
Tapi di luar dugaan Wasit yang mendapatkan kode dari seorang pria berpakaian rapi lengkap dengan jas dan dasi, rambutnya juga di sisir rapi kebelakang mirip dewa judi di film di era tahun 80 an.
Pria itu duduk di sebuah tempat yang agak tinggi, sambil mengunyah cerutunya, dia memberi kode ke wasit agar pertandingan tetap di lanjutkan.
Wasit mendekati Andi dan berkata,
"Harus ada yang roboh dan tidak bisa berdiri, baru Bisa di anggap selesai."
Lalu wasit meninggalkan Andi dan melambaikan tangannya kearah Scorpion king dan berkata,
"Habisi dia,. gunakan kesempatan ini baik baik.."
Scorpion king mengangguk girang, dia kembali melangkah masuk kedalam arena.
Andi hanya bisa menghela nafas, menanggapi ketidakadilan ini.
Dia kembali bersiap siap dengan kuda kudanya, menghadap serangan dari pihak Scorpion king.
Scorpion king tersenyum sinis menatap Andi, tanpa berkata-kata, begitu wasit memberi tanda agar pertandingan kembali di lanjutkan.
Scorpion king langsung bergerak cepat kearah Andi melepaskan 5 tendangan kombinasi yang cepat dan ganas.
Andi bergerak menangkis menghindar sambil melepaskan beberapa tendangan, dan tinju kearah wajah dan perut Scorpion king.
Tapi serangan balasan Andi kembali menemui tempat kosong.
Karena Scorpion king sudah berjungkir balik, menggunakan sepasang tangannya sebagai penahan, lalu sepasang kakinya kembali melepaskan tendangan beruntun kearah kepala Andi.
Tepuk tangan dan sorak Sorai para penonton mengisi tempat itu, saat mereka melihat pertandingan yang semakin lama semakin alot dan seru.
Andi bergerak cepat menggeser geser posisi langkah ajaib nya, dalam sekejap mata, dia tiba-tiba muncul di hadapan wajah Scorpion king.
Melepaskan dua tendangan kearah kedua tangan Scorpion king yang menjadi tumpuan tubuhnya yang berjungkir balik.
Sebelum Scorpion king sempat menarik tangannya menghindar, tendangan Andi telah tiba menghantam kedua sambungan tangannya hingga terlepas.
"Arghhh...!!"
teriak Scorpion king kesakitan, karena kedua tangannya terlepas dari sambungan..
Andi tidak berhenti sampai di situ, sebuah tendangan kakinya tepat mendarat di wajah Scorpion king sehingga tubuhnya terpental menjauhi Andi.
Scorpion king buru buru kembali bersiaga, sambil menahan sakit membenarkan sambungan lengannya yang terlepas, setelah itu dia baru menghapus darah yang mengucur deras dari hidung yang terluka dan mengeluarkan darah cukup banyak.
Sebaliknya Andi tetap bersikap waspada tidak berani meremehkan musuhnya sama sekali.
Setelah menghentakkan kakinya keatas Tanah Scorpion King kembali melepaskan dua kali tendangan dari samping di kombinasikan dengan sebuah tendangan putar, sambil melepaskan sebuah tendangan lurus kearah dada Andi.
Ternyata tendangan putar hanya sebuah gerak tipu, tendangan sebenarnya justru adalah tendangan kedua yang terarah ke dada.
__ADS_1
Ketika keempat serangan yang dia lakukan, berhasil di hindari Andi.
Saat kaki Scorpion King mendarat di lantai, dia langsung menjejak tanah terbang keatas, lalu melepaskan sebuah tendangan cangkul dari atas kebawah.
Andi bergeser kesamping, sehingga tendangan tersebut lewat di depannya, Andi langsung membantingkan badan nya kearah sambungan lutut di kaki Scorpion king.
"Arggghhh...!"
teriak Scorpion King kesakitan, karna sambungan lutut di kakinya terlepas dari sambungan, tertimpa oleh tubuh Andi.
Scorpion king melompat mundur menjauh dengan sebelah kaki terpincang pincang.
Tapi dia masih belum mau menyerah, dia melangkah dengan berlompatan dengan kaki sebelah.
Seolah-olah sedang menanti kesempatan untuk melepaskan serangan terakhirnya.
Matanya masih menatap tajam kearah Andi, hanya bibirnya yang menunjukkan dia sedang meringis menahan rasa nyeri di kakinya.
