AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEMBALI LARUT DALAM KESIBUKAN


__ADS_3

"Secara keseluruhan Nicole adalah gadis yang sangat sempurna dan aku sangat mengaguminya.."


Mendengar penjelasan Andi, Bos Wang Lei tersenyum lega, dia menoleh saling pandang dengan istrinya.


Mereka sama sama mengangguk senang dan tersenyum gembira mendengar ucapan Andi.


Nicole wajahnya semakin merah,tapi bibirnya tidak bisa berhenti tersenyum gembira.


Kepala nya semakin menunduk kebawah, dia sama sekali tidak berani mengangkat kepalanya.


Sepasang tangannya terlihat grogi terus meremas ujung baju yang dia kenakan.


Bos Wang kembali menatap kearah Andi dan berkata,


"Nak Andi coba katakan bagaimana perasaan mu kepada putri kami ini, apakah kamu menyukai dan mencintai nya..?"


"Apakah kamu bersedia menjadi pendamping hidupnya dalam suka dan duka selama lamanya..?"


"Bersedia kah kamu menjadi suaminya..yang selalu menyayangi dan mencintai nya serta menjaganya dengan sebaik-baiknya..?"


Andi menoleh menatap kearah Nicole sejenak, Andi menatap Nicole dengan penuh rasa kasihan.


Sesaat kemudian dia baru menatap kearah Bos Wang dan berkata,


"Terimakasih atas perhatian Bos Wang dan nyonya Wang ke Andi."


"Tapi dalam hal ini Andi harus jujur dan berterus terang, apapun resikonya Andi siap menerimanya.."


"Bos Wang Maaf, mengagumi menyukai menyayangi dengan mencintai dan menjadi seorang suami adalah dua hal yang berbeda."


"Aku memang mengagumi menyukai dan menyayangi Nicole, tapi itu hanya sebatas perasaan seorang sahabat baik saja."


"Sedangkan perasaan dan cintaku sudah lama terikat dengan seorang gadis lain bernama Violin."


"Meski kami sudah berpisah 4 tahun, tapi perasaan ku terhadapnya tidak pernah bisa hilang.."


"Tidak pernah bisa tergantikan oleh siapapun dan gadis mana pun.."


"Jadi dengan berat hati dan menyesal aku harus berkata, aku tidak bisa menerima perasaan dan membalas perasaan cinta Nicole kepada ku.."


"Sehingga aku juga tidak bisa menjadi pendamping hidup nya.."


ucap Andi sambil menatap kearah Nicole dengan tatapan mata kasihan.


Nicole sendiri setelah mendengar penolakan dari Andi, tubuhnya bergetar hebat, airmata langsung jatuh bercucuran jatuh menetes membasahi telapak tangan nya yang membeku gemetaran di sana.


Bos Wang sendiri sangat terkejut mendengar ucapan dan penjelasan yang Andi lontarkan barusan.


Dia sampai terdiam tidak tahu mau berkata apa untuk beberapa saat itu.


Dia hanya terus menatap Andi dengan tatapan penuh kekecewaan mendalam.

__ADS_1


Sesaat kemudian dia baru berkata,


"Nak Andi apa kamu serius dengan ucapan mu,? apakah kamu tidak akan menyesalinya kelak ? apa kamu sudah pikirkan matang-matang ?"


Andi menghela nafas panjang, kembali menatap kearah Bos Wang dan istrinya.


Lalu berkata,


"Bos Wang nyonya Wang, sekali lagi Andi mohon maaf, Andi sudah memikirkannya dengan matang, dan Andi tidak akan pernah menyesali keputusan hari ini.."


Bos Wang menghela nafas kecewa dan sedikit lemas, setelah mendengar jawaban Andi yang penuh keyakinan dan tegas.


"Baiklah Andi, aku mengerti mari kita lupakan saja pertanyaan ku hari ini.."


ucap Bos Wang pasrah.


Andi mengangguk kecil dan berkata,


"Terimakasih Bos Wang, sekali lagi Andi minta maaf.."


Bos Wang berusaha tersenyum, tapi senyum yang keluar adalah sebuah senyum yang sangat pahit.


Nicole berdiri dari duduknya, lalu dia melangkah dengan gontai meninggalkan ruangan tersebut untuk kembali ke kamarnya.


Nicole sama sekali tidak mau menoleh maupun menatap kearah Andi, dia tidak mau Andi melihat wajahnya yang menyedihkan.


