AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
VIOLIN TERPAKSA BUKA SUARA


__ADS_3

Bila di lihat dari lukanya, bila di rawat dengan benar paling cepat satu Minggu lagi baru bisa pulih.


Selesai Mandi , Andi berdiri di depan cermin kamar ganti dengan berbalut handuk, dia memperhatikan luka luka di sekujur tubuhnya.


Sambil menghela nafas panjang Andi bergumam,


"bila tidak ingin cepat mati, lain kali aku harus bertanding lebih cepat, dan berusaha tidak terkena serangan lawan."


"Bila tidak sebelum 35 M terkumpul, nyawa ku mungkin sudah melayang.."


Sambil menghela nafas, Andi kemudian berganti baju dan celana, setelah itu dia baru keluar dari kamar ganti.


Berry menunggu Andi di luar sambil tersenyum senang dan berkata,


"Sudah cek belum kak Andi HP nya, sudah masuk tuh 240 juta."


"Sudah di potong bonus ku.."


ucap Berry sambil tertawa.


Andi tersenyum dan berkata,


"Gak perlu cek aku percaya padamu, ayo antar aku pulang."


Ok siap bos.."


jawab berry lucu.


Andi merasa cocok berteman dengan Berry, Andi bersyukur bisa bertemu teman baik seperti Berry.


Tak lama kemudian Andi sudah sampai di kost nya, setelah Berry pergi, Andi pun masuk kedalam kamar kostnya.


Andi lihat jam di HP nya menunjukkan jam 1. pagi, dia buru-buru berbaring mencoba untuk istirahat.


Andi tidak bisa menggeser tubuh kekiri atau kekanan, bila dia memaksa.


rasa sakit hingga sulit bernafas akan menderanya.


Sehingga Andi hanya bisa tidur dalam posisi terlentang seperti mayat.


Pagi-pagi Andi sudah beli sarapan dan menitipkan sarapan buat Violin ke pak satpam sekolah.


Andi sengaja tidak menunggu Violin, selain takut terlambat sampai ke Sasana TAH,Andi juga tidak ingin Violin melihat wajahnya yang babak belur begini.


Dia tidak ingin gadis kecil yang harus fokus dengan sekolah dan adik adiknya, malah harus mencemaskan dirinya.


Setelah itu Andi baru berangkat ke Sasana TAH untuk bekerja.


Di tempat lain di rumah Viona pagi pagi terjadi kehebohan, saat ibu Viona ingin merapikan tempat sampah.


Dia menemukan bungkusan kotak bekas bungkus makanan, dari restoran Hok Ben ditempat sampah.


"Lin kamu di mana ?! cepat kemari...!"


teriak mama Viona dari arah dapur.

__ADS_1


Violin yang sedang tidur, langsung terbangun mendengar panggilan mamanya.


Dengan buru-buru dia bangun dari kasurnya, tanpa sempat merapikan rambut, dia buru-buru menghampiri ibunya di dapur dan berkata,


"Ya ma, ada apa Ma ?"


"Lin ini bungkusan makanan mahal ini siapa yang makan ?"


tanya Mama Viona dengan tatapan penuh tanda tanya.


Violin bingung menjawabnya, karena di todong tiba-tiba seperti itu.


Melihat sikap anaknya mama Viona segera berkata,


"Lin Mama tahu kamu kangen dengan makanan seperti ini, tapi tahu kah kamu saat ini, makanan seperti ini, uangnya bisa di gunakan oleh kita untuk biaya hidup satu.minggu.."


"Kamu sudah besar harusnya kamu paham, kalau ada uang lebih, sebaiknya di tabung jangan di hamburkan begini."


"Nanti bila ada keperluan dadakan, seperti ada yang sakit, kamu bisa bantu bantu mama menanggung biayanya.."


"Kamu mengertikan maksud mama nak..?"


ucap mama Viona menegur Violin dengan lembut, sambil membelai rambut anaknya yang masih kusut.


Violin hanya bisa diam menunduk sambil mengigit bibirnya sendiri.


Dia tahu mamanya punya rasa sentimen tinggi terhadap Andi, dari semalam sebenarnya dia sudah tahu hal ini dari kedua adiknya.


