
"Apakah kamu sadar Santi memiliki perasaan pada mu ?"
ucap Viona sambil menatap Andi penuh selidik.
Andi menatap Viona dan menggelengkan kepalanya.
Sesaat kemudian Andi memecah keheningan dan berkata,
"Vi aku tidak tahu hal itu, meski tahu sekalipun aku juga tidak bisa melarang dia menyukai ku."
"Itu adalah hak nya, tapi ada satu hal yang bisa ku katakan pada mu, aku tidak mungkin bisa menerima perasaannya, ataupun perasaan gadis manapun juga."
Viona sambil tersenyum lembut berkata,
"Kenapa ?"
Andi menatap Viona sejenak kemudian berkata,
"Kamu pasti sudah tahu jawabannya, tapi baiklah aku akan terus terang pada mu sekarang.'
"Itu semua karena hati ku perasaan ku pikiran ku semua nya hanya terisi tentang kamu."
Viona tersenyum manis menatap Andi.
Sesaat kemudian dia berkata,
"Bila begitu tunjukkan lah, kejar lah aku, jangan pernah berhenti dan menyerah, jangan pernah melepaskan dan membiarkan aku pergi dari mu."
"Di aku menyukai pria yang gigih pantang menyerah, bukan pria yang pasif, kamu mengerti kan maksud ku ?"
Andi menghela nafas panjang dan berkata,
"Bila itu bisa membuat mu senang dan bahagia aku akan berusaha melakukan nya untuk mu."
Viona sambil tersenyum senang maju menghampiri Andi mengulurkan jari kelingkingnya dan berkata,
"Janji...?"
Andi mengangguk dan mengkaitkan jari kelingkingnya dan kelingking Viona saling bertautan.
Viona melepaskan kelingkingnya dari tautan jari kelingking Andi dan berkata,
"Di aku memerlukan bantuan mu sekarang, kamu bisa ?"
"Bantuan apa Vi ?"
"Aku telah berprasangka buruk terhadap kamu dan Santi, karena Santi tadi mengaku pada ku dia tidur dan mandi di kost mu."
"Dia tadi sangat marah dan tersinggung dengan tuduhan ku, bisa kah kamu membantu ku menenangkan nya."
"Agar kami bisa kembali berbaikan seperti semula."
"Aku tidak bisa kehilangan dia, dia adalah sahabat terbaikku satu-satunya, kamu bisa kan di.?"
"Kamu ingin aku gimana Vi, ? kamu tahu dia menaruh perasaan pada ku, sedangkan aku tidak bisa membalas perasaan nya"
__ADS_1
"Jadi bagaimana cara aku membujuknya ?"
ucap Andi terlihat bingung sambil menatap Viona.
"Jadi kamu gak bisa ?"
"Ya sudahlah lupakan saja.?"
ucap Viona ketus.
Kemudian dia ingin membuka pintu pergi dari sana.
Andi buru-buru memegang tangan Viona menghentikan nya membuka pintu sambil berkata,
"Tunggu Vi, baiklah aku akan berusaha."
Viona pun tersenyum dia menarik tangan nya dari pegangan tangan Andi dan berkata,
"Terimakasih banyak aku menunggu kabar baik dari mu."
Viona sengaja mendekati Andi dan berkata,
"Kamu ingin menahan ku di kamar mu sampai kapan,? sampai aku nginap di sini ? kamu gak takut di arak keliling kampung,?.. tapi aku takut.."
Mendengar kata-kata Viona Andi mundur mepet ketembok buru-buru membuka pintu kamar dan berkata,
"Ma..ma...maaf Vi aku tadi gak sengaja..aku..aku panik takut kamu ngambek dan langsung pergi."
Viona tertawa dan berkata,
Kemudian Viona pun berjalan keluar dari kamar Andi menuruni tangga, membiarkan Andi yang masih berdiri bengong didepan pintu kamar nya.
Saat mendengar bunyi remote motor dan suara motor Viona yang bergerak meninggalkan kostnya, Andi baru terburu-buru lari mengejarnya.
Tapi saat Andi sampai di halaman kost Viona sudah pergi jauh, dia hanya melambaikan sebelah tangannya keatas tanpa menoleh.
