AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KELILING DUNIA


__ADS_3

Andi dan Violin saling melirik, mereka berdua mengangguk kompak.


Mereka terus di bombardir dengan nasehat yang tidak sesuai dengan kesepakatan mereka berdua.


Jadi sebelum keceplosan, lebih baik mereka buru-buru menyelesaikan sarapan mereka kemudian dengan kompak mereka berkata,


"Ma Pa kami udah selesai, kami kembali ke kamar duluan..ya.."


Mama Violin dan Mama Andi tersenyum lebar dan berkata,


"Yang semangat, cepat berikan kami yang cucu yang montok dan sehat, kalau bisa laki lebih baik.."


"Andi kamu jangan selalu buru buru seperti papa mu ini, hasilnya perempuan terus.."


ucap Mama Violin pedas.


"Mama nasehat nasehat aja kok papa di bawa bawa.."


protes papa Violin.


"Diam kamu, kamu tahu apa,..?!"


bentak Mama violin galak.


Papa Violin langsung terdiam, dan pura-pura ngeluyur pergi hunting makanan..


Andi buru-buru mengangguk dan berkata,


"Baik ibu, Andi akan mengingatnya."


Setelah berkata, Andi pun buru-buru berdiri, bergandengan tangan dengan mesra bersama Violin meninggalkan ruangan tersebut.


Hingga tiba di luar restoran, Andi baru berjongkok memunggungi Violin memberi kode agar dia naik ke punggung nya.


Dengan girang Violin segera, naik kesana, membiarkan Andi menggendongnya kembali ke kamar mereka.


Violin paling suka di gendong dan di manja seperti itu, dan Andi tahu persis.


Andi juga tahu mengapa Violin begitu menyukainya, ini karena Violin tidak pernah bisa lepas dari pengaruh bayangan kakak nya.


Violin tidak mau kalah dari kakaknya dalam hal di manjakan oleh Andi.


Setelah mereka kembali kedalam kamar, mereka dua hari itu benar benar full menikmati kebersamaan dan istirahat mereka.


Violin beberapa kali berusaha menggoda Andi untuk melakukan hal itu.


Tapi Andi tetap bertahan, sebelum bagian itu Violin pulih, Andi tidak tega melakukan hal itu pada istrinya.


Di hari keempat Andi dan Violin berpisah jalan dengan kedua orang tua mereka.


Mereka langsung menuju bandara, menggunakan taksi online.

__ADS_1


Mereka di turunkan langsung di terminal keberangkatan ke luar negeri.


Setelah Andi mengurus semua administrasinya, mereka berdua pun bisa masuk kedalam ruangan tunggu pemberangkatan.


Tanpa mengalami ketelatan pemberangkatan seperti yang biasa sering terjadi.


Mereka berdua beruntung bisa terbang tepat waktu.


Sepanjang perjalanan Violin memilih tidur sambil merangkul lengan Andi, dia menyandarkan kepalanya di lengan Andi.


Hal itu membuat Andi kesulitan bergerak, bahkan untuk minum dan makan pun Andi harus gunakan tangan kirinya.


Menempuh perjalanan dua jam akhirnya Andi dan Violin tiba di bandara Singapura.


Setelah mengantri pengambilan barang bagasi mereka berdua sambil bergandengan tangan berjalan menuju Antrian bagian imigrasi.


Violin terus menerus mengedarkan pandangannya menatap kagum kearah bangunan bandara yang besar indah megah dan sangat terjaga kebersihannya.


Di sana paspor mereka akan di cap di beri ijin tinggal sementara.


Saat tiba giliran mereka Andi dan Violin menghadapi petugas pemeriksaan yang berbeda.


Andi setelah di interogasi singkat, langsung di cap paspornya dan di ijinkan lewat.


Sementara Violin malah di giring menuju ruangan interogasi untuk di tanya tanya lebih detail.


Andi tidak bisa ikut mendampingi, dia di persilahkan menunggu dengan hati Dag Dig Dug di ruang tunggu luar.


Jam demi jam berlalu, Andi semakin cemas, hingga 7 jam Andi menunggu.