Hanya saja dia tidak mungkin bicara ke mama nya, bahwa makanan itu dari Andi, bisa bisa mamanya semakin salah paham dengan niat baik Andi.


Tiba-tiba adiknya Rina muncul dengan polos berkata,


"Itu bekas makan saya dan kak Dody ma.."


"Kemaren kak Andi teman kak Violin dan kak Viona yang mengantar kami pulang kerumah."


"Sekaligus memberikan makanan itu buat kami berdua, rasanya luar biasa enak ma, dan Rina dapat mainan ini, .. lagi ma.."


ucap anak itu polos.


Wajah Violin langsung pucat, di dalam hati dia berkata,


"Mampus...sekali ini mampus sudah.."


Mama Viona menoleh kearah Violin dan berkata,


"Lin katakan dengan jujur siapa Andi, kenapa bisa bersama adik adik mu..?"


"Mama meminta mu menjemput kedua adik mu, kenapa kamu malah menyuruh orang asing menjemput mereka..?"


"Bagaimana bila adik mu di culik atau di jual orang mana tanggung jawab mu..!?"


ucap mama Viona emosi.


Violin menghela nafas panjang tidak ada cara lain selain berbicara jujur pikirnya.

__ADS_1


Bila dia berbohong hanya akan membuat mamanya semakin marah.


"Ma begini,.. nama nya Andi dia adalah teman baik kakak di kampus, Lin juga tidak tahu kenapa dia pindah ke kota kita."


"Yang jelas dia sangat baik memperhatikan Lin Doddy dan Rina.."


"Lin percaya padanya karena dia telah berulang kali menolong Lin dari tangan para penjahat,"


"Bagaimana kamu bisa bertemu penjahat, dimana kejadian nya ? apa kamu baik'baik saja ?"


tanya Mama Violin dengan cemas.


Violin menghela nafas panjang dan berkata,


"Seperti yang mama lihat, Lin baik baik saja."


"Ini semua berkat kak Andi yang menolong ku.."


"Kamu kenapa bisa bertemu penjahat ?"


Mama Violin mengulang pertanyaan nya yang belum di jawab


Mama Violin tahu anaknya sengaja melewatkan nya.


"Ma SPP Lin Dan adik adik sudah nunggak 6 bulan, bila tidak bayar Lin Dan adik adik akan di keluarkan dari sekolah."


Mendengar penjelasan Lin tubuh ibu Violin langsung terjatuh lemas duduk di bangku, matanya berkaca-kaca penuh kesedihan.


"Mama...mama tidak apa-apa,? ayo minum dulu ma.. maafkan Lin..ma.."


ucap Violin cemas melihat keadaan mamanya yang menanggung beban hidup, yang begitu berat seorang diri.


Mama Violin menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Ini bukan salah mu nak, mama lah yang bersalah pada kalian semua.."


"Mama sungguh tidak berguna.."


ucap mama Violin sedih sambil memukuli dadanya sendiri.


"Mama jangan berkata begitu ma,.. kita semua tahu kok mama sudah berjuang maksimal, hanya saja beban keluarga ini yang terlalu berat.."


ucap Violin yang mencoba menenangkan ibunya, sambil menuangkan segelas air hangat buat ibu nya.


"Mama minumlah dulu, dengarkan cerita Lin pelan pelan, mama jangan khawatir kami bertiga baik baik saja.."


Mama Violin menghela nafas berat, kemudian dia minum seteguk air nya lalu menatap Violin dengan mata berkaca-kaca dan berkata,


"Maafkan mama ya nak,...nah sekarang kamu ceritakan pada mama, kenapa kamu bisa bertemu penjahat.?"


Violin menatap mamanya sejenak kemudian sambil menundukkan kepalanya dia berkata,


"Karena ingin mencari uang tambahan untuk membayar SPP, Lin nekad menyamar jadi laki laki dan ngojek ma.."


"Ohh...!"

__ADS_1


Desah nama Violin dengan terkejut sambil menutupi mulutnya yang setengah terbuka dengan tangannya.


__ADS_2