
Selain dirinya yang tidak normal lebih menyukai Andi ketimbang Rio.
Mungkin semua gadis di kampus ini akan memiliki pilihan yang sama seperti sahabatnya ini.
"San pasti dia San, makanya mereka hari ini tidak berani memberi hukuman pada ku."
ucap Viona yakin dan terlihat sangat antusias dan senang.
"Siapa maksud mu ?"
tanya Santi pura-pura bodoh.
"Yaelah..! kamu San tulalit banget sih, ya Rio lah maksud ku."
ucap Viona sambil memukul lengan atas Santi.
"Bisa siapa lagi coba ?"
ucap Viona sambil tersenyum girang.
Santi tersenyum pahit dan berkata,
"Bisa aja orang lain, lebih baik jangan terlalu ngarep, tar kecewa.."
Viona tidak terlalu perduli dengan kode yang Santi berikan, dia hanya menanggapinya dengan menjulurkan lidah dan memicingkan sebelah matanya menggoda teman baiknya itu.
Lalu dia sibuk termenung sendiri membayangkan ketampanan dan kekerenan Rio yang datang menolongnya kemaren pagi.
Sedangkan Santi memilih melihat kearah sekitarnya.
Akhirnya Santi menemukan yang sedang dia cari-cari.
Tidak jauh dari tempat duduk mereka terlihat seorang pria duduk santai di bawah pohon rindang.
Pria tersebut mengenakan topi yang menutupi sebagian wajahnya, tapi Santi tetap mengenalinya.
Pria itu terlihat membawa sebuah buku, tapi tidak di lihatnya, matanya selalu tidak pernah lepas memperhatikan Viona.
Saat menyadari Santi telah melihat posisi nya, pria itu segera memberi kode ke Santi agar diam.
Dia lalu menurunkan topinya ke bawah buru-buru berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Santi hanya bisa menggelengkan kepalanya, Santi sangat iri dengan Viona yang bisa mendapatkan cinta yang begitu tulus dari Andi.
Bila dia ada di posisi Viona, Santi pasti tidak akan berpikir untuk segera pergi memeluk dan menyatakan perasaannya lebih dulu ke Andi.
__ADS_1
Sayang nya, Santi tetap Santi, selamanya dia tidak mungkin bisa jadi Viona buat Andi.
Meski Viona sangat cantik, tapi Santi sebenarnya juga tidak kalah cantik.
Perbedaan mereka hanya, Viona lebih feminim dan lemah lembut.
Santi lebih tomboy pemberani dan agak kasar.
Setelah posisinya tadi di ketahui oleh Santi, Andi memilih pergi ke perpustakaan kampus yang terletak di lantai 3, Andi mencari posisi tempat duduk di perpustakaan yang jendelanya menghadap kearah halaman kampus.
Di mana dari tempat tersebut, Andi bisa dengan bebas melihat para CAMA CAMI sedang mengikuti kegiatan OSPEK.
Dengan begitu Andi bisa diam-diam memperhatikan memantau dan berusaha membantu Viona bila dia berada dalam kesulitan.
Tanpa terasa OSPEK yang berjalan selama tiga hari pun berlalu.
Selama dua hari terakhir OSPEK, Viona bisa melewatinya dengan mudah, dia mendapatkan banyak kemudahan dari mentor-mentor nya.
Mentor-mentor nya terlihat sangat berhati-hati dalam memberikan tugas kepada nya, tak jarang dua mentor pria itu malah membantunya secara diam-diam menyelesaikan tugas Viona.
Viona yang mengira semua ini berkat kuasa dan bantuan dari Rio, hatinya semakin kagum dan mengidolakan Rio.
Di penghujung acara di malam api unggun, semua panitia dan para calon mahasiswa terlihat berkumpul bersama mengelilingi api unggun .
Viona dan Santi terlihat duduk di sebelah Rio, Viona terlihat ngobrol dengan sangat asyik bersama Rio.
Viona berulang kali menyampaikan rasa terimakasih nya ke Rio, meski Rio sedikit bingung, tapi dia tidak menolaknya.
