
"Kalau aku tidak setuju..?"
tanya Rio mencoba menantang.
Viona tersenyum mengejek dan berkata,
"Kalau begitu tidak ada yang perlu kita bahas lagi.."
"Mau penjarakan ayahku silahkan, mau hubungi keluarga ku untuk menekan ku coba saja.."
Selesai berkata Viona dengan wajah dingin berdiri dari duduknya.
Lalu hendak pergi meninggalkan Rio, bahkan bunga yang Rio berikan pun dia biarkan tergeletak di meja.
Melihat reaksi Viona yang keras, Rio buru-buru menahan tangan Viona dan berkata,
"Tunggu Vi..."
Viona menahan langkah nya menatap Rio dengan tajam, dengan kurang senang dia berkata,
"Mau bicara, bicara lah tapi lepaskan tangan ku,! atau aku akan berteriak agar orang-orang datang menghajar mu..!"
Rio sedikit terkejut dengan keberanian Viona menantang dan melawannya.
Tapi justru dia menjadi semakin penasaran dan semakin menyukai Viona.
Rio akhirnya memilih mengalah dan melepaskan tangan Viona.
"Apa yang mau kamu katakan cepat, ? aku tidak punya banyak waktu..!"
ucap Viona keras.
Rio menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah aku terima semua permintaan mu, jadilah kekasih ku, setelah tamat kuliah jadilah istri ku.."
Viona kembali duduk di depan Rio dan berkata,
"Bagaimana dengan hutang ayah ku dan kelanjutan bisnisnya ?"
Viona sedang menginterpretasikan setiap nasehat yang Andi berikan pada nya tadi.
Dia tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan Andi untuk nya, hingga harus mengalah menjauhinya.
Bahkan sampai memilih pindah kampus dan kota demi kepentingan dan kebahagiaan nya.
Rio tersenyum penuh kemenangan dan berkata,
"Selama kamu menjadi kekasihku, hutang itu bukan masalah aku akan mengurusnya."
"Setelah resmi menjadi istri ku, aku akan menghapuskan semua hutangnya.."
"Bagaimana bila sebelum kita menikah ayah ku mampu menyelesaikan hutangnya..?"
tanya Viona sambil melihat reaksi Rio.
Rio sambil tertawa mengejek berkata,
"Bila ada hari seperti itu, kamu boleh bebas memilih mau tetap bersama ku atau meninggalkan ku semua terserah pada mu.."
"Baik deal .."
ucap Viona mengulurkan tangannya menyalami Rio.
Rio sambil tertawa senang membalas menyalami Viona.
__ADS_1
Setelah bersalaman Viona menarik kembali tangannya dan berkata,
"Demi kebaikan bersama, tolong semua perjanjian tadi, dituangkan dalam sebuah perjanjian tertulis yang sah secara hukum.."
"Bila ada salah satu pihak melanggar isi kontrak, maka akan di kenakan penalti kompensasi sebesar 100 miliar..."
Hati Rio sempat tercekat, tapi demi gengsi dia tidak punya pilihan lain.
Rio mengangguk dan berkata,
"Baik draftnya akan kuberikan paling lambat besok sore.."
Viona mengangguk dia tersenyum lembut menatap Rio dan berkata,
"Kamu cukup gentle aku menyukainya, lain kali tidak perlu bawa-bawa benda beginian mencari sensasi aku tidak tertarik.."
"Lebih baik berikan secara cash saja.."
ucap Viona sambil tertawa, Kemudian berjalan pergi meninggalkan Rio.
Rio masih duduk bengong di tempatnya, kejutan yang di berikan oleh Viona benar-benar membuatnya syok..
Tapi justru hal ini membuatnya semakin tertantang ingin mendapatkan Viona dan menahlukkan nya.
Viona setelah pergi dari kantin, dia tidak langsung pulang ke kost.
Melainkan buru-buru pergi ke kelas perkuliahan Andi.
Tapi Viona mendapatkan kelas itu telah kosong, Andi tidak lagi terlihat berada di sana.
Viona pun bergegas menuju ke perpus,
di mana Andi biasanya suka menghabiskan waktu di sana.
