
Harapan Rio tinggal harapan meski dia pemain single, tapi di sela-sela setelah pulang berlatih.
Sarah tetap sering bergabung dengan teman-teman nya secara iseng-iseng, mereka bermain permainan ganda yang tidak terlalu menguras tenaga.
Teman-teman bermain ganda Sarah bukan pemain biasa, mereka semua adalah atlet pemain ganda daerah.
Jadi Sarah sudah biasa menghadapi pemain-pemain ganda kelas atas, melawan Rio bukan hal sulit baginya.
Sarah memberikan servis pertama nya ke Viona, dia melambungkan bola nya tinggi keatas.
Viona mundur mengambil posisi Kemudian tepat bola bergerak turun sejajar didepan kepalanya.
Viona baru memberikan Smash sekuat tenaga kearah lawannya.
Bola Smash dari Viona cukup keras terarah kembali ke Sarah.
Sarah sambil tersenyum mengejek memberikan sebuah smash balasan yang kencang dan agak datar terarah ke ulu hati Viona.
Tidak ada yang melihat persis bagaimana Sarah melakukan Sambaran Smash di balas dengan Smash ini adalah suatu gerakan yang sangat luar biasa.
Hal ini tidak mungkin bisa di tiru oleh pemain kelas biasa seperti Rio Viona maupun Tomy pasangannya Sarah.
Viona sangat sulit menangkis serangan yang seperti itu, sehingga pengembaliannya pun menjadi tanggung.
Tomy bergerak cepat kedepan menyambar bola tanggung itu.
"Hyaatttt...!"
Teriak Tomy sambil melompat dan memberikan Smash sekuat tenaga.
Sarah hanya tersenyum di belakang melihat reaksi Tomy pasangannya yang berlebihan.
Tapi tidak tahu kenapa pukulan sekuat tenaga yang di lepaskan oleh Tomy, tidak mengenai sasaran.
Malah bola jatuh menimpa hidungnya sendiri.
Wajah Tomy menjadi merah menahan malu.
Para penonton di pinggir lapangan pada berteriak mengejek Tomy sambil tertawa terbahak-bahak.
Sarah yang melihat hal ini hanya bisa menepuk jidatnya sendiri.
Sedangkan di pihak Rio dia tersenyum puas. Viona melompat-lompat kegirangan, tanpa sadar dia berlari ke pinggir lapangan.
Memeluk Andi sambil tertawa girang, Andi hanya duduk terpaku tidak mempercayai apa yang barusan di alaminya.
"Ehh salah maaf.."
ucap Viona dengan wajah merah, kemudian memeluk Santi temannya.
__ADS_1
Santi hanya tersenyum masam menanggapi tingkah laku temannya ini.
Santi tahu Viona hanya beralasan saja, dia memang sengaja ingin memeluk Andi merayakan kegembiraan nya.
Dia berpura-pura salah peluk, agar tidak di anggap murahan sama penonton disekitarnya.
Rio menatap tajam kearah Andi, dia terlihat sangat kesal dan marah.
Bila tatapan nya bisa digunakan untuk membunuh orang, Andi mungkin sudah terpotong menjadi butiran bakso.
Viona sambil tertawa, kembali lagi kelapangan, lalu dia menempati posisi depan seperti perintah Rio tadi.
Pertandingan kembali di lanjutkan, sorakan penonton sudah berhenti.
Kini bola berpindah, Viona pun mendapat giliran memberikan servis kepada Sarah.
Viona agak grogi melihat Darah sudah bersiaga menunggu servis bola darinya.
Viona melakukan servis sehalus mungkin agar tidak langsung di sambar oleh Sarah karena bolanya tanggung.
Tapi karena terlalu tipis dan pelan tenaga servisnya, bola malah jatuh sebelum melewati garis pendek.
Dengan demikian servis Viona di anggap gagal, Rio menepuk bahu Viona sambil berkata,
"Tidak apa-apa santai.."
Rio berusaha menenangkan Viona dan memberi semangat pada nya.
Rio sengaja memberikan servis tinggi ke atas agar dia punya waktu mengatur posisi menyambut serangan balasan dari Tomy.
Tomy yang tubuhnya sedikit tergantung di belakang, tidak bisa melakukan Smash.
