AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
AKHIR PERTANDINGAN RIO DAN SUSI


__ADS_3

Di babak kedua permainan mulai berubah, Susi mulai membalas menekan kearah Sarah, secara bertubi-tubi sengaja menganggurkan Andi ..


Melihat hal yang di lakukan Susi,


para penonton yang sebagian besar adalah pendukung Andi, mulai menyoraki Susi setiap dia berhasil memperoleh point' dari Sarah.


Tapi Susi bermental baja, dia tidak perduli dengan cemoohan, yang datang dari bangku penonton.


Andi hanya bisa menjadi penonton, melihat Sarah terus diincar oleh Susi dan Rio secara kompak.


Perlahan-lahan mereka mulai mendulang nilai dari kesalahan pengembalian Sarah, yang keteteran.


Andi tidak bisa sembarangan maju, karena bisa bertabrakan dengan Sarah.


Dia hanya bisa menunggu kesempatan.


Saat Sarah mati langkah, ataupun melepaskan untuk dia ambil, karena bola terlalu sulit di jangkau.


Tapi dengan cerdik Susi, tetap mengembalikan bola yang diambil oleh Andi dikembalikan lagi ke Sarah.


Sehingga Andi benar-benar tidak berdaya, saat melihat hasil musuh sudah 10, mereka masih 0 Andi berbisik pada Sarah,


"Sar lepaskan saja set ini untuk mereka, kita hemat tenaga saja, tar di set ketiga baru kita main lagi."


"Berikan saja kepada mereka, untuk Smash sesuka hati.."


"Kita cukup nangkis saja..."


Sarah mengangguk, meski hatinya gak rela, tapi dia mengerti maksud Andi.


Maka Sisa 5 point' terakhir Susi dan Rio harus bekerja keras, melakukan Smash kearah Sarah dan Andi yang berdiri kokoh bagai tembok, menyambut setiap Smash keras dari kedua orang itu.


Kedua orang itu kembali fokus menekan kearah Sarah.


Meski berhasil mengembalikan Smash mereka sampai 3 atau 4 kali.


Tetapi tetap saja akhirnya Sarah nyerah.


Point' demi point' mereka raih, hingga akhirnya set kedua pun selesai dengan skor 15 1.


Satu-satunya point' diperoleh karena kesalahan Rio, yang bolanya nyangkut di net.


Saat nerima servis pendek dari Andi.


Di babak ke 3 Viona dan Santi yang sudah kekenyangan, kembali ke lapangan 3 memberikan dukungan ke Andi dan Sarah.


Melihat kedatangan kedua orang itu, Andi pun tersenyum tenang, dan mulai bisa mengembalikan fokus nya.


Tadi karena mengkhawatirkan kedua orang itu yang sudah pergi lama gak kembali-kembali, Andi di babak kedua agak sedikit gagal fokus.


Untungnya hal ini tidak terlihat oleh Sarah, karena Andi bisa menutupi dengan ketenangannya.

__ADS_1


Lagipula Sarah yang terus diincar, juga merasa sedikit frustasi.


Di babak ke 3 sebelum mulai pertandingan Andi berbisik pada Sarah,


"Sar nanti bila mereka kembali menekan mu, saat aku menyerobot bola mu."


"Kamu langsung lari kedepan saja, fokus jaga depan, urusan lain serahkan pada ku.."


Sarah mengangguk, dia tahu mungkin ini satu-satunya cara, untuk mengalahkan Susi yang cerdik dan sangat pintar mengatur ritme pertandingan.


Pertandingan pun kembali di mulai, begitu bola dilepaskan oleh Rio ke Andi.


Dan dikembalikan oleh Andi, Susi kembali mulai memberikan bola ke Sarah, dan akan mengincarnya lagi.


Para penonton Kembali mulai berteriak mencemooh Susi.


Tapi Susi kecele, karena Sarah tiba-tiba berlari kedepan, meninggalkan posisinya di isi oleh Andi.


Tanpa buang kesempatan Andi memberikan Smash kerasnya bukan ketempat kosong.


Tapi Dia mengincar kepala Rio,


"Bleetakkk..!!"


Rio sampai terjengkang ke belakang, karena kepalanya diincar bola yang dilesatkan oleh Andi, dengan kecepatan tinggi sulit di hindarkan.


