AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
SALAH MEMILIH TEMPAT


__ADS_3

"James,.. kamu mau bawa aku kemana !? mengapa kamu tiba-tiba muncul di sini setelah hampir 3 Minggu menghilang..!?"


tanya Santi setengah meneriaki James dengan kesal.


"Kita bicarakan di mobil.."


ucap James singkat.


Dia tidak melepaskan gendongan nya, dari Santi, dia juga tidak menurunkan Santi kebawah.


Dia terus melangkah dengan tegap berjalan menuju mobil Wrangler hitam nya yang terparkir tidak jauh dari halaman depan rumah praktek aborsi Dokter ilegal tersebut.


"Tidak bisa James,.. turunkan aku,.. motor ku masih disana.."


ucap Santi dengan suara memelas mencoba membujuk James agar melepaskan nya.


Saat ini yang paling ingin Santi jauhi adalah James, dia sangat malu dan tidak punya muka untuk berhadapan dengan James.


Setelah kondisinya kini seperti ini, dia benar-benar tidak ingin menyakiti perasaan pria yang sangat mengagumkan ini.


Santi merasa dirinya kini semakin tidak pantas untuk nya, jangankan menerima perasaan James.


Bahkan sekedar menjadi teman pun, dia merasa dirinya sangat memalukan dan tidak pantas untuk James.


"Kamu tidak perlu khawatir, asisten ku yang akan mengurusnya."


"Tapi kuncinya ada pada ku James..please deh.."


ucap Santi masih berusaha membujuk James.


Saat James dengan hati-hati berusaha membantu Santi duduk di dalam mobilnya


"Itu bisa di atur.."


ucap James singkat sambil tersenyum lembut.


"Kamu mau dia apain motor ku, ? jangan sampai nanti merusak lubang kunci motor ku..!"


James hanya menanggapinya dengan tersenyum dan membantu mengenakan sabuk pengaman, lalu menutup pintu mobilnya.


Dan bergerak ke sisi supir, James membuka pintu duduk di posisinya, mengenakan sabuk pengaman, menyalakan mesin mobilnya kemudian berlalu dari sana.


Tanpa memperdulikan protes yang di lontarkan oleh Santi, dia memasang hands free yang di cantel ke telinga nya.


Sesaat kemudian dia berkata,


"Michael kamu segera menuju ke kawasan komplek perumahan PI di daerah JS rumah no 72 jl kenanga."


"Kamu urus motor Scoopy hitam dengan plat nomor 1972 SF, sekalian bawa beberapa anggota lain."


"Kamu sendiri khusus urus motor itu dengan baik, sekalian kamu antar ke alamat kost di dekat kampus P di gang P no 2 "


"Sedangkan anggota mu tolong urus dan berikan extra servis untuk Dokter bajingan itu."


"Di copy.."


"Siap Panglima.. laksanakan.."


jawab Michael tegas.


Santi menatap James dengan penuh keheranan dan tanda tanya besar..


"Jangan tatap aku seperti itu, aku bukan orang jahat.."


"Aku akan jelaskan semuanya pada mu sejelas-jelasnya, kita cari tempat makan yang enak makan dan enak bicara.. sabarlah sebentar.."

__ADS_1


"Apa yang akan di lakukan anggota mu pada Dokter yang tidak ada sangkut pautnya itu dengan mu.?"


tanya Santi dengan curiga.


James tersenyum dingin dan berkata,


"Dia akan menuai karma nya dulu, sebelum menikmati jeruji besi penjara."


"Kamu tahu apa yang dia lakukan pada pasien nya..?"


tanya James sambil nyetir.


Santi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tidak tahu.."


"Lalu buat apa kamu kesana ?"


tanya James kembali.


"Aku..aku..masuk angin jadi pergi ke dokter, emang kenapa ?"


tanya Santi kembali, menutupi rasa gugupnya.


Dia masih berusaha menutupi kondisinya dari James, Santi tidak ingin ada yang tahu dengan apa yang di alaminya, dan keadaan dirinya Saat ini.


Jadi dia terpaksa mengarang dan berbohong dari James.


"Kamu tidak perlu menutupi nya dari ku, aku sudah tahu semuanya."


