AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
TATAPAN MESRA DI RUANG PEMBERKATAN


__ADS_3

Ronaldo terlihat hadir di hadapan Violin dengan membawa seikat bunga mawar merah.


Dia terlihat berpakaian rapi layaknya pengantin pria, rambutnya juga di sisir dengan sangat rapi dan licin menggunakan minyak rambut.


Hingga lalat pun akan terpeleset bila berani mendarat di rambutnya.


Dia hanya terus menatap kearah Violin sambil tersenyum, sama sekali tidak memandang sebelah mata, atas kehadiran Andi di sebelah Violin.


Andi tidak menanggapi sikap Ronaldo yang kekanak-kanakan, Andi malah mundur memberi kesempatan Violin untuk berbicara dengan nya berdua.


Andi menghampiri dragon dan Sarah, lalu berbisik pada mereka.,


"Kalian berdua tolong bantu awasi dan jaga Violin, agar jangan terjadi sesuatu.."


"Aku titip Violin ke kalian, aku mau kedalam duluan dan menunggu di sana."


ucap Andi serius.


Dragon mengangguk dan berkata,


"Kamu tenang saja, berani macam macam, biar ku patahkan tulangnya, dan ku suruh tidur di bak sampah.."


"Jangan dragon gak enak sama Violin aku nantinya, cukup halau pergi saja, ok.."


ucap Andi berpesan dengan serius.


Dragon mengangguk, dia tahu Andi sangat serius dan sedang tidak ada mood Bercanda .


Setelah berpesan, Andi menghampiri Violin yang terlihat sedang memberi pengertian ke Ronaldo.


"Lin aku tunggu di dalam, nanti ayah yang akan mengiringi mu kedalam.."


ucap Andi lembut.


Violin tersenyum dan mengangguk kecil.


"Terimakasih kak,.."


Andi hanya menanggapinya dengan tersenyum lembut dan berlalu dari sana.


Setelah Andi pergi, Violin baru kembali menoleh kearah Ronaldo dan berkata,


"DoDo, please sadarlah, di antara kita tidak mungkin.."


"Aku dari awal sampai akhir, hanya menganggap mu sahabat baik ku, tidak lebih Do,.."


"Aku tidak pernah mencintai mu, cinta ku hanya untuk dia Do.."

__ADS_1


"Kejadian kemaren adalah murni salah ku, aku secara pribadi meminta maaf pada mu.."


"Please lupakan lah aku Do, masih lebih banyak wanita di luar sana yang jauh lebih pantas mendapatkan cinta mu.."


ucap Violin panjang lebar, berusaha meyakinkan Ronaldo.


Tapi Ronaldo tidak berkata apa-apa, dia hanya berusaha tetap tersenyum, meski terlihat menyedihkan, dia terus menatap kearah Violin.


Mendengarkan semua ucapan Violin hingga selesai baru berkata,


"Lin aku kemari tidak punya maksud apapun, aku hanya ingin mendapatkan kepastian langsung dari mu, untuk yang terakhir kalinya."


"Bila keputusan mu sudah bulat, baiklah demi kebahagiaan mu, aku akan mundur dan merelakan mu pergi dari sisi ku.."


"Aku hanya mohon satu hal pada mu, tolong jangan pernah lupakan hari hari kebersamaan indah kita dulu.."


"Bila suatu hari dia mengecewakan dan tidak menghendaki mu lagi.."


"Kamu harus ingat, setidaknya masih ada sahabat mu ini, yang akan selalu dengan tulus dan setia menunggu mu.


"Berilah kesempatan kepada sahabat mu ini, untuk menghibur dan membahagiakan mu.."


Ronaldo sambil tersenyum pahit setelah berucap, dia menatap kearah mawar ditangan nya dan berkata pelan,


"Mawar,.. kamu memang cantik, Tapi dia sudah punya yang lain dan dia tentu tidak menginginkan mu lagi."


"Jadi maaf bila kamu harus berakhir di tempat sampah.."


Tapi tindakannya di cegah oleh Violin, Violin memegangi mawar itu dan berkata,


"Kapan aku bilang tidak akan menerima ucapan selamat dari sahabatku,..! jangan sembarangan membuangnya, aku sangat menyukainya.."


Violin berusaha tersenyum sambil menahan airmatanya yang akan runtuh, karena dia terlalu terharu dengan ketulusan yang di tunjukkan oleh Ronaldo kepadanya.


