AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DAVINA MENGUNJUNGI KOST ANDI.


__ADS_3

"Di,... saat kamu melihat jam tangan itu aku yakin kamu pasti akan menyukai nya."


"Tapi di saat bersamaan kamu pasti akan menyalahkan ku, yang terlalu boros dalam memilih kado untuk mu."


"kamu pasti ingin mengomeli dan memarahi ku, yang tidak bisa melihat keadaan saat berbelanja dan menghabiskan uang.."


"Kamu benar di,... kamu gak salah duga.


jam itu memang cukup mahal karena asli buatan Swiss dan special edition pula."


"Tapi menurut ku, jam itu sangat pantas dan sangat cocok untuk mu, karena bagi ku, kamu lebih berharga dari apapun di dunia ini.."


"Jadi aku tidak boleh memberikan sesuatu yang asal untuk mu, karena di hati ku kamu sangat berharga dan sangat penting untuk ku."


"Di,.. kamu boleh tenang, aku membeli jam itu bukan dari uang yang kamu berikan untuk biaya hidup dan kuliah ku."


"Uang itu adalah murni aku dapatkan sebagai gaji 3 bulan kontrak ku di PT PC, aku ingin menggunakan penghasilan pertama ku, untuk memberikan sesuatu yang berharga untuk mu."


"Di,.. akhir akhir ini, aku sangat takut, aku takut suatu hari kamu akan pergi meninggalkan ku, melupakan ku, atau bahkan lebih menyedihkan lagi kamu sakit mati terus pergi ninggalin aku sendirian di dunia ini.."


"Aku sangat takut di..."


"Mungkin ini semua muncul karena aku sangat mencintaimu, aku benar-benar sangat mencintai mu.."


"Sehingga aku sangat takut kehilanganmu."


"Maafkan aku yang suka ngelantur dan berpikir yang bukan-bukan.."


"Di,.. ketahuilah jam ini ku berikan pada mu sebenarnya untuk mengikat mu, mengikat mu, agar setiap detik setiap menit setiap waktu, bahkan selama nya terus ingat pada ku."


"Aku berharap setiap saat kamu melihat jam ini, kamu akan ingat di sini, ditempat yang beda kota ini."


"Ada seorang gadis yang sangat mencintai mu, sedang menunggu mu setiap detik setiap waktu, agar kamu bisa datang menjemputnya kembali ke sisi mu.."


Di,... bila pun suatu hari, kita benar-benar berpisah, aku ingin kamu tetap kenakan jam ini, sehingga setiap waktu, kamu akan selalu ingat."


"Dalam kehidupan mu ini, pernah ada seorang gadis yang sangat mencintai mu dan kamu adalah bagian yang terpenting dan paling berharga dalam hidup nya."


"Bahkan di kehidupan berikutnya, dia masih berharap bisa kembali bertemu dan menjadi pasangan mu lagi."


"Maafkan keegoisan ku ya di,...tapi yang jelas semua ini karena aku sangat mencintaimu.."


Di,.. ingat setiap Rabu malam, aku pasti akan menelpon mu, untuk melepaskan kerinduan ku.."


"Kamu jangan lupa ya,... jangan kecewakan aku,..ok..?"

__ADS_1


"I love you.."


"tertanda, Viona kekasih mu.."


Andi setelah membaca ulang surat itu sekali lagi sampai habis, Andi meletakkan surat itu, di atas dadanya sambil memejamkan matanya Andi berkata,


"Vi,.. kamu jangan khawatir, aku pasti berusaha secepatnya menjemput mu."


"Aku juga berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu, kecuali kamu tidak lagi menghendaki ku.."


Dari sepasang mata Andi yang terpejam mengalir dua tetes air mata yang tidak lagi bisa dia tahan karena rasa haru menyelimuti seluruh perasaannya.


Beberapa saat kemudian Andi dengan hati-hati melipat kembali surat itu, kemudian dia masukkan ke sampul surat berwarna merah yang menebarkan aroma semerbak wangi tubuh dan rambut Viona.


