AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PENYESALAN YANG TERLAMBAT


__ADS_3

Setelah melihat senyum lembut yang di berikan oleh James padanya, dia hampir tidak percaya, pria begitu dingin dan mengerikan.


Tapi saat dia tersenyum ternyata begitu tampan.


Hal ini sungguh tidak masuk akal.


Siapapun bila tidak mengalami nya sendiri, tidak akan ada orang yang akan mempercayai cerita nya ini.


Sesaat kemudian pelayan itu bergumam seorang diri, sambil berjalan masuk kedalam restoran,


"Gadis itu sungguh beruntung, benar' benar membuat orang merasa iri melihatnya.."


Sementara itu James yang membawa mobilnya seperti kesetanan menyalip kesana kemari.


Akhirnya dia berhasil menyusul mobil taksi yang membawa Santi.


James meskipun tadi berlutut mematung di depan restoran, tapi mata dan ingatan nya yang terlatih.


Begitu sekali lihat plat nomer mobil taksi itu langsung terekam di memorinya.


Sehingga dengan mudah dia berhasil menyusul dan mengintil mobil taksi itu secara diam-diam.


Akhirnya mobil itu berhenti di depan kost Santi, tapi herannya, setelah Santi turun dari taksi tersebut.


Taksi itu tidak kunjung pergi dari sana, James yang heran terus melakukan pengintaian dari mobilnya.


Tak lama kemudian, terlihat Santi keluar dari kostnya, sambil membawa sebuah tas besar di tangannya.


Begitu melihat Santi, sopir taksi buru buru turun dari mobil nya, membantu Santi membawa tas tersebut untuk di masukkan ke dalam bagasi mobil.


Lalu taksi tersebut kembali melaju meninggalkan kost Santi.


James kembali diam diam mengikuti kemana mobil taksi itu membawa Santi, beberapa kali mobil itu berhenti di depan rumah berbentuk sederhana.


Santi selalu turun dari mobil taksi tersebut, bertemu mengobrol sebentar dengan penghuni rumah, lalu kembali lagi ke mobil taksi itu.


Melihat dari gelagat dan yang sedang di lakukan oleh Santi, James dapat menebaknya, Santi sedang pindah dari kost.


Kini dia mencari rumah sewa, ini semua karena kehamilannya.


Santi tidak ingin dan tidak punya muka untuk tinggal di kost lama nya, karena cepat lambat keadaan nya pasti diketahui oleh teman kost nya.


Tapi dengan mengontrak rumah, Santi menjadi jauh lebih bebas dari leluasa tinggal di sini dengan kehamilannya.


Santi masih terus bergerak keluar-masuk dari satu rumah kerumah lainnya dengan di antar oleh taksi tersebut.

__ADS_1


Hujan semakin deras, Santi bolak balik turun dari mobil menggunakan payung yang di pinjam nya dari supir taksi.


Sebagian baju rambut dan celananya mulai basah.


Tapi akhirnya dia berhasil menemukan sebuah rumah kontrakan yang cocok bagi dirinya.


Setelah melakukan pembicaraan singkat dengan pemilik rumah kontrakan, Santi melakukan pembayaran dan menerima kunci dari pemilik kontrakan.


Santi kemudian memberi kode kepada supir taksi itu, yang langsung turun dari mobilnya, membantu membawakan tas Santi hingga ke depan pintu rumah kontrakan baru Santi.


Setelah melakukan pembayaran dan mengucapkan terimakasih, Santi pun membawa tas nya masuk kedalam rumah dan menutup pintu serta menguncinya.


Tapi baru saja Santi hendak membawa tas nya masuk kedalam kamar, terdengar bunyi bell dari pintu depan.


Santi pun meninggalkan tas nya begitu saja, dan bergegas ke pintu depan, Santi memilih berhati-hati karena dia kini tinggal sendirian.


Sebelum membuka pintu, dia mengintipnya dari jendela samping.


Saat melihat siapa yang berdiri didepan pintu jantung Santi hampir copot.


