AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MABUK BERAT


__ADS_3

Menjelang malam Sarah dan Santi meninggalkan rumah Sarah, menuju ke kost-kostan Andi.


Sesuai janji sebelumnya mereka akan pergi karaoke nyanyi-nyanyi bersama.


Saat mobil Sarah tiba di depan kost Andi, didepan kost sudah terlihat Andi dan Viona sudah bersiap menunggu kedatangan mereka.


Andi dan Viona langsung bergandengan tangan menghampiri mobil Sarah, membuka pintu belakang Kemudian masuk kedalam mobil.


Begitu Andi dan Viona sudah duduk di bangku mobil bagian belakang, Sarah langsung menjalankan mobilnya melaju meninggalkan kost Andi, langsung menuju tempat karaoke langganan nya bila lagi suntuk.


"San ngapain aja tadi dirumah Sarah ?"


tanya Viona ingin tahu.


"Cuma berenang ngobrol ngejuice dan nonton film di home theater Sarah."


"Kalian berdua emang ngapain ?"


tanya Santi balik.


"Makan dan tidur doang, emang bisa ngapain lagi, ? hampir aja aku ditinggalin belajar sama dia.."


ucap Viona sedikit sewot, saat teringat sikap Andi tadi siang.


Andi hanya tersenyum Canggung tidak berkata apa-apa.


Sebaliknya Santi dan Sarah malah tertawa menanggapi cerita Viona.


Mereka berdua tidak heran bila Andi bersikap seperti itu, justru mereka baru merasa heran bila Andi bersikap nakal terhadap Viona.


Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam, akhirnya mereka tiba di lokasi yang di tuju.


Andi Viona dan Santi berjalan mengikuti Sarah dari belakang, karena mereka belum pernah datang ketempat beginian seumur hidup mereka.


Ini adalah kali pertama mereka di ajak datang ketempat ini.


Gedung tempat karaoke itu cukup besar, di hiasi lampu berwarna-warni dari luar.


Tapi begitu masuk kedalam, suasana sedikit remang-remang, di bagian depan mereka langsung di sambut dua orang pegawai tempat karaoke tersebut.


Setelah mengobrol singkat dengan Sarah, salah satu dari mereka berdua, dengan ramah menjadi penunjuk jalan bagi rombongan Sarah.

__ADS_1


Mereka di ajak melewati sebuah ruangan terbuka, dengan bagian depan ada sebuah pentas, di mana terlihat seorang penyanyi diiringi Group bandnya, sedang melakukan Live music.


Untuk menghibur para penonton yang duduk di meja-meja kecil di dekat sana, sambil mendengarkan hiburan live music, yang di nyanyikan oleh penyayi karaoke ditempat tersebut.


Penyanyi tersebut seorang gadis yang cukup cantik dan Sexy, suaranya juga sangat indah, Rambutnya dikepang seperti buntut kuda.


Dia memakai baju tank top, dengan sebuah rompi menutupi bagian dadanya yang montok.


Bawahan nya dia mengenakan celana super pendek, yang memperlihatkan paha nya yang mulus dan jenjang.


Andi sempat terpesona mendengar lagu yang di nyanyikan oleh penyanyi itu.


Penyanyi itu tersenyum dan mengangguk kan Kepalanya kearah Andi, Andi pun buru-buru membalasnya dengan senyum Canggung.


Untungnya sikap Andi tidak di sadari oleh Viona, yang kebetulan juga sedang melihat-lihat keadaan disekitarnya dengan rasa ingin tahu.


Setelah melewati tempat terbuka tersebut, mereka menuju ruangan lain yang terdiri dari kamar yang di sekat-sekat.


Pelayan membuka sebuah ruangan yang cukup besar dan mewah, setelah menyalakan AC pendingin ruangan dan memilih beberapa lagu pembuka.


Dia kemudian mencatat pesanan makanan dan minuman yang di pesan oleh Sarah.


Setelah itu pegawai tersebut pun, meninggalkan ruangan tersebut, membiarkan Rombongan Andi kebebasan menikmati lagu dan bernyanyi dengan bebas.


Tak lama kemudian satu persatu dari mereka, mulai bernyanyi dengan gembira lagu pilihan mereka masing-masing.


