AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERTEMU KAKEK SARAH


__ADS_3

"Aku hanya memiliki dua cucu yang pertama adalah James, kakak Sarah yang sudah lama menghilang dari rumah.."


"Sampai sekarang aku pun tidak tahu cucu ku itu, masih hidup atau malah sudah tiada.."


"Harapan ku dan ayah Sarah kini hanya bertumpu pada Sarah seorang.."


"Jadi nak Andi paham kan seberapa pentingnya Sarah bagi kami, karena dia kelak adalah pewaris tunggal group KY kami."


"Besar harapan kami, kelak Sarah dan suaminya lah, yang akan membantu kami meneruskan kerajaan bisnis groups KY.."


"Kami berharap lewat tangannya dan suaminya kelak, mereka bisa membesarkan dan mengembangkan Group itu menjadi lebih besar lagi.."


Andi mengangguk dan tersenyum mendengar kan cerita kakek Sarah.


"Tak hanya sampai di situ, ibu Sarah sendiri sampai saat ini masih aktip di kepolisian dengan pangkat Komjen."


"Sedangkan kedua kakak dari ibunya Sarah, adalah jendral bintang 4 di angkatan udara dan darat."


ucap Kakek Sarah menjelaskan dengan bangga.


Andi tidak berkomentar, dia hanya tersenyum sopan, menunggu apa yang akan menjadi topik sebenarnya dari topik pembukaan ini.


"Nak Andi dari latar belakang yang ku sebutkan tadi, kamu pahamkan, bukan hal sulit bagi ku untuk menyelesaikan masalah Viona dengan keluarga Ferdinand..?"


"Yang sulit kini adalah menjaga perasaan cucu ku, dan mencari mantu yang cocok untuk mendampinginya.."


"Aku yakin tentu nak Andi paham bagaimana perasaan cucu ku pada mu.."


"Nak Andi, kakek mau tanya pada mu, apakah kamu bersedia mendampingi cucu ku, menjadi cucu mantu ku..?"


Andi menatap kakek Sarah dengan serius dan berkata,


"Kakek aku berteman dengan Sarah tidak pernah melihat latar belakang keluarga maupun kekayaannya."


"Sarah pun selama ini selalu merahasiakan hal ini dari ku, dia tidak ingin aku merasa ada kesenjangan di antara kami, lalu aku menjauhinya.."


"Kakek.., mau Sarah berasal dari keluarga apa pun, bagi ku dia tetap Sarah teman baikku.."


"Karena menurut ku setiap anak tidak bisa memilih terlahir ke keluarga mana.."


"Tapi mereka memiliki kebebasan untuk memilih siapa pun menjadi temannya asal cocok.."


"Mengenai tawaran kakek untuk menjadi mantu, maaf aku menolaknya.."


ucap Andi tegas sambil melihat respon kakek Sarah.


Kakek Sarah tidak marah, sambil tersenyum dia berkata,


"Kenapa nak Andi, ? apa alasannya..?"


Andi tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Kek...maaf bukan Sarah ada kekurangan, menurut ku Sarah sangat sempurna."


"Hanya saja perasaan dan hati ku ini sudah lama terikat dengan seseorang, dan gadis itu bernama Viona.."


"Aku hanya mencintai dia seorang, dan aku tidak pernah menyesal untuk terus mencintai nya seumur hidup ku.."


"Mengenai Sarah aku hanya bisa menerimanya sebagai teman baik saja.."


"Kamu begitu mencintai gadis bernama Viona, kenapa kamu tidak bisa mengorbankan rasa ego mu bersama nya. ?"


"Demi untuk di tukar dengan kebahagiaan dalam kehidupan nya dan keluarganya,


agar mereka bisa bebas dari cengkraman Rio dan keluarga Ferdinand."


tanya kakek Sarah sambil tersenyum.


"Kek kebahagiaan Viona adalah bisa berada di sisi ku, bila aku melepaskan dia dan menjauhinya, hanya demi melepaskan dia dari cengkraman Rio."


"Itu malah akan membuatnya tidak bahagia dan bersedih, untuk itu aku tidak bisa melakukannya.."


"Tapi bila suatu hari nanti, dia memberitahu aku, untuk melepaskan nya pergi dari sisi ku."


