
"Karena hal itu aku sampai mendiamkannya selama 3 hari, tapi dia benar-benar patung es.."
"Dia pura-pura tidak tahu, dan hanya tersenyum menanggapi sikap ku, benar benar mengesalkan."
balas Santi dengan keki dan bibir di cemberutkan.
Membaca balasan Santi, Andi pun tersenyum lebar, sesaat kemudian dia baru kembali bertanya.
"Lalu bagaimana cara kamu bisa berhubungan dengan Viona ?"
"Kami menggunakan telpon kampus dan jaringan internet khusus, yang langsung tersambung ke kantor PT PC, jadi Viona mengirimkan tugas dan kabarnya lewat email ke aku."
"Jadi aku bisa tahu sedikit tentang kabarnya di sana.."
"Sudah kamu tidak perlu khawatir, pacar mu baik'baik saja, kamu tenang saja dia cinta mati deh sama kamu.."
"lihat ini foto terakhirnya saat sedang tidur.."
balas Santi.
"Sesaat kemudian di hp Andi muncul gambar Viona yang sedang tidur pulas, sambil memeluk ukiran patung dirinya.."
"Gimana cute kan?, foto ini di ambil teman sekamarnya secara diam-diam, saat dia sedang tidur lalu di kirimkan ke aku.."
Melihat foto itu, Andi tersenyum terharu dan menggunakan jarinya membelai layar HP nya.
Seolah-olah ingin membelai wajah Viona.
Tiba-tiba Andi mendengar namanya di panggil, Berry juga sudah memberi kode padanya agar buruan.
Andi buru-buru menyimpan HP nya kedalam tas, setelah itu dia buru-buru berlari meninggalkan ruang ganti menuju arena pertarungan.
Saat tiba di lokasi pertarungan, Andi melihat
di tengah Hanggar yang menjadi arena pertarungan, sudah terlihat jagoan Taekwondo yang berjuluk kaki Setan, sedang menanti kedatangan nya.
Andi di temani berry membuka kerumunan orang orang di mana banyak orang menyoraki, bahkan ada yang memberi ancaman.
"Awas loe kalau seperti tadi lagi.!"
Tapi Andi tidak memperdulikan mereka, dia tetap bersikap tenang, dan tidak terpancing sama sekali.
Berry menemani Andi hingga ke sudut yang sudah di tentukan menjadi pos buat Andi dan pelatihnya.
Andi memasuki arena dengan santai, dia tidak memperdulikan tatapan tajam lawan nya, yang seolah olah ingin menelannya hidup hidup.
Andi bahkan tidak berusaha membalas tatapan mata lawannya, dia memilih menatap ke atas lantai.
Saat bell pertandingan mulai di bunyikan, Andi baru menatap kearah lawannya memperhatikan semua gerak gerik lawannya dengan hati-hati.
Begitu bell pertandingan di bunyikan, Si kaki setan dengan ganas langsung bergerak menyerang Andi dengan tendangan beruntun nya.
Kakinya bergerak dengan sangat cepat, dalam satu tarikan nafas, dia memberikan 5 tendangan beruntun kearah Andi.
Tendangan nya mengarah ke perut dada leher dan kepala Andi dari kiri dan kanan.
__ADS_1
Tapi semua serangan nya menemui tempat kosong, karena Andi dengan ringan melangkah mundur kebelakang dua langkah.
Tapi Si kaki setan bergerak cepat, kaki satunya yang menjadi tumpuan, menotol ringan maju kedepan, dan kembali memberikan tekanan tendangan 5 arah seperti tadi dengan sangat cepat tanpa jeda.
Si kaki setan terus menekan Andi hingga mendekati pinggir garis lapangan.
Bila Andi keluar dari garis tersebut, Andi akan langsung dinyatakan kalah..
Andi tentu tidak mau sampai kalah, Saat dalam posisi terjepit, tendangan si kaki setan masih datang mengejarnya.
Andi menghindari tendangan tersebut dengan tubuh hampir terbaring sejajar dengan tanah.
Sehingga semua tendangan yang di lepaskan oleh si kaki setan, hanya lewat diatas tubuhnya.
Dengan menjadikan kakinya sebagai tumpuan di belakang garis batas, tubuh Andi berputar kesamping si kaki setan.
Kemudian dia tahu tahu sudah kembali berdiri di posisi tengah arena menanti kedatangan serangan susulan dari si kaki setan.
