
Di bawah Santi terlihat ikan hiu itu membuka moncongnya lebar-lebar, siap menyambut tubuh Santi yang terlempar kebawah.
Andi berdiri mematung tidak tahu harus berbuat apa,, karena di gendongan nya sendiri masih ada Viona .
Andi tidak bisa leluasa bergerak pergi menolong Santi.
"Santi awas...!!!"
teriak Viona dan Sarah kompak dengan mata terbelalak kaget.
Ketika tubuh Santi sedang meluncur kebawah, tiba-tiba muncul sesosok tubuh tinggi besar melayang di atas air, menapak dengan ringan.
Dia mendaratkan sebuah tendangan kearah moncong ikan tersebut, hingga membuat ikan hiu berukuran belasan meter itu terlempar keluar dari kolam.
Sosok itu setelah menendang ikan Hiu raksasa itu, dia menyambar pinggang Santi dengan lembut, lalu membawanya melayang ke tepi kolam dengan ringan.
Santi yang terselamatkan dan berada dalam pelukan sosok itu, menatap pria penolong nya dengan mata terbuka lebar tidak berkedip.
Jantung Santi berdebar keras wajahnya memerah, dia buru-buru melepaskan pelukan tangannya, yang secara reflek tadi melingkar di belakang leher pria itu.
Pria itu sambil tersenyum lembut membantu Santi untuk berdiri di sampingnya, kemudian dengan suara berat dia berkata,
"Kamu tidak apa-apa kan San,? maaf membuat mu kaget.."
Santi tersenyum canggung dan berkata,
"Terimakasih banyak James.."
"Kakak..!!"
teriak Sarah kaget saat melihat kehadiran kakaknya secara tiba-tiba ada ditempat itu.
"Kakak kenapa bisa ada di sini..?"
tanya Sarah heran sambil berjalan menghampiri kakaknya.
Om Theo juga menatap kearah James dengan terkejut, dia buru-buru mengikuti Sarah dari belakang menjaga nona nya jangan sampai terpeleset jatuh kedalam kolam.
Om Theo tidak mengenali James tuan mudanya lagi, karena dulu saat mereka bertemu James masih kecil.
Itupun pertemuan mereka cuma beberapa kali saja, saat James diajak ayahnya main kemari.
James tersenyum dan berkata,
"Aku kebetulan sedang memancing di sana, itu kapal speed boat ku ada di sana.."
"Ketika melihat ada orang yang sedang dalam bahaya aku pun bergegas datang menolong."
"Tidak tahunya, ternyata adalah kamu dan teman-temanmu.."
ucap James santai.
Santi tertunduk malu dengan wajah merah, jantung nya masih berdebar-debar dengan kencang, dia bahkan tidak berani mengangkat kepalanya menatap kearah James.
Dia hanya berani sesekali mencuri pandang dengan sudut matanya.
__ADS_1
Saat secara kebetulan James sedang tersenyum lembut menatap kearah nya.
Santi buru-buru menundukkan kepalanya dalam dalam, dia sangat malu saat ketahuan sedang mencuri pandang menatap senyum James yang sangat menawan itu.
Jantung Santi berdebar semakin kencang serasa mau meledak.
"Apakah aku benar-benar telah jatuh cinta padanya ?"
tanya Santi dalam hati.
Karena perasaan seperti hanya muncul sekali dalam hidupnya, yaitu saat sedang di bonceng oleh Andi pria yang sangat di cintai nya secara diam-diam itu.
Saat ini adalah kali kedua Santi merasakan hal itu, tapi kini bukan dengan Andi melainkan dengan James kakak nya Sarah.
Santi buru-buru menggelengkan kepalanya mengigit bibirnya dan membantahnya.
Tidak mungkin.
"Santi...Santi...kamu jangan berkhayal berlebihan, kamu itu siapa dia itu siapa.?"
"Kalian bagai bumi dan langit, mana mungkin dia bisa suka padamu..?"
"Tanpa peristiwa memalukan itu saja, dia tidak mungkin menyukai mu.."
"Apalagi dengan adanya peristiwa memalukan itu, ini semua menjadi semakin tidak mungkin."
"Kamu bagaikan punguk merindukan bulan, kamu hanya akan mempermalukan diri mu sendiri Santi... sadarlah kamu.."