"Demi kebahagiaan nya, meski hati ku hancur dan tidak rela, tanpa berpikir dua kali aku pasti akan melepaskannya pergi dari ku.."


"Kek bila aku memilih bersama Sarah, tapi hati dan perasaan ku selalu memikirkan orang lain, itu sangat tidak adil baginya.."


"Aku hanya akan memberikan kesedihan dan luka sakit hati yang tidak ada akhirnya, untuk itu apapun alasannya aku tidak bisa melakukannya."


Aku tidak boleh memanfaatkan perasaan nya yang tulus untuk menipunya.."


"Saat ini meski kami tidak bersama, setidaknya, kami masih bisa berteman.."


"Tapi bila kami bersama, mungkin untuk menjadi teman pun, kelak rasanya akan sulit.."


Kakek Sarah menatap Andi dengan serius dan berkata,


"Apa kamu tidak akan menyesali pilihan mu hari ini..?"


"Kamu harus tahu bila memilih bersama cucu ku, kamu akan dapat dua keuntungan.."


"Pertama kamu bisa menolong kekasih mu dan keluarganya.."


"Kedua kamu bisa punya istri yang cantik kaya raya dan berkuasa, dan yang paling penting lagi adalah dia sangat tulus menyayangi dan mencintai mu.."


Ucap kakek Sarah berusaha memberikan pilihan bagi Andi.


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Meski hari ini kakek tidak bersedia membantu ku, keputusan ku tidak akan pernah berubah.."


"Dan aku tidak akan pernah menyalahkan kakek dan Sarah.."

__ADS_1


"Sejak awal masalah ini, memang bukan urusan kakek dan Sarah, jadi biarlah aku menyelesaikan semuanya sendiri."


Kakek Sarah menghela nafas kecewa dan berkata,


"Kalau itu pendirian mu, aku juga tidak akan mencampuri lagi, semoga kamu tidak menyesal atas keputusan mu hari ini.."


Andi berdiri dari kursinya sambil tersenyum ramah, dia menyalami kakek Sarah dan berkata,


"Senang berkenalan dengan anda kek, aku pamit permisi dulu.."


"Sampai jumpa kek.."


ucap Andi kemudian berjalan keluar dari ruangan baca kakek Sarah, dan menutup kembali pintu ruangan tersebut dengan pelan dan hati-hati."


Setelah itu dia baru berjalan menuju lantai bawah, menuju ruang tengah, di mana ketiga gadis itu sedang menunggunya.


Di dalam ruangan, kakek Sarah duduk di kursinya sambil termenung.


"Anak baik..sungguh anak baik..aku melihat ada bakat besar untuk menjadi orang sukses di kemudian hari.."


"Sarah tidak salah pilih.. sayang... hatinya sudah ada orang lain.."


ucap Kakek Sarah bergumam sendiri.


Sesaat kemudian dia menelpon kepala pelayannya dan berkata,


"Kamu tolong beritahu Sarah, aku sudah lelah mau istirahat, tidak mau di ganggu.."


"Baik tuan.."


ucap kepala pelayan kakek Sarah patuh.


Andi setelah berkumpul kembali dengan ketiga gadis itu, Sarah yang paling pertama bertanya,


"Gimana di..? apa yang kakek bicarakan dengan mu ?"


"Tidak ada apa-apa, kakek hanya bercerita latar belakang keluarga mu saja, dan kakek menyebut soal James yang hilang.."


"Sepertinya kakak mu belum datang mengunjunginya, sehingga kakek masih mengira kakak mu telah tiada."


ucap Andi menutupi soal kakek Sarah yang menawarkan diri nya menjadi mantu keluarga KY.


Andi tidak ingin melukai perasaan dan harga diri Sarah, juga tidak ingin Sarah ribut dengan kakeknya karena masalah dia dan Viona.


"Apa kakek ada bilang akan membantu masalah Viona ?"


tanya Sarah kembali.


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sar jangan mempersulit kakek mu, kakek mungkin hanya ingin menghabiskan masa tuanya dengan tenang.."

__ADS_1


"Masalah Viona kamu tidak perlu khawatir, aku pasti punya cara mengurusnya.."


__ADS_2