AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENDENGARKAN CERITA LOUIS


__ADS_3

Andi setelah kembali ke penginapan, dia pun menghabiskan waktunya menunggu malam sambil baring dan menonton siaran tv.


Andi sempat kaget, karena siaran TV di sini banyak menawarkan film konten vulgar tanpa sensor.


Bahkan ada Chanel yang khusus menawarkan wanita, di mana di sana ada foto, dan nomer hp yang bisa di hubungi bila ada yang menginginkannya.


Karena bosan, Andi pun mematikan TV dan melanjutkan bermain game, Andi bergerak memainkan hero nya berpetualang sendirian sambil menunggu kemunculan pasangan nya.


Waktu berlalu dengan cepat, setelah Andi larut dalam games, saat melihat jam sudah pukul 6 sore.


Andi pun mematikan permainannya, lalu bergegas pergi mandi membersihkan badan berganti pakaian, bersiap siap untuk pergi ke cafe yang terletak di seberang penginapannya.


Andi yang tiba duluan di cafe itu, dia hanya memesan juice mangga dan gorengan kentang untuk menemaninya menunggu sambil main games.


Tepat jam 7 Vincent terlihat datang bersama seorang pria berusia 40 an.


Setelah saling berkenalan dan ngobrol sejenak Andi pun berbicara, to the point.


"Pak Louis saya tertarik dengan rumah dan taman yang saat ini digunakan oleh Boby.."


"Apa pak Louis bersedia menjualnya kepada ku..?"


Louis tersenyum masam dan berkata,


"Maaf pak Andi meski hubungan ku dan ibu ku tidak akrab, tapi itu adalah rumah warisan peninggalan kenang kenangan satu satu nya dari ibu ku untuk ku."


"jadi aku tidak akan pernah menjualnya, tapi bila pak Andi berminat tinggal di sana, aku akan menyewakan ke pak Andi dengan harga miring.."


"Hitung hitung pak Andi membantu ku merawatnya."


ucap Louis sambil menunggu respon dari Andi.


Andi terdiam sejenak dan berpikir, kemudian dia mengulurkan tangannya kearah Louis dan berkata


"Deal, aku menyetujui penawaran pak Louis, silahkan pak Louis buka harga.."


"Maaf, pak Andi mau sewa untuk berapa lama ya,..?"


tanya Louis sambil menatap Andi.


"3 bulan boleh pak Louis,? tapi kalau tidak boleh, ya saya akan ambil setahun.."


ucap Andi sambil tersenyum.


"Boleh aja sih gak masalah, saya akan hitung bulanan buat pak andi."


"Bagaimana bila 1000 Euro untuk 3 bulan.."


ucap Louis sambil menatap Andi.


Andi mengangguk dan berkata,


"Setuju bukan masalah, tapi aku minta rumah di renovasi lebih baik, interior di ganti dan dirapikan supaya lebih nyaman buat di tinggali.."


"Dan masalah dengan Boby pak Louis harus mengurusnya dengan baik.."

__ADS_1


"Aku tidak mau terlibat dan ikut campur.."


ucap Andi menatap Louis dengan serius.


Louis mengangguk dan berkata,


"Pak Andi tenang saja,.kasih waktu aku 3 hari."


"Aku akan memberikan jawaban yang memuaskan buat pak Andi."


Andi mengangguk, lalu Andi menulis selembar cek dan langsung diberikan ke Louis tanpa pikir panjang.


Louis yang tidak membawa kwitansi sempat bingung, untung Vincent memilikinya, akhirnya semua pun berjalan lancar.


Setelah berbincang dan ngobrol dengan puas, saat berpisah keluar dari cafe Andi menyelipkan sebuah amplop ke saku jas Vincent.


"Eh pak Andi apa ini,..?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Maaf keputusan hasil akhirnya seperti itu, jadi lagi lagi aku hanya bisa bayar biaya konsul saja."


"Jangan pak Andi, ini tidak boleh sebelumnya anda juga sudah bayar.."


"Lagipula saya juga tidak berpartisipasi apa apa mana boleh saya terima ini."


ucap Vincent ingin mengembalikan amplop tersebut ke Andi.