"Jangan pernah berkhayal terlalu tinggi nanti jatuhnya bakal sangat menyakitkan.."
Di tempat lain setelah James menyelamatkan Santi.
Viona berteriak dengan kaget sambil menunjuk kearah kolam,
"Andi lihat..ikan itu mati...!!"
Andi menoleh melihatnya, hatinya sangat kaget, tadi pun dia sudah sangat kaget dengan kehadiran kakak Sarah yang muncul tiba-tiba sambil berjalan diatas air.
Menurut kakeknya orang yang memiliki kemampuan seperti ini, adalah orang yang menguasai ilmu ringan tubuh tingkat tinggi.
Tidak di sangka hari ini dia malah melihat dengan mata kepala sendiri kakak Sarah melakukan hal itu dengan mudah.
Kini saat melihat kearah yang ditunjuk oleh Viona, dia semakin kaget, ikan Hiu sebesar itu hanya sekali tendang langsung mati mengambang.
Ini benar-benar sulit dipercaya, tendangan seperti apa yang memiliki daya perusak sekuat itu.
Kelihatannya kakak Sarah ini bukan orang sembarangan, dia pasti memiliki latar belakang yang luar biasa.
Batin Andi di dalam hati.
Andi sambil menggendong Viona di punggungnya dia berjalan menghampiri Santi Sarah James dan Om Theo yang sedang ngobrol.
Sambil pura-pura bodoh seakan-akan tidak tahu apa-apa Andi berkata,
"Pak Theo hari ini kita sungguh beruntung, kita di beri bonus seekor ikan besar secara gratis."
__ADS_1
"Ayo suruh anak buah Om mengangkatnya ramai-ramai,
"Nanti biar saya memotong dan mengolahnya menjadi masakan yang enak-enak buat makan malam kita."
Mendengar soal makan enak, Om Theo langsung tertawa lebar, dia lalu buru-buru berlari memanggil anak buahnya ,
Semua anak buahnya buru-buru datang membantunya mengangkat Ikan hiu besar tersebut.
Untuk di bawa ke dapur, sesuai pesan Andi.
Andi sendiri setelah menurunkan Viona ditempat aman, dia pun berkata,
"Semuanya, untuk menghemat waktu, aku mau pergi bersiap-siap memasak dan mempersiapkan bahan bahan nya.."
"Aku ikut di..."
ucap Viona sambil mengikuti Andi.
Sambil tersenyum lembut Andi menggandeng Viona meninggalkan tempat tersebut.
Santi hampir saja mengatai Viona ganjen, tapi berhubung di sana ada James, dia pun menahan diri.
Takutnya Viona nanti malah membalasnya dengan membuka rahasianya yang malu-maluin.
"Nah kebetulan kakak ada di sini, mana nomor telpon kakak yang bisa di hubungi.."
ucap Sarah menodong kakaknya, yang seperti seekor naga sakti yang hanya terlihat kepala tanpa terlihat ekornya.
Sambil tersenyum tak berdaya, James mengeluarkan HP nya lalu berkata,
"Sebutkan nomor mu tar saya miscall kesana."
Sarah pun menyebutkan nomor ponselnya dengan lancar.
Tak lama kemudian HP nya pun berbunyi, dia buru-buru mengeluarkan HP nya dan menyimpan nomor kakaknya.
Lalu tiba-tiba ponsel milik Santi berbunyi dengan terkejut Santi buru-buru mengeluarkan ponselnya.
Bersamaan dengan HP Santi, tiba-tiba ponsel James juga berbunyi.
Kedua orang itu menatap heran ke ponsel mereka dengan kompak, mereka berdua melihat kearah Sarah dan berkata,
"Apa ini Sar..?"
Menyadari kekompakan mereka, James tersenyum menatap Santi.
Santi tersenyum canggung lalu buru-buru menoleh kearah Sarah.
Sarah tertawa dan berkata,
"Kompak banget kalian, kelihatannya emang jodoh.."
"Itu nomer ponsel kalian masing-masing silahkan diteruskan ngobrol nya."
"Aku tidak mau jadi lampu merah penggangu di sini, lebih baik aku main kedapur melihat Andi masak.."
__ADS_1