Sehingga dia hanya bisa melakukan pukulan Lop Kearah menyilang menuju sebelah kiri belakang Rio.
Rio sebelum menyambut bola tersebut dia memperhatikan sejenak arah gerak Tomy.
Sekilas dia melihat Tomy berlari ke depan, Rio tidak mau ambil resiko.
Jadi dia melakukan Forehand, bola menukik tajam kearah Tomy yang berada di depan.
Bola meluncur cukup cepat ke bagian pinggir kiri, jatuh tepat ditengah-tengah antara wilayah yang di jaga Tomy tapi juga bisa diambil oleh Sarah.
Hal ini membuat Tomy dan Sarah sama terlihat ragu mengambilnya sehingga akhirnya bola terlanjur jatuh di area mereka.
Dengan demikian Rio dan Viona berhasil menambah angka, kepercayaan diri mereka pun meningkat.
Servis berikutnya adalah Rio melakukan servis kearah Sarah, Rio harus hati-hati melakukan servis kearah Sarah.
Bola meluncur tipis diatas net sulit di balas dengan pukulan Chop oleh Sarah karena terlalu tipis.
__ADS_1
Bola meluncur melewati garis pendek, Sarah membalas nya dengan mengangkat sedikit secara datar ke sebelah kiri Rio.
Rio sedikit kelabakan mengambil bola yang susah tersebut.
Tapi berkat langkah kaki yang tepat Rio berhasil mengembalikan bola tersebut tepat kebelakang Sarah yang kini di bantu jaga oleh Tomy.
Sesuai perkiraan Rio, Tomy pasti akan menyambutnya.
Begitu Tomy menyambut dengan pukulan Lob kearah kiri belakang Rio.
Rio langsung memberikan tebasan menyilang yang cepat, bola meluncur berputar-putar kearah bagian kiri Tomy, lagi-lagi tepat antara wilayah Sarah dan Tomy.
Baik Tomy dan Sarah sama-sama diam tidak mengejar saling menunggu, hingga akhirnya bola jatuh di wilayah mereka.
Dengan demikian point' kembali bertambah, Rio memanfaatkan ketidak kompakan Tomy dan Sarah untuk mencari points sebanyak-banyaknya.
Tapi cara Rio akhirnya berhenti di angka 10, Sarah dan Tomy perlahan-lahan mulai bisa menyesuaikan diri dan mengejar ketertinggalan mereka.
Sarah dengan cerdik melakukan Permainan net dengan Viona, saat Viona mengangkatnya ke belakang.
Sarah akan mundur dan melakukan Smash ForeHand sambil melompat.
Tomy selalu mundur menjauh ke belakang, menjaga Wilayah garis paling belakang.
Sedangkan bagian tengah dan depan dia percaya kan ke Sarah.
Sesuai kesepakatan mereka berdua mengatasi ketidak kompakan yang selalu di manfaatkan oleh Rio tadi.
Smash ForeHand Sarah sangat keras kuat dan terarah selalu bergulingan diatas garis pembatas pinggir.
Wilayah ini sangat sulit di jangkau, perlahan-lahan sedikit demi sedikit, akhirnya angka unggul Rio tadi tersusul
Tidak ada cara lain, Rio kini mengubah taktik terus mengarahkan bola ke Tomy, membiarkan Sarah berdiri mematung.
Tomy jelas bukan lawannya Rio, sehingga akhirnya dengan susah payah di bantu Viona.
Rio dan Viona berhasil memenangkan babak pertama, dengan skor 15 12.
Selisih angka yang sangat tipis, hampir mengarah ke angka jus .
Di babak kedua Rio dan Viona berpindah lapangan, bertukar lapangan dengan Tomy dan Sarah.
Di babak kedua ini tenaga Rio mulai terkuras, nafasnya mulai terganggu, karena terlalu letih harus terus berlari kesana-kemari.
Mengejar bola-bola aneh yang di kembalikan Sarah kearahnya.
Di babak kedua Sarah mengganti strategi, Tomy kini hanya bertugas menjaga di dalam garis pendek.
Wilayah melewati garis pendek hingga kebelakang menjadi area Sarah.
__ADS_1
Sarah adalah atlet daerah, apalagi dia adalah pemain single, gadis kepang kuda yang sangat cantik itu, jelas memiliki stamina seperti seekor kuda.