Andi kembali memejamkan matanya, dia jadi teringat saat Viona berbaring dalam pelukannya, wangi inilah yang sangat di sukai nya dan sulit dia lupakan.


Sambil menarik nafas panjang, Andi kemudian menyimpan surat tersebut dengan hati-hati kesebuah kotak kaleng coklat berbentuk hati, di mana coklat nya dulu buat Viona.


Sedangkan kotaknya karena sayang tuk di buang, Andi menyimpannya, lalu dia gunakan untuk menyimpan semua foto dan barang barang kecil yang berkenaan dengan Viona.


Kini surat itupun Andi simpan kedalam kotak tersebut.


Setelah itu Andi mengeluarkan patung ukiran berbentuk Viona.


"Vi.. lihatlah aku akan mengenakan nya, aku hanya akan melepaskan nya, saat bertarung dan mandi."


"Selain dari itu aku tidak akan pernah melepaskan nya, sesuai harapan mu.."


"Vi.. paling lambat seminggu lagi, luka ku pasti pulih, aku mungkin hanya perlu 1 atau 2 pertandingan lagi."


"Setelah itu aku akan pergi menemui mu, secepatnya.."


ucap Andi pelan kepala patung Viona yang selalu menjadi teman bicara nya.


Andi menyimpan patung tersebut kedalam laci, lalu dia membuka bajunya, berdiri di depan cermin melihat kondisi luka di dadanya.


Andi memeriksa dengan jarinya dengan hati hati dan teliti, lalu dia pun tersenyum puas,


Baru memakai kembali bajunya, tubuh Andi sekarang mengalami banyak perubahan, tubuhnya menjadi jauh lebih besar dan berotot.


Otot-otot di tubuhnya pun semakin menonjol dan keras, ini semua berkat latihan kerasnya, di sasana TAH.


Meski terluka Andi masih tidak berhenti berlatih dan bekerja, hanya dia memilih berlatih dan bekerja dengan lebih hati hati dan tidak terlalu memforsir nya.


Andi mengambil handuk dan peralatan mandi, ingin pergi mandi membersihkan badannya yang bau keringat.

__ADS_1


Tapi baru saja Andi mau masuk ke kamar mandi, pintu kamarnya ada yang mengetuk dari luar.


Andi pun dengan heran membuka pintu kamar nya.


Terlihat Berry sedang berdiri tersenyum lebar, di sebelah nya berdiri seorang gadis cantik yang mengenakan celana jeans ketat, dengan atasan kemeja putih lengan panjang.


Rambutnya yang hitam panjang, di biarkan terurai begitu saja.


Dia sedang tersenyum lebar menatap Andi.


"Bagaimana kabar mu di...? aku kebetulan malam ini sedang menginap di kota J, jadi aku langsung kemari menjenguk mu."


ucap gadis itu sambil tersenyum.


Andi tersenyum canggung dan berkata,


"Vin kamar ku berantakan, kamu tunggu di ruang depan sebentar sama Berry, nanti habis mandi saya susul ke depan.."


Davina sambil tertawa melongok kan kepalanya , mengintip kamar Andi dan berkata,


"Ahh alasan kamu,.. tuh kamar mu rapi kok.."


"Kamu cuma nggak mau ngundang aku masuk kedalam kan ? jangan takut gitu aku gak bakal memakan mu.."


ucap Davina sambil tertawa.


"Bukan begitu, aku...aku..."


ucap Andi bingung.


"Sudahlah aku ngerti, tenang aja aku gak bakal nyusahin kamu, aku sudah tahu dari Vero soal janji mu dengan pacar mu.."


"Aku tunggu di depan sana, cepetan pergi mandi sana.."


"Ayo berr kita kedepan saja.."


ucap Davina sambil menarik lengan Berry.


Berry tersenyum senang dan berkata,


"Di,.. stok teman wanita mu banyak juga ya ? bagi bagi dong biar gue gak di katain gay, karena tiap hari cuma sama kamu terus."


"Banyak bicara,.. ayo..temani aku.."


ucap Davina gak sabaran, ..

__ADS_1


__ADS_2