Santi melihat James berdiri didepan pintu dengan pakaian basah kuyup.


Santi sejenak meragu, apa dia membuka pintu atau jangan.


Santi merasa tidak tega, baik di tinjau dari kedekatan mereka dan kebaikan, ketulusan James yang selalu berada disisinya menghibur dan menjaganya.


Meski tidak melihat hal itu, sebagai sahabat baik Sarah, tidak mungkin dia membiarkan kakak temannya berdiri di luar sana dengan kondisi seperti itu.


Tapi di sisi lain, Santi tidak mau melibatkan James dalam urusan pribadinya yang berantakan dan menarik James ikut terjerumus di dalam nya.


Bila Santi melakukan hal itu, bagaimana dia punya muka untuk berhadapan dengan Sarah sahabatnya, juga keluarganya, yang berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.


Santi tidak ingin karena dirinya, James kembali berpisah dengan keluarganya.


Santi beberapa saat benar- benar bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.


Tapi setelah menghela nafas beberapa kali mengeraskan hati nya.


Santi akhirnya berteriak dari dalam.


"James kamu pergilah dari sini, terimakasih atas niat baik mu.!"


"Tapi aku tidak bisa menerimanya, jadi aku mohon pergilah dari sini.!


"Pulang lah kerumah mu, lupakanlah diriku..!"

__ADS_1


ucap Santi dengan airmata bercucuran dan menyandarkan punggungnya di balik pintu.


"Santi buka lah pintunya, biarkan aku masuk,! mari kita bicarakan ulang dan melakukan perencanaan ulang..!"


Teriak James dari luar.


"San aku tidak akan pergi sebelum kamu mengijinkan aku untuk masuk menemui mu..!"


"Aku tahu kamu berada di balik pintu, aku katakan pada mu aku tidak akan pernah menyerah dan menjauhi mu, apalagi melupakan mu..!"


ucap James berusaha membujuk Santi membuka pintu.


Melihat tidak ada respon dari dalam, James kembali berkata,


"San aku tidak bisa lakukan permintaan mu, bila kamu memaksa ku melakukan hal itu, itu sama saja meminta ku melupakan diri ku sendiri."


"Sebelum aku berhasil melupakan diri ku sendiri,.aku tidak akan pernah bisa melupakan mu..Santi...!!"


teriak James dari luar.


"Santi kamu dengarkan aku, aku tidak akan pergi dari sini, aku akan terus berlutut di depan sana, hingga kamu bersedia menerima ku menjadi pendamping hidup mu..!"


ucap James.


Lalu dia berjalan ke halaman depan, tanpa menghiraukan hujan yang sedang turun dengan sangat lebat dan petir yang sambar menyambar.


James benar' benar berlutut di sana, membiarkan guyuran hujan deras membasahi seluruh tubuh nya.


Di hadapan James tergeletak sebuah kotak yang berisi cincin berlian yang berkilauan meski tertimpa hujan deras.


Santi yang mendengar ucapan James, buru buru berlari kearah jendela, melihat apa yang sedang di lakukan oleh pria keras kepala itu.


Sepasang mata Santi terbelalak tak percaya, airmata mengucur semakin deras membasahi wajahnya.


Sedu sedan mulai terdengar dari tenggorokannya, Santi menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya.


Hati nya benar benar serasa di remas remas melihat pria yang juga sangat dia cintai dan juga sangat mencintai nya, kini berada dalam kondisi kehujanan seperti itu..


"Sambil menahan sedu sedan yang menyesaki dadanya, Santi bergumam.


"James kenapa kamu begitu bodoh, aku tidak layak kamu perjuangkan sampai seperti ini.."


"Ku mohon pergilah...jangan seperti ini.."


Santi jatuh berlutut di depan jendela, sambil terus menatap kearah James, airmata Santi jatuh bercucuran,, Santi akhirnya menangis tersedu-sedu disana.

__ADS_1


__ADS_2