Suara sorakan teriakan dan tertawa penonton menghiasi seluruh gedung olahraga.


Rio menatap Andi dengan marah dan geram, tapi dia tidak bisa apa-apa, gerakan Andi sah dan tidak dilarang.


Tidak ada yang lolos dari incaran smash Andi yang sangat keras.


Setiap kali berhasil mengenai sasaran, pasti terdengar suara tertawa penonton, yang memekakkan telinga, mewarnai suasana gedung olahraga


Rio sampai frustasi, dan konsentrasinya buyar di buat Andi, apalagi penonton tidak berhenti mengejek dan menertawainya


Tapi Susi malah menyuruhnya tetap jaga depan, agar Susi bisa bergerak bebas melayani Permainan Andi.


Susi tidak bisa lagi menekan Sarah, karena Sarah kini menunduk dibawah net berjaga didepan.


Karena berulang kali terus menerus mengincar Rio, Rio dengan emosi melempar raketnya ke atas lantai hingga patah jadi dua.


Lalu dia maju melakukan protes keras kepada wasit, akhirnya wasit memanggil Andi dan memberikan teguran.


Suara cemoohan dari sorakan riuh rendah penonton, kembali terdengar, saat mereka melihat aksi protes Rio ke wasit.


Akibat protes yang di layangkan oleh Rio, Andi tidak bisa lagi melakukan aksinya mengincar Rio.


Dia harus mencari akal lain, menekan Susi habis-habisan.


Akhirnya Andi memutuskan memilih bermain adu fisik stamina dengan Susi.

__ADS_1


Dimana Susi diajak bermain rally berdua, sehingga dari Permainan double kini berubah mirip Permainan single.


Susi melayani Andi dengan senang hati, mereka saling lop saling dropshot tajam di lapangan tengah.


Tapi setelah melayani Andi bermain rally hampir 1 jam tanpa jeda, akhirnya nafas Susi Mulai terganggu.


Dia mulai kelelahan, tidak sanggup melayani Permainan rally Andi lagi.


Melihat Susi mulai terlihat lelah,


Andi mempercepat ritme rally mereka, sehingga Susi benar-benar kerepotan, stamina nya dengan cepat drop.


wajahnya mulai pucat, nafasnya yang tersengal-sengal mulai terlihat, bajunya sudah basah kuyup seperti mandi.


Melihat keadaan Susi, Andi menambah kecepatan permainan dengan mulai memberikan Smash ringan, kekiri dan ke kanan dengan terarah.


Susi semakin pontang-panting, akhirnya dia tidak kuat lagi mengejar, dia terpaksa membiarkan bola masuk.


Dia hanya bisa meletakkan kedua tangannya di pinggang, menahan rasa kram di perutnya.


Suara tepuk tangan penonton kembali memenuhi ruangan pertandingan, saat mereka melihat Susi sudah tidak sanggup lagi melayani Permainan Andi.


Melihat kondisi Susi, Rio menawarkan diri menggantikan posisi Susi, Susi yang sudah kehabisan tenaga dan nafas, hanya bisa mengangguk dengan pasrah.


Tapi dengan bertukarnya Rio menggantikan Susi, keadaan semakin kacau.


Tapi Susi memang tidak berdaya dan tidak sanggup mencegahnya lagi.


Point' demi point' di dapatkan Andi dengan mudah.


Suara sorakan penonton semakin bergema, memenuhi seluruh gedung olahraga.


Mereka terus meneriakkan nama Andi dan Sarah secara bergantian.


Hingga akhirnya pertandingan pun selesai dengan angka 15 5.


Tepuk tangan gegap gempita mewarnai seluruh ruangan, merayakan kemenangan Andi dan Sarah


Andi dan Sarah pun keluar sebagai pemenang, begitu pertandingan usai.


Para pemain maju berjabat tangan, tapi Rio dengan kasar menepis tangan Andi karena masih kesal di jadikan sasaran tembak oleh Andi.


Tindakan Rio yang tidak sportif, langsung mendapat cemoohan dan ejekan dari penonton.


Sebaliknya Susi Tersenyum manis menyalami Andi dan berkata,


"Kalau ada waktu datanglah ke pesta ulang tahun ku malam Minggu ini.."


Andi Tersenyum dan berkata,


"Terimakasih .."

__ADS_1


Foto Susi



__ADS_2