AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
RIO DATANG MEMENUHI UNDANGAN


__ADS_3

Viona setelah berpikir pikir akhirnya dia menghubungi Rio,


"Halo Rio kamu sedang sibuk tidak..?"


tanya Viona sambil duduk di halaman belakang rumah Santi.


"Ehh Vi..kamu ada di mana tumben bisa menghubungi ku.."


ucap Rio sedikit terkejut dan kaget.


"Aku lagi cuti, nanti malam aku ingin kita ketemu di Restoran SOP Buntut dijalan N bisa .?"


tanya Viona.


"Bisa, untuk mu apa yang tidak bisa sih, yang,..? jam berapa mau kesana..?"


ucap Rio mencoba merayu.


Viona di telponnya menjengek penuh jijik sambil menatap telponnya.


Tapi cuma sebentar, setelah itu dia kembali berkata,


"Jam 7 aku tunggu di sana..."


"Udahan dulu ya aku mau mandi dan siap-siap."


ucap Viona yang tidak ingin berbicara panjang lebar.


"Tunggu dulu Vi, aku...Tut...Tut...Tut.. Tut...!"


ucapan Rio belum selesai Viona sudah menutup telponnya.


Rio sangat kesal, dia ingin membanting HP nya, tapi tidak jadi di lakukan, karena bila HP nya rusak.


Dia sendiri yang repot, karena bila ganti HP baru harus mindahkan berbagai data itu sangat repot.


Dengan wajah kesal, Rio meneruskan aktivitasnya berlatih tinju seorang diri., hingga wajah dan seluruh tubuhnya basah oleh keringat.


Rio melampiaskan semua kekesalan nya kearah Samsak tinju yang tergantung di hadapannya.


Sedangkan Viona setelah memutuskan panggilan nya, dia pun masuk kedalam rumah Santi, pergi ke kamar tamu.


Lalu Viona pun mandi di dalam kamar tersebut yang di lengkapi oleh WC dalam kamar.


Setelah mandi segar, Viona pun berdandan dengan rapi mengenakan dress panjang berwarna hitam, setelah bercermin dan puas dengan penampilan nya, dia baru keluar dari dalam kamar.


Saat keluar dari kamar, Viona melihat Santi juga sudah siap dengan dress biru panjangnya yang tidak kalah cantik darinya.


"Gimana sudah siap ? mau ketemuan di mana..?"


tanya Santi.


"Di restoran SOP Buntut yang Sarah pernah bawa kita kesana.."


"Di sana suasananya gak terlalu ramai, makanannya juga lumayan rasanya dan gak terlalu mahal."


ucap Viona.


Santi mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Boleh juga,.. sebentar ya,.. aku beritahukan ke James dulu.."


Viona tersenyum dan mengangguk, lalu dia mengambil remote TV iseng iseng cari siaran yang cocok.


Sementara itu Santi pergi ke halaman belakang, di mana James sedang mengangkat jemuran pakaian yang sudah kering.


Santi menatap sosok James yang sedang memunggunginya dengan penuh haru.


Lalu Santi berjalan menghampirinya dari belakang, langsung memeluk pinggang suaminya dan berkata,


"Makasih banyak ya sayang..."


James menoleh dan berkata,


"Makasih untuk apa ?"


Santi menaikkan tangan nya kedada James yang berotot dan berkata,


"Makasih atas semuanya.."


"James menyentuh jari tangan Santi dengan lembut dan berkata,


"Tidak perlu sayang, asal kamu senang aku sudah cukup puas.."


"Sayang kamu sudah bersih rapi dan wangi, aku baru habis lari sore, badan ku bau loh belum mandi."


ucap James mengingatkan.


"Aku tidak perduli, bagi ku kamu tetap selalu wangi."


ucap Santi sambil tertawa manja.


James yang sudah selesai mengangkat jemuran, memutar tubuhnya ke belakang, menghadap kearah Santi dan berkata,


"Jam 7 malam di sebelah kantor mama mu.."


"Ohh Sop Buntut itu, emangnya kalian suka kesana ?"


tanya James.


"Sarah yang mengajak kami kesana sekali, dan ini yang kedua kalinya..."


jawab Santi


"Ok lah, aku bawa pakaian ini ke dalam dulu, terus mandi siap siap setelah itu kita bisa kesana."


ucap James sambil tersenyum.