"Santi dokter bajingan itu, adalah Dokter aborsi ilegal, aku sudah menginterogasi dua pasien yang keluar dari sana.."


"Mereka di dalam di beri obat bius, lalu diperkosa oleh Dokter itu, setelah itu dia baru melakukan Aborsi pada kedua gadis malang itu.."


"Dia harus membayar nya.."


ucap James dingin.


"Apa maksud mu dengan kata calon istri ? siapa calon istri yang kamu maksud..!?"


tanya Santi dengan wajah merah padam.


James menoleh dan tersenyum lembut lalu berkata,


"Selain kamu, siapa lagi yang layak mendampingi ku ?"


"James tapi aku..."


ucap Santi mulai terisak.


Ada perasaan bangga dan bahagia mendengar ucapan dan pengakuan James secara terang-terangan pada dirinya.


Tapi di saat bersamaan juga muncul perasaan sedih kecewa menyesal dan tidak berdaya yang menyelimuti hati dan perasaan nya.


James memberikan tisue ke Santi dan berkata,


"Hapus lah air mata mu, jangan bersedih, sabarlah sebentar, nanti aku janji akan bahas hal ini sampai tuntas, bersabarlah dulu.."


Santi menerima tisue dari James dan berkata,


"Terimakasih,...James.."


Lalu dia menoleh kearah luar jendela dan menghapus air mata nya yang mengalir tanpa bisa dia hentikan.


James membawa kendaraan nya, memasuki area parkir sebuah restoran seafood yang sangat mewah yang didirikan di tepi pantai.

__ADS_1


Tapi baru saja James memarkirkan mobilnya, membuka pintu mobil hendak turun, dia melihat Santi duduk di sana tidak bergeming.


"Kamu kenapa San ?"


tanya James heran.


Santi tiba tiba menutupi mulutnya seperti ingin muntah, beberpa kali dia menahannya dengan menutupi mulut dan hidung nya dengan tisue di tangan nya.


Tapi akhirnya tanpa dapat menahan diri lagi, dia membuka pintu mobil.


"Hoeekkk...Hoeekkkkkk... Hoeekkk..!"


Santi memumtahkan cairan tanpa isi di pinggir pintu mobil James.


James buru-buru mendekati Santi mengurut ngurut punggung dan tengkuknya Santi dengan lembut.


Lalu dia membantu mengoleskan minyak angin aromatherapy di sekitar tengkuk dan di samping kening kiri kanan Santi.


Setelah itu dia baru membantu membersihkan pinggiran bibir Santi, yang masih ada sedikit bekas sisa muntahan.


"San kamu kenapa ? bagaimana keadaan mu sekarang ? kita ke rumah sakit ya ?"


tanya James dengan cemas.


Santi setelah muntah, sudah merasa jauh lebih baik, tidak begitu mual lagi.


Tapi dia masih terlihat pucat dan lemas.


Sambil tersenyum sedih Santi berkata,


"Aku tidak apa-apa makasih ya James, aku hanya sedang alergi bau sea food akhir akhir ini."


"Maaf jadi ngerepotin.."


James terdiam mendengar penjelasan Santi., lalu dia kembali memasang kan sabuk pengaman Santi.


dan hendak menutup pintu mobil.


"James kita sudah sampai, nanggung ."


"Lagipula kamu pasti sudah lapar dan pengen makan, ya sudah kita makan di sini saja.."


ucap Santi cepat sebelum James menutup pintu mobil.


James tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa, ini salah ku maaf."


"Aku kurang mempertimbangkan semua nya dengan teliti."


"Kita pindah saja, tidak jauh dari sini ada tempat lain yang pasti kamu akan menyukainya."


"Tempat apa itu ?"


tanya Santi penasaran..


"Ikut saja nanti juga bakal tahu.."


ucap James sambil membantu membenarkan posisi duduk Santi dengan menggeser paha dan betis Santi dengan lembut..


"Hei...!" kamu..mau apa !?"


jerit Santi tertahan wajahnya kembali merah seperti kepiting rebus.


James hanya menanggapinya dengan tertawa.

__ADS_1


__ADS_2