Tubuh Si kaki setan berlari dengan sangat cepat, lalu dia kembali melepaskan tendangan beruntun sambil terbang kearah dada dan muka Andi.
Andi dengan gerakan santai menghindarinya sambil menangkap pergelangan kaki si kaki setan.
Lalu melemparnya keluar dari arena, tapi dengan cerdiknya, sebelum tubuhnya terlempar ke luar arena.
Si kakinya Setan menggunakan tangannya mendorong lantai sehingga tubuhnya kembali melayang kearah Andi, dengan sebuah tendangan yang mencangkul keras dari atas kebawah.
Lalu dia kembali melepaskan tendangan keras dengan kaki lainnya yang mengarah ke dada Andi.
Andi sudah membaca gerakan ini, tangan kanan dia gunakan untuk menangkis cangkulan kaki dari atas,
Lalu dengan cepat Andi mengulurkan tangannya kearah depan dengan jurus monyet memetik buah.
Andi memberikan sebuah pukulan keras kearah sepasang bola ajaib si kaki setan.
Si kaki setan menjerit tertahan, setelah tubuhnya jatuh diatas tanah, sepasang matanya terlihat melotot, mulutnya sedikit terbuka.
Sepasang tangannya terus memegangi bola ajaibnya, sambil mulutnya terus berdesis kesakitan.
Setelah beberapa waktu bergulingan diatas lantai, hingga sepasang matanya menjadi juling.
Si kaki setan akhirnya berhasil berdiri dengan kedua kakinya yang di rapat kan.
Tapi hal ini hanya berlangsung sebentar saja, setelah itu dia kembali jatuh berlutut di depan Andi.
Lalu tubuhnya perlahan lahan terguling kesamping, meringkuk diatas lantai seperti Udang kering.
Wasit kembali buru-buru tiarap di sampingnya memukul lantai sambil berteriak,
"Satu...! dua...! tiga...! dan seterusnya.."
Hingga pada hitungan kesepuluh, Wasit kembali berdiri dan memberi kode pertandingan tidak dapat di lanjutkan lagi.
Lalu dia memegang lengan Andi sambil kembali mengangkatnya tinggi.
Teriakkan cemoohan dan kemarahan penonton, menjadi semakin hebat.
__ADS_1
Sementara si kaki setan sedang di gotong keluar dari arena, salah satu penggotongnya, berkata,
"Kini si kaki setan , jadi si bolang (bola hilang)
Mendengar ucapannya, ketiga temannya pun langsung tertawa terbahak bahak.
Hanya si kaki setan yang tidak bisa tertawa, dia hanya bisa mengutuki Andi dan para penggotongnya di dalam hati.
Sementara itu Berry tanpa memperdulikan cemoohan dan teriakan tidak puas dari penonton, dia segera membawa Andi masuk ke kamar ganti.
Tak lama kemudian Berry kembali terlihat berlari kearah pendaftaran, untuk mendaftarkan Andi ke pertandingan berikutnya.
Andi sendiri begitu duduk di kamar ganti, dia buru-buru membuka HP nya, memperhatikan chat balasan dari Santi.
"Hei kok gak di balas dan gak da tanggapan ? jangan bilang saking terharunya, kamu termehek mehek hingga ketiduran...?"
"Sory San tadi tiba-tiba di panggil bos, jadi aku terpaksa buru-buru pergi menemuinya.
Sehingga terlambat membalas.."
"Makasih banyak ya San infonya..kita tunggu undangan mu ya San ?"
balas Andi sambil tersenyum.
"Undangan apaan..?"
balas Santi cepat..
"Undangan pernikahan..Ha..ha...ha..!"
balas Andi sambil tertawa.
"Dengan siapa ? dengan loe..?😀😀..."
balas Santi.
"Ya gak lah,... dengan James...😁😁😁.."
balas Andi.
"Dasar konyol... gak lucu...ngantuk ahh, mau bobok..😠😠😠😠.."
balas Santi keki.
Melihat balasan Santi, Andi pun tidak tega menggodanya lebih jauh.
"Met bobok princess, Sweet dream...Thanx sahabatku..."
balas Andi. kemudian menyimpan HP nya.
Di tempat lain Santi saat membaca balasan Andi, dia mengigit bibir bawahnya sendiri sambil menitikkan air mata dia bergumam,
"Andi kamu tetap selalu yang terbaik, tapi kondisi ku kini..."
.
__ADS_1