benar merasa bersalah dan menyesal, apalagi saat dia teringat dulu ketika dia pergi berdua dengan Sarah.


Dia pernah berjanji pada Viona, tidak akan pernah pergi kemanapun dengan gadis lain


tanpa Viona, tapi kini dia malah melanggarnya.


Saat mereka kembali berkumpul dengan teman-teman nya, Andi berpura-pura semua baik-baik saja.


Padahal hatinya tidak pernah sedetikpun tidak mencemaskan Viona.


Andi bersikap begitu, hanya tidak ingin teman-teman nya tahu tentang permasalahan dirinya Viona dan Rio yang ribet.


Lagipula hal itu menyangkut rahasia pribadi Viona, Andi tidak akan pernah sembarangan bercerita ke teman-teman nya ini.


Di saat Andi sedang asyik mendengarkan cerita pengalaman di tempat kerja masing-masing gadis itu.


Tiba-tiba HP Andi berbunyi, Andi buru-buru melihat HP-nya.


Saat melihat Viona mengirimnya pesan, Andi buru-buru menjauh dari teman-temannya.


Dia membuka HP nya, untuk melihat isi pesan dari Viona.

__ADS_1


"Di..aku menunggumu dekat toilet wanita."


Begitu membaca pesan teks tersebut, Andi pun buru-buru menghampiri temannya dan berkata,


"Maaf aku sedikit kebelet, mau ke toilet bentar.."


"Kamu tahu letak Toilet di mana ? biar aku antar ya.."


ucap Davina menawarkan diri.


Andi sambil tersenyum berkata,


"Tidak usah Vin makasih, aku tahu kok toilet pria di ujung sana, sedang kan toilet wanita diseberang nya.


Andi tahu tempat tersebut, ketika Davina mengajak nya berkeliling tadi, secara kebetulan Andi melihatnya.


"Ok hati-hati..kalau tersesat telpon saja, rumah Om Tomy sangat besar soalnya.."


ucap Davina mengingatkan Andi.


Andi mengangguk kemudian dia buru-buru pergi menuju Toilet.


Sampai di dekat toilet Andi celingukan melihat kesana kemari dengan bingung.


Tiba-tiba lengannya di gandeng dari belakang, dia ditarik masuk kedalam Toilet wanita.


Andi sedikit terkejut, dan ingin memberontak, tapi saat melihat yang menarik lengannya adalah Viona.


Andi pun tanpa banyak bicara mengikuti arah tarikan Viona, yang membawanya kedalam kamar WC, yang terletak di dalam toilet wanita.


Di dalam WC yang sempit Viona berdiri di hadapan Andi dan berkata,


"Aku tahu kalian cuma berteman, tapi aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan mereka.."


"Kamu sudah melanggar janji mu pada ku, terus terang aku sangat kecewa.."


"Tapi aku sudah memutuskan memaafkan mu, karena aku sangat mencintaimu.."


Sehabis berkata Viona langsung memeluk Andi, dan menciumnya dengan mesra, sambil berjinjit dan melingkarkan tangannya di belakang leher Andi.


Andi sedikit terkejut, tapi kemudian dia pun membalas luapan kerinduan Viona, dengan ciuman yang sama mesranya, sambil meletakkan tangan nya di pinggul Viona.


Andi meluapkan rasa sepi dan rindunya dengan ciuman panjang.


Andi baru melepaskan ciumannya, saat merasakan dada Viona mulai bergelombang.


Dengan nafas sedikit terengah-engah, Viona menyandarkan kepalanya di dada Andi.


Sambil membelai kepala Viona, Andi berkata,


"Maafkan aku Vi aku telah membuat mu kecewa.


"Aku akan pulang duluan sekarang, dan tidak akan pernah pergi lagi, dengan gadis mana pun.."


"Terimakasih atas cinta dan pengertian mu.."


Selesai berucap Andi mencium kepala Viona.

__ADS_1


Melepaskan pelukan Viona, lalu langsung meninggalkan tempat itu.


__ADS_2