Tapi Andi menahannya dan berkata


"Baiklah aku akan terima, tapi kalau pak Andi membutuhkan sesuatu di kota ini, jangan sungkan menelpon ku.."


ucap Vincent serius.


Andi mengangguk dan berkata,


"itu pasti pak, karena di kota ini selain pak Vincent saya tidak punya teman lain."


Andi dan Vincent kemudian berjabat tangan dan berpisah.


3 hari kemudian Andi benar di telpon Louis untuk datang ke lokasi.


Andi pun langsung mengendarai mobil barunya menuju lokasi.


Saat tiba di lokasi, Andi pun di ajak oleh Louis untuk berkeliling melihat interior rumah, yang sudah di ganti dan di tata ulang.


Setelah berkeliling melihat lihat Andi dan Louis memilih duduk di balkon depan kamar di lantai dua, yang bisa melihat pemandangan gunung dan sungai yang berair jernih.


"Bagaimana pak Andi ? apa ada yang masih kurang ? kalau ada katakan saja jangan sungkan.."


ucap Louis ramah.


Andi tersenyum dan berkata,


"Tidak perlu pak Louis, ini sudah cukup.."

__ADS_1


Andi menatap kearah Louis dan berkata,


"Bagaimana dengan si Boby..?"


"Bajingan itu, aku sudah mendeportasinya kembali ke Afrika."


ucap Louis terlihat geram.


"Kok bisa emangnya dia bukan warga negara sini..?'


tanya Andi heran.


Louis menghela nafas panjang dan berkata,


"Semua ini bermula saat ulang tahun ku yang kelima, ayah ku mengajak ibu aku berangkat ke Afrika untuk wisata safari disana."


"Kami sekeluarga berangkat ke sana untuk berwisata, saat itu tour guide kami adalah si Boby ini.."


"Di sanalah awal mulanya dia mengenal ibu ku.."


"Setelah kami kembali dari wisata di Afrika diam diam ibu ku dan dia masih terus berhubungan.."


"Akibat kesepian, karena ayah ku terlalu sibuk dengan bisnisnya, akhirnya ibu ku tergoda oleh bujuk rayu bajingan yang telah menikah dan cerai 24 kali itu.."


"Suatu hari karena tertangkap basah oleh ayah ku perselingkuhan ibu.."


"Akhir ayah ibu ku resmi bercerai saat usia ku masih 6 tahun.."


"Ibu ku kemudian ikut dengan bajingan itu pindah kerumah lama kami, sebelum ayah sukses dengan bisnisnya."


"Rumah ini adalah rumah satu satunya yang sengaja ayah buat atas nama ibu ku.."


"Karena ibu tertangkap berselingkuh, maka saat proses perceraian ibu kalah telak di persidangan, dia hanya mendapatkan rumah ini saja.."


"Beberapa waktu setelah ibu ikut tinggal bersama bajingan itu, ibu baru menyadari kesalahan nya."


"Tapi penyesalan yang datang terlambat, semua sudah tiada gunanya.."


"Akhirnya karena rasa sesal ini, ibu pun jatuh sakit dan meninggal setelah satu tahun di ceraikan oleh ayah ku.."


ucap Louis dengan mata sedikit basah.


Andi menatap Louis dengan penuh rasa iba, dia bisa merasakan kesedihan dan sakit hati Louis.


Andi menepuk bahu Louis dan berkata,


"Terimakasih Louis kamu sudah percaya dan mau bercerita pada ku.."


"Tabahlah Louis jangan terlalu di pikirkan, yang sudah berlalu biarlah berlalu.."


"Ambil saja hikmahnya,.sehingga kita tidak akan terjatuh dan mengulangi hal yang sama.."


Louis tersenyum sedih menatap Andi dan berkata,


"Sama sama di,.. terimakasih juga kamu mau meluangkan waktu mu, untuk dengarkan keluh kesah ku."

__ADS_1


"Ini adalah pertama kalinya, aku bercerita dan membongkar beban yang sudah lama menekan perasaan ku."


__ADS_2