Viona duduk di sebuah bangku kosong depan perpus, lalu dia mengeluarkan HP nya yang layar depan nya ada foto profil dirinya dan Andi.
di mana Andi sedang memeluk dirinya dari belakang sambil tersenyum bahagia.
Begitu pun dirinya terlihat sedang tersenyum manis menatap kamera.
Kebahagiaan ini sebentar lagi akan pergi, terbawa angin musim gugur, memikirkan hal ini hati Viona terasa pedih.
Dari sepasang matanya yang tadinya bersinar dingin keras penuh percaya diri, kini terganti dengan sinar mata penuh kesedihan.
Airmata jatuh menetes ke layar HP nya, membuat Viona tersadar dari lamunannya.
Dia buru-buru mengirim pesan ke Andi,
"Di... kamu di mana ?"
Cukup lama Viona menunggu hingga akhirnya datang balasan dari Andi.
"Aku sedang di luar Vi, ada apa ?"
"Di luar di mana ? aku kangen.."
Balas Viona cepat.
Cukup lama Viona menunggu, akhirnya terdengar suara lembut dari belakang nya.
"Aku di luar sini, tidak jauh dari mu.."
"Maaf aku tidak bisa konsekwen antara ucapan dan tindakan.."
"Aku tahu ini tidak benar, seharusnya mulai saat ini aku harus belajar jaga jarak dari mu, tapi melihat mu seperti ini,"
__ADS_1
"aku..aku tidak sanggup.."
ucap Andi sambil duduk di sebelah Viona dan memalingkan wajahnya menatap kearah awan di langit.
Viona merangkul lengan Andi dengan mesra dan berkata,
"Tidak apa-apa kita masih punya waktu, sampai aku menandatangani kontrak dengan nya."
"Tadi aku sudah bertemu dan berbicara dengan nya."
"Dia sudah menyetujui semua permintaan ku, dan nanti akan di tuangkan dalam sebuah kontrak resmi."
"Sebelum kontrak di tandatangani, aku masih bebas.."
"Setidaknya sampai akhir pekan ini, aku akan memanfaatkan setiap detik setiap waktu yang tersisa untuk selalu bersama mu.."
"Kamu jangan menolaknya ya di,...anggap saja ini hiburan terakhir buat ku.."
ucap Viona menatap Andi dengan penuh harap.
Andi menoleh menatap Viona dengan sepasang mata nya yang merah, tanpa banyak berkata dia mengangguk .
Kemudian menarik Viona kedalam pelukannya dan memeluknya dengan mesra dan lembut.
"Terimakasih di ..."
ucap Viona dengan tatapan bahagia sambil membalas memeluk pinggang Andi.
Kedua sejoli itu duduk di sana, menikmati angin musim gugur yang lembut yang berhembus. Seakan-akan ingin membawa pergi semua kesedihan yang di rasakan oleh kedua sejoli Tersebut.
Mereka berdua serasa dunia ini hanya milik mereka berdua, mereka tidak perduli lagi dengan orang yang berlalu-lalang di hadapan mereka.
Beberapa saat berada dalam keheningan, Andi berkata,
"Kita ke kost mu yuk, ambil motor dulu,
kita jalan-jalan sore, habis itu kita makan bebek goreng kaki lima, gimana ?"
Viona tersenyum gembira dan mengangguk cepat.
Lalu mereka bergandengan tangan meninggalkan perpus menuju kost Viona.
Sambil berjalan bergandengan, Andi berkata,
"Vi kita ajak Santi meramaikan suasana boleh gak, ?"
Viona melirik kearah Andi sambil tertawa dan berkata,
"Emangnya motor kita muat, badan mu begitu besar..?"
Andi Tersenyum dan berkata,
"Di muat-muatin aja yang penting happy.."
"Boleh tapi aku ditengah gak mau di ujung, nanti kamu ambil kesempatan ke Santi .."
ucap Viona sambil tertawa.
Andi menggelengkan kepalanya dan berkata dengan suara kecil,
"Emangnya kalau kamu ditengah, gak takut aku ambil kesempatan dari mu apa ?"
"Apa...!? mulai berani ya...!?"
ucap Viona sambil pura-pura ingin mencubit Andi.
__ADS_1