Dia tidak mau Andi melihat airmata nya yang jatuh membasahi kedua pipinya.


Sebelum menghilang dari ruangan dengan suara sedikit serak menahan Isak Nicole berkata,


Setelah melontarkan beberapa kata singkat Nicole sambil menutupi mulutnya menahan suara tangisannya, dia berlari meninggalkan ruangan tersebut.


Andi hanya bisa menghela nafas panjang dan sangat merasa tidak enak hati dengan Bos Wang.


"Bos Wang aku,..maaf Bos..."


ucap Andi yang merasa sangat tidak enak hati.


Bos Wang menghela nafas panjang dan berkata,


"Kamu benar di,.. cinta memang tidak bisa di paksakan.."


"Jangan khawatir dan merasa tidak enak hati dengan kami.."


"Kami paham dengan posisi mu.."


ucap Bos Wang sambil menepuk bahu Andi dengan lembut.


Andi mengangguk kemudian berkata,


"Terimakasih Bos Wang nyonya Wang atas jamuan dan pengertiannya, Andi mohon pamit permisi.."

__ADS_1


Bos Wang mengangguk, lalu dia merangkul bahu Andi dan berkata,


"Ayo mari ku antar kedepan.."


Sambil berjalan menuju teras depan Bos' Wang berkata,


"Di terus terang saja, gagal menarik mu menjadi menantu ku adalah suatu penyesalan terbesar dalam hidupku.."


"Tapi mau gimana lagi, kalian tidak berjodoh aku tidak bisa memaksa.."


"Semoga saja meski tidak bisa menjadi mantuku, kamu masih tetap bisa menjadi andalan yang paling bisa aku percaya.."


ucap Bos Wang sambil menepuk nepuk bahu Andi.


Andi menatap kearah Bos Wang lalu dengan serius Andi berkata,


"Sampai kapan pun, Andi tidak akan pernah melupakan Budi Bos Wang.."


"Di saat Andi sedang berada di titik terendah, Bos Wang lah yang mengulurkan tangannya menarik Andi keatas hingga ke posisi sekarang..'


"Jadi sampai kapan pun, Andi tidak akan pernah meninggalkan Bos Wang, kecuali tenaga Andi sudah tidak di butuhkan lagi oleh perusahaan.."


Bos Wang langsung tertawa gembira dan menggenggam kedua tangan Andi dengan erat sambil berkata,


"Ada ucapan mu hari ini, hati ku pun merasa jauh lebih tenang..'


"Mengenai Nicole kamu tidak perlu khawatir, beberapa hari lagi dia juga akan normal kembali."


"Pria sejati sanggup mengangkatnya juga sanggup melepas nya."


"Hal lain tidak perlu di pikir, bekerja lah dengan baik masa depan tak terbatas akan menunggumu meraihnya.."


ucap Bos Wang sambil tertawa lepas.


Bagi Bos Wang, dia memang bersedih melihat putrinya mengalami cinta bertepuk sebelah tangan.


Tapi dia akan lebih sedih lagi bila harus kehilangan seorang bertalenta seperti Andi.


Setelah mendengar ucapan dan janji Andi tadi, hatinya menjadi jauh lebih lega dan gembira.


Sedangkan Andi justru semakin merasa sungkan dan berhutang Budi dengan kebaikan dan kepercayaan yang Bos Wang tunjukkan pada nya.


Andi benar benar merasa sangat bersalah, tapi dia juga tidak berdaya.


Andi tidak mau mengecewakan Nicole di kemudian hari, bila mendapati orang nya bersama nya, tapi hati dan perasaan nya bersama orang lain.


Andi hanya bisa berharap suatu hari nanti Nicole akan menyadari niat baiknya demi kebahagiaan Nicole di masa depan.


Setelah bersalaman, Andi pun meninggalkan rumah mewah Bos Wang untuk kembali ke gedung kantor, yang merangkap sebagai tempat tinggal nya.


Setelah kembali ke kantor, Andi memilih larut dalam lautan berkas yang tiada habisnya.

__ADS_1


Semakin banyak orderan yang masuk semakin banyak produksi yang terjual semakin banyak pula bahan baku yang habis.


Semakin sibuk lah Andi di buatnya, hingga terkadang terasa untuk sekedar bernafas saja sulit.


__ADS_2