Andi berdiri bengong menatap bayangan punggung Viona yang perlahan-lahan menghilang dari hadapan nya.
Andi menghela nafas dengan lesu dia berjalan kembali ke kamarnya, berbaring di kasur mengenang semua pembicaraan nya tadi dengan Viona.
Setelah Viona pergi entah kenapa Andi merasa hatinya sangat kesepian, dia merasa separuh semangat dan jiwanya telah di bawa pergi oleh Viona.
Dengan lesu Andi bangun dari kasurnya mengambil centong dan handuk Kemudian keluar dari kamar nya, turun kelantai satu untuk melanjutkan mandinya yang tertunda karena kedatangan Viona.
Cuit..! cuit..!
ucap si apek sambil tertawa.
"Adohhh..! ada yang lagi kasmaran..cie cie...!"
ucapan apek yang lucu, di sambut gelak tawa oleh teman-temannya.
Andi cuma melirik sekilas, kemudian ngeloyor pergi masuk ke kamar mandi, malas melayani teman-temannya yang konyol itu.
Kalau di ladeni, malah akan semakin panjang, bisa-bisa dia gak mandi dan tidur di buat mereka para manusia kalong.
__ADS_1
Di tempat lain, pulang dari kampus Santi langsung mengurung diri di kamar.
Dia langsung menjatuhkan diri nya berbaring di kasurnya yang empuk dan berwarna pink.
Merasa kamarnya terasa panas, Santi mengambil remote AC di dekat kasurnya dan menyalakannya.
Sesaat kemudian udara segar berhembus lembut, perlahan-lahan kamar pun terasa lebih sejuk dan tidak panas lagi.
Santi yang awalnya merasa kesal dan marah dengan tuduhan Viona tadi, perlahan-lahan hatinya mulai tenang dan adem.
Tanpa sadar dia tersenyum-senyum sendirian, merasa hari ini sangat menyenangkan.
Santi teringat kebersamaan nya dengan Andi mulai dari berboncengan bersama hingga datang ke kost Andi.
Santi tertawa sendiri saat teringat tingkah konyol teman kost Andi.
Sesaat kemudian wajah Santi berubah menjadi merah, teringat bagaimana dirinya bisa begitu tidak tahu malu tidur di kamar kost Andi.
Santi bergumam sendiri,
"Andi...Andi... jelas-jelas hati mu cuma ada dia, tapi kenapa aku tetap tidak bisa menerimanya."
"Apa sebenarnya yang terjadi dengan diri ku, kenapa begitu sulit untuk melupakan mu."
"Santi...! Santi...! sadarlah kamu itu Tomboy kasar ceplas ceplos bila bicara, mana mungkin Andi akan menyukai mu...dasar bego.."
Santi perlahan-lahan memejamkan matanya akhirnya dia pun kembali tertidur pulas di kamarnya yang adem.
Sementara Viona begitu sampai didepan kostnya, terlihat Rio sedang duduk santai Di kap depan mesin mobilnya.
Rio tersenyum lebar begitu melihat gadis yang ditunggu-tunggunya dari tadi akhirnya pulang juga.
Rio segera berdiri tegak dan berkata,
"Darimana saja Vi ? kok baru pulang ? sudah makan belum ?"
Viona tersenyum manis dan berkata,
"Sudah lama Rio ? maaf aku tadi terburu-buru tidak sempat menanggapi panggilan mu."
"Aku baru pulang dari rumah teman, ada apa kamu mencari ku ?"
"Gak da apa-apa, cuma ingin ngobrol dan mengajak mu pergi makan dan nonton film bioskop."
"Maaf Rio membuat mu nunggu sia-sia, aku malam biasa gak makan, nonton film gak deh."
ucap Viona sambil mengernyitkan hidungnya yang menggemaskan.
"Aku agak capek lagi malas ke mana-mana, rencananya habis mandi mau langsung tidur, bye Rio maaf ya..?"
ucap Viona sambil membuka pintu pagar, kemudian mengendarai motor nya masuk kedalam.
Meninggalkan Rio yang berdiri di depan pintu pagar, dengan perasaan kecewa kesal dan penasaran.
Foto SANTI
__ADS_1