Karena sebenarnya dia juga sangat tertarik dan ingin terus berdekatan dengan Viona yang sangat cantik dan menarik.
Rio ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk saling mengenal lebih dekat dan akrab dengan Viona.
Santi yang tidak ingin menjadi lalat pengganggu, akhirnya memilih duduk sendirian menatap api unggun di hadapannya.
Andi yang tidak pernah aktip berpartisipasi dalam berbagai acara kampus, dia tidak bisa ikut di acara tersebut.
Apalagi Andi termasuk salah satu mahasiswa yang memilih tidak mengikuti OSPEK dulunya.
Andi memilih hal itu demi penghematan, karena bila berpartisipasi dalam acara tersebut, cukup banyak biaya aneh-aneh yang harus di keluarkan olehnya
Andi terlihat sibuk belajar seorang diri di kamar kostnya, Andi bila sedang santai dia lebih suka membuka buku pelajarannya.
Mempelajari ulang buku-buku catatan hasil tulisan dia sendiri.
Andi lakukan hal itu agar ketika ujian semesteran tiba, Andi sudah tidak perlu terlalu sibuk mempelajarinya.
__ADS_1
Karena Andi sudah mencicilnya jauh-jauh hari, sebelum hari ujian tiba.
Setelah lepas dari acara malam keakraban, masing-masing terlibat dalam kesibukan sendiri, Viona dan Santi sibuk dengan perkuliahan mereka.
Sedangkan Rio sibuk dengan tugas-tugas sebagai ketua organisasi dan masalah kampus, serta harus mengejar berbagai ketertinggalan nya, dalam mata kuliah yang dia ambil.
Beberapa kali Rio sempat menghubungi Viona, untuk bertemu dan jalan bersama, begitu juga dengan Viona.
Tapi dari sekian kali mereka saling kontak, mereka tidak pernah menemukan waktu yang tepat untuk bertemu.
Di saat Rio ada waktu Viona yang sibuk, di saat Viona santai gantian Rio yang sibuk.
Sehingga mereka hanya seringnya mengobrol via telpon saja, hampir tidak punya waktu untuk bertemu langsung.
Sesekali mereka berpapasan di kampus pun hanya just say hello saja.
Hari-hari terus berlalu, tanpa terasa Viona dan Santi sudah menyelesaikan semester pertama mereka.
Mereka kini di ijinkan mengikuti berbagai kegiatan kampus yang banyak pilihan ragamnya.
Setelah memilih-milih Viona dan Santi akhirnya memilih kegiatan extra kurikuler badminton dan perkumpulan keagamaan.
Judulnya keagamaan tapi kegiatan di dalam nya jelas bukan buat belajar agama.
Tapi lebih cenderung ke perkumpulan remaja yang satu aliran agama mengobrol dan bercanda bersama.
Sebulan sekali di adakan karya wisata bersama, kadang-kadang kegiatan gotong royong kebersihan di berbagai tempat.
Jalan sehat dan berbagai macam kegiatan lain nya yang menyenangkan dan mengurangi stress menghadapi pelajaran mata kuliah yang menjadi kurikulum wajib.
Sedangkan di extra kurikuler badminton, para peserta bebas bermain bergantian dalam bentuk permainan olahraga yang menyenangkan bukan dituntut latihan seperti atlit-atlit badminton.
Viona memilih kedua macam acara ini, karena di kedua macam extra kurikuler ini, Rio aktip berpartisipasi di sana.
Viona berharap dengan berpartisipasi dalam kedua kegiatan tersebut, dia bisa punya waktu lebih banyak untuk berdekatan dengan Rio.
Sedangkan Santi hanya mengikuti saja apapun yang dipilih oleh temannya Viona.
Viona maupun Santi tidak menyadari, Andi pun ternyata berpartisipasi cukup aktif dalam kedua macam kegiatan tersebut.
Pertemuan pertama mereka terjadi dalam acara pertandingan badminton.
Yang mana pertandingan tersebut di selenggarakan dalam bentuk pertandingan ganda campuran.
Para peserta di pilih secara acak melalui undian yang disiapkan oleh pihak panitia acara.
__ADS_1