Violin tahu Ronaldo bisa mengambil keputusan seperti ini, ini adalah bukan hal mudah baginya.


Ronaldo memiliki gengsi tinggi, harga diri tinggi, dan sangat percaya diri, cerdas, kaya raya, tampan dan memiliki semua syarat yang diinginkan oleh setiap wanita manapun..


Dia bisa bersikap begitu mengalah padanya, itu sudah menunjukkan dengan jelas, Ronaldo sangat menganggap penting dirinya, Ronaldo benar benar sangat mencintainya.


Hingga dia rela melepaskan semua nya, hanya demi melihat dirinya bahagia.


Violin sambil memegang bunga pernikahan di tangan kanan, bunga pemberian Ronaldo ditangan kiri.


Dia maju memeluk Ronaldo, sambil terisak penuh haru berkata,


"Move on lah Do,..jaga dirimu baik-baik, kamu selamanya tetap sahabat terbaik ku.."

__ADS_1


"Terimakasih Do,.. terimakasih atas semuanya, sekali lagi maafkan aku.."


Setelah itu Violin pun melepaskan pelukannya dan berjalan melewati Ronaldo.


Ronaldo hanya bisa menatap bayangan punggung Violin, hingga Violin di sambut ayah nya, dan berjalan memasuki ruangan pemberkatan.


Ronaldo menghela nafas panjang, lalu membalikkan badannya, berjalan meninggalkan tempat itu dengan kepala tertunduk sedih.


Di saat bersamaan hujan gerimis pun turun, seolah olah langit pun turut ikut bersedih buat Ronaldo.


Ronaldo mengangkat wajahnya menatap kearah langit dan berkata,


"Bila air hujan ini bisa mencuci bersih semua perasaanku padanya, Aku berharap lebih baik jangan pernah ada hujan ini.."


Setelah berkata, Ronaldo dengan kepala tertunduk meneruskan langkahnya dengan pelan menerobos hujan, berjalan menuju mobilnya yang parkir di tempat yang cukup jauh.


Begitu masuk kedalam mobil, Ronaldo menggunakan tissue menghapus air di wajahnya, yang sulit di bedakan, mana air hujan dan mana airmata.


Baru setelah di hapus bersih semua air di wajah dan anak rambutnya.


Masih terlihat ada air bening yang tidak berhenti mengalir di kedua sudut matanya.


Barulah terlihat itu adalah airmata DoDo yang sebenarnya.


Sambil menghela nafas panjang, Ronaldo menyalakan radio di mobilnya, dia bersandar di sandaran kursi mobilnya.


Sambil menikmati alunan lagu sendu yang kebetulan sangat mirip dengan hati dan perasaannya saat ini, sehingga airmata pun semakin mengucur deras dari sepasang matanya yang terpejam.


"Gei Wo Dian Shi Jian Chi Wang Qu Ni.."


"Beri aku sedikit waktu untuk bisa melupakan mu.."


Semakin dengar DoDo semakin terlena, hingga akhirnya lagu itu berhenti, Do Do baru mematikan radionya.


Kemudian dia telungkupkan kepalanya, diatas stir mobilnya dengan berbantalkan kedua lengannya sendiri.


Ronaldo melepaskan tangisannya dalam diam seorang diri di dalam mobilnya.


Sementara hujan di luar semakin deras, seolah mengikuti kesedihan yang sedang di hadapi oleh Ronaldo.


Seorang dokter muda berbakat pintar muda cakap, tapi harus menerima kegagalan asmara yang begitu menyedihkan.


Tujuh tahun penantiannya, dalam sekejap semuanya menjadi sia sia, gadis yang di cintai nya, mulai hari ini dan seterusnya telah bersanding dengan orang lain.


Sementara itu, di dalam ruangan pemberkatan sendiri, terlihat Violin tersenyum manis penuh kebahagiaan sambil membawa seikat bunga.


Dia berjalan masuk kedalam ruangan, di gandeng oleh ayahnya perlahan-lahan berjalan menuju pelaminan, di mana pria yang sangat dia cintai.

__ADS_1


Sedang berdiri di sana, menantinya sambil tersenyum lembut dan menatapnya dengan tatapan mata penuh cinta dan kasih sayang.


Mereka berdua terus bertatapan mesra, penuh kebahagiaan, seolah olah di dalam ruangan, yang begitu ramai, hanya ada mereka berdua lah yang mereka lihat.


__ADS_2