Santi mengangguk, lalu dia menggandeng tangan James dengan mesra masuk kedalam rumah.


Setelah meletakkan pakaian yang baru diangkat dari jemuran di dekat tempat setrikaan baju.


James pun masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Beberapa saat kemudian James Santi dan Viona meninggalkan kediaman mereka, menggunakan mobil Wrangler hitam milik James menuju Restoran SOP Buntut.


Mereka tiba di restoran tersebut sebelum jam 7, setelah mencari tempat, memesan menu makanan.


Mereka bertiga duduk santai di sana menunggu kedatangan Rio, Santi dan Viona terlihat asyik ngobrol mengenang masa lalu mereka .

__ADS_1


Saat Viona dan Santi membahas soal Andi yang dalam waktu singkat bisa mengumpulkan uang untuk melunasi hutang keluarga Viona.


Dan mereka berdua saling menyatakan keheranan mereka.


James yang dari tadi cuek, hanya duduk santai minum jus kemudian berkata,


"Aku punya seorang saudara seperjuangan, yang setelah mengundurkan diri dari pekerjaan kami."


"Dia memutuskan terjun ke Underground, ku rasa ada kemungkinan Andi dapat uang cepat dari sana.."


"Apa itu..?'


tanya Santi dan Viona kompak.


Aku pernah ukur kemampuan Andi, kurasa bila dia ingin mencari uang beberapa Milyar dari arena itu,l aku rasa bukan masalah.."


"Arena,..? apa maksud mu sayang, ?


tanya Santi


James menjawabnya dengan santai,


"Arena tarung bebas dengan resiko cacat mati tidak ada hubungannya dengan pihak penyelenggara maupun pihak lawan nya."


"Santi dan Viona saling pandang dengan wajah pucat dan sedikit terkejut."


Di dalam pikiran mereka langsung terlintas, entah bagaimana kondisi Andi saat ini.


Apakah benar Andi dapat uang nya dengan cara bertarung.


Viona dalam hal ini yang paling curiga dan khawatir, karena sewaktu Andi pertama menelponnya untuk dikirimkan 100 juta, lalu mengirimnya kembali 150 juta.


Andi saat itu bercerita padanya, dia dapat uang lewat pertaruhan pertandingan, di tambah dengan tempat kerja Andi adalah Sasana TAH tempat orang latihan tinju


Itu semakin menguatkan dugaannya, Andi kemungkinan besar menghasilkan uang dari ikut pertarungan seperti yang James katakan barusan..


Tapi baru saja Viona mengeluarkan HP nya ingin melakukan panggilan ke Andi, untuk bertanya dan memastikan keadaan Andi.


Rio kebetulan berjalan masuk dari arah pintu ruangan,.dia terlihat sangat gagah tampan wangi dan elegan


Dalam balutan jas dan celana hitam nya yang bermerk.


Rio terlihat seperti seorang pebisnis muda yang sangat tampan.


Para pelayan restoran, yang sebagian besar adalah wanita, mereka melihat kearah Rio dengan tatapan mata penuh kagum.


Melihat kedatangan Rio, membuat Viona terpaksa membatalkan niatnya untuk melakukan panggilan ke Andi, sebaliknya dia berusaha tersenyum tenang menatap kearah Rio.dan mempersilahkan Rio untuk ikut duduk di hadapannya.


Melihat di sana hadir Santi dan James yang terlihat cuek dan dingin.


Rio langsung mempunyai firasat tidak bagus.


Sambil berusaha terlihat tenang, Rio mengulurkan tangannya kehadapan James dan berkata,


"Apa kabar, lama tidak bertemu kelihatannya anda semakin sehat.."


"Kakak sampai repot repot datang kemari, apakah ada yang bisa saya dan pacar saya lakukan untuk anda .?"


James tidak membalas salaman Rio, dia mengabaikan nya, pura-pura tidak melihat nya dan berkata,

__ADS_1


"Terimakasih, tapi kedatangan ku, hanya sekedar datang mengawasi saja."


"Pembicaraan selengkapnya, biar Viona yang berbicara dengan Anda.."


__ADS_2