Akhirnya Violin di lepaskan keluar juga menyusul Andi.


"Kakak negara ini sungguh menyebalkan,.. lain kali aku gak bakalan mau lagi datang kemari.."


"Kita datang di anggap dan di curigai ******* di tanyai macam macam seperti kita mau maling saja.."


ucap Violin mengomel ngomel melepaskan kekesalannya.


Andi tahu Violin sedang sensitif, dia tidak mau menanggapinya.


Hanya menanggapinya dengan senyum lembut penuh pengertian.


Hingga mereka naik kendaraan jemputan mereka, Violin masih terus mengomel.


Baru setelah mereka diantar menuju tempat kuliner yang sangat ramai pengunjungnya.


Violin mulai bisa kembali normal dan menikmati suasana yang menyenangkan.


Berjalan di kota yang bersih teratur, bebas copet pengamen pengemis, semua tidak terlihat di sana.


Jalanan juga begitu bersih tidak ada sampah, bahkan pasir debu pun tidak terlihat.

__ADS_1


Pejalan kaki dapat menikmati jalanan khusus pejalan kaki yang rapi bersih dan teratur.


Suasana yang jauh berbeda sangat terasa, semua terasa teratur dan sangat nyaman.


Orang orang patuh antrian tidak asal main serobot.


Hanya saja di sini selain masakan nya jauh lebih hambar dan tidak terasa.


Harga setiap jenis makanannya sangat mahal,.bila di hitung ke mata uang mereka sendiri.


Hampir semua jenis makanan, harganya berbeda jauh dengan kota asal mereka.


Terutama durian di sana harganya bisa hampir 20 kali lipat, di bandingkan dengan harga durian di negara asal mereka.


Meski kualitasnya jauh lebih baik, tapi harga yang begitu fantatis, membuat Violin merasa kurang nyaman menikmati nya.


Di Singapura Violin hanya betah tinggal 2 hari, mereka pun langsung pindah ke Malaysia.


Di sini Violin lebih suka dan lebih nyaman sehingga mereka menghabiskan waktu hampir satu Minggu, baru di lanjutkan ke Thailand.


Andi dan violin menikmati hiburan pantai, hiburan kota di malam hari, dan kunjungan ke kuil kuil serta naik perahu keliling bantaran sungai di sana.


Meski makanan kurang cocok, karena terlalu banyak asem pedas, tapi sejauh ini mereka masih merasa cukup nyaman.


Dari Thailand Andi dan Violin pun pindah ke Vietnam, di sini Violin cukup senang, selain memiliki pemandangan alam yang indah, biaya hidup sangat terjangkau.


Satu satunya yang Violin kurang nyaman, gadis gadis di sana selalu berpakaian gaun ketat dengan belahan samping yang tinggi.


Sehingga sedikit memamerkan paha mereka yang sangat putih dan halus sangat indah.


Gaun yang ketat juga mencetak jelas tonjolan tubuh mereka yang sangat aduhai.


Wajah mereka juga rata rata sangat ayu dan cantik.


Di sini Violin benar benar was was takut Andi nya kecantol gadis setempat.


Jadi Violin selalu menjaga ketat, tidak pernah jauh jauh dari Andi.


Servis ke Andi saat mereka berdua di dalam kamar juga violin berikan dengan lebih intens.


Sehari mereka bisa 2 sd 3 kali berhubungan.


Asal Andi ingin Violin pasti akan melayani nya dan tidak pernah menolaknya sama sekali.


Dari sini mereka pun terbang menuju Hongkong Shenzhen, Macau dan Shanghai.


Setelah itu baru berlanjut mengunjungi Bei Jing, tapi Andi sengaja melewatkan Nanjing karena dia tahu Violin kurang suka kesana.


Setelah puas berwisata pemandangan alam, kelenteng , dan istana istana kerajaan kuno.


Mereka pun melanjutkan perjalanan untuk keliling Eropa, dari satu kota ke kota lain, hingga tak terasa mereka berdua sudah menghabiskan waktu 4 bulan buat berwisata.

__ADS_1


__ADS_2