Mereka mulai larut dalam kegembiraan, bernyanyi secara bergantian, bercanda dan tertawa.


Setelah makanan dan minuman pesanan Sarah datang, mereka sambil bernyanyi mulai makan minum dengan bebas.


Setelah meneguk beberapa gelas campuran minuman keras dengan Coca cola.


Suasana menjadi lebih meriah dan berani berekspresi tanpa malu-malu dan sungkan lagi.


Hanya Andi yang menahan diri tidak terlalu banyak minum, menjaga kesadarannya.


Sedangkan Sarah Santi dan Viona mereka mulai terlihat mabuk, dan bersikap lebih bebas saat bernyanyi.


Meski suara Sarah Viona dan Santi tidak seindah suara penyanyi di bar tadi, tapi suara Ketiga gadis itu termasuk cukup lumayan dan menghibur.


Andi lebih banyak menikmati suara nyanyian ketiga gadis itu, hanya sekali-sekali dia terpaksa ikut bernyanyi berduet secara bergantian, dengan ketiga gadis itu secara bergiliran kala mereka memaksanya.

__ADS_1


Malam itu mereka bernyanyi bersama dengan cukup gembira, tak terasa mereka sudah bernyanyi sampai tengah malam.


"Sar udahan yuk sudah hampir jam satu pagi ini.."


ucap Andi mengingatkan.


Sebenarnya Andi sudah mengingatkan ketiga gadis itu berulang kali sejak memasuki jam setengah sepuluh malam.


Tapi tidak ada yang mengindahkan peringatan nya, mereka terlalu asyik dan gembira hingga lupa waktu.


Sarah yang melihat jam memang sudah pukul satu malam, akhirnya menyetujui usulan Andi untuk pulang.


Setelah Sarah memanggil pelayan dan membereskan tagihan, Andi membantu ketiga gadis yang setengah mabuk itu masuk kedalam mobil Sarah.


Karena Sarah sedang mabuk terpaksa Andi yang harus menyetir, mengantar Sarah dan Santi sampai kedepan rumah Sarah.


Setelah memastikan kedua gadis itu kembali dengan aman di rumah Sarah, Andi baru memanggil taksi untuk mengantar dirinya dan Viona kembali ke kostnya.


Boleh di bilang sampai di kost,


Andi cuma merawat dan menjaga Viona yang mabuk tertidur pulas di ranjangnya.


Sedangkan Andi hanya bisa duduk di samping ranjang menjaga Viona tanpa sempat tidur.


Beberapa kali Andi harus merawat Viona yang muntah karena kebanyakan minum.


Andi menggunakan handuk basah untuk mengompres kening Viona, agar Viona bisa tidur dengan nyaman.


Sementara itu Santi dan Sarah yang dalam keadaan mabuk masing-masing masuk ke kamar yang berbeda.


Sarah yang meski mabuk masih sedikit sadar, dia langsung masuk ke kamarnya sendiri untuk tidur.


Sedangkan Santi yang mabuk parah setelah pipis di WC, dia langsung menyusul masuk ke kamar Sarah, tapi karena dalam keadaan mabuk berat, dia bukan nya masuk ke kamar Sarah, tapi malah salah masuk ke kamar James kakaknya Sarah.


Begitu menemukan kasur tanpa memperdulikan sekitarnya lagi, Santi langsung melepaskan baju dan celana nya yang terasa menyesakkan, kemudian langsung tertidur pulas.


Hingga matahari menyorot masuk kedalam kamar, perlahan-lahan Santi baru membuka matanya melihat sekitarnya.


Dia mengedarkan pandangannya mencari sahabatnya, tapi dia tidak menemukan ada siapapun di sana.


Saat Santi mencoba bangun dia merasa kepalanya sedikit sakit dan pusing, seluruh badannya juga terasa pegal-pegal dan sakit-sakit semua seolah-olah habis melakukan pekerjaan berat.

__ADS_1


Setelah merasa sakit dan pusing di kepala nya berkurang, Santi baru mencoba untuk bangun.


Tapi alangkah terkejutnya Santi saat menyadari keadaan dirinya yang tanpa busana sama sekali, selain itu bagian pangkal pahanya juga terasa sangat perih dan sakit saat bergerak.


__ADS_2