Melihat pergerakan Scorpion king yang sepertinya hanya bisa menunggu dan memberikan serangan balasan.
Andi berinisiatif maju menyerang dengan sepasang tinjunya, yang secara bergantian menyerang kepala dada dan leher.
Melihat Andi bergerak maju, Scorpion King langsung melakukan jungkir balik, tubuhnya berputar diudara sambil memberikan sebuah tendangan mencangkul kearah ubun ubun Andi dari atas kebawah.
Tapi malangnya tendangan cangkulan pamungkas yang jarang meleset, justru tertangkap pergelangan kaki nya oleh Andi.
Sebuah tendangan datar kearah sambungan pinggang belakang dan belakang kepala Scorpion King di lepaskan dengan kuat oleh Andi.
"Ahhhh...!"
teriak Scorpion King kesakitan, karena tulang belakang nya retak, sedang kan kepala belakangnya mengalami gangguan serius.
Geger otak dan cedera tulang belakang yang sangat menyakitkan, akhirnya membuat Scorpion king terkapar tidak sadarkan diri .
Tubuhnya tergeletak dalam posisi tengkurap tidak bergerak, handuk putih di lemparkan dari pinggir lapangan oleh temannya.
Lalu tubuhnya pun di gotong keluar dari arena.
Andi sebenarnya tidak tega, dan berulangkali memberikan kesempatan untuk Scorpion King agar mundur dari pertandingan.
Tapi Scorpion King terlalu keras kepala dan pantang menyerah, sehingga inilah hasil yang harus di terima oleh nya.
Ada kemungkinan dia akan lumpuh atau cacat seumur hidup, tidak bisa berlatih bela diri lagi.
Sesaat arena menjadi sepi, saat melihat hasil akhir pertandingan.
Memanfaatkan situasi ini, Berry dengan sigap membawa Andi masuk ke ruang ganti, sebelum penonton sempat heboh dan melampiaskan kekesalan mereka ke Andi.
Karena mereka kembali kehilangan uang taruhan mereka untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
Melihat kondisi Andi Berry pun berkata,
"Bagaimana di...kita lanjutkan lain kali saja ya..?"
Di luar dugaan Berry kali ini Andi mengangguk dan berkata,
"Baik Berry kita lanjutkan Rabu depan aja lagi.."
Berry sedikit terbelalak tak percaya menatap Andi dan berkata,
"Kamu serius di...ku pikir kamu.."
Andi mau tertawa tapi tidak bisa, yang terlihat adalah dia seperti meringis.
"Ya gak lah Berr gue masih sayang nyawa, kondisi ku kini tidak memungkinkan ku untuk maju melawan musuh yang lebih berat lagi."
ucap Andi sambil berusaha tersenyum.
"Ya udah kamu mandi istirahat, biar aku uruskan uang kemenangan mu, nomer rekening mu mana di...?"
tanya Berry sambil mengulurkan tangannya kearah Andi.
Andi mengambil HP nya menyebutkan nomernya, Berry mencatat nya, setelah itu Berry pura-pura seperti mau melakukan transfer.
Saat di sana muncul nama Andi Huo, Berry pun berkata,
"Atas nama Andi Huo kan rekening mu ?"
Andi mengangguk dan berkata,
"Benar Berr makasih ya.."
Berry mengangguk sambil tersenyum dia berkata,
"Jangan sungkan ini sudah tugas ku, aku kan gak kerja gratis.."
Andi tertawa sedikit meringis lalu dia berjalan tertatih menuju kamar mandi.
Mencoba menahan sakit mengangkat tangannya keatas untuk menyalakan Shower air mandi yang letaknya di atas kepalanya.
"Huss...!"
Andi mendesis menahan nyeri, saat tangan nya hendak di angkat keatas.
Perlahan-lahan akhirnya Andi berhasil juga menyalakan Shower untuk mandi.
Begitu air hangat mengucur membasahi wajah dan tubuh Andi, Andi kembali meringis menahan perih di wajahnya yang terluka.
Sambil mandi Andi mencoba memperhatikan luka di dada dan tulang rusuknya.
__ADS_1
Setelah melakukan pengecekan secara hati-hati, Andi mendapatkan tulang rusuknya ada yang retak, makanya setiap bernapas terasa nyeri.
Sedangkan dadanya mengalami luka memar yang cukup serius.