
Mia berusaha menangkis Cop keras Andi, tapi tidak berhasil, karena pukulan Andi terlalu keras dan cepat untuk diantisipasi.
Suara botol plastik kosong yang beradu, di selingi teriakan nama Andi, kembali mewarnai lapangan 10, yang terdengar gegap gempita memenuhi seluruh gedung olahraga.
Di tempat lain, Rio yang bertanding di lapangan satu sampai mengerutkan alisnya, merasa konsentrasinya terganggu, oleh si kere Andi yang kini sedang naik daun.
Andi tidak memperdulikan sorakan dukungan yang diberikan penonton kepadanya, dia hanya menoleh kearah Viona.
Menatapnya sambil tersenyum lembut, Viona yang mendapat senyum dari Andi sangat senang dan bahagia.
Wajahnya menjadi merah dan tersipu malu.
Di bangku penonton sorakan semakin riuh datang dari para pendukung wanita, yang mengira Andi melemparkan senyum kepada mereka.
Suasana kembali hening, saat Andi kembali memberikan servis kearah Roy.
Roy sempat berbisik kepada Mia, agar mereka bergerak menekan, tidak akan mengangkat bola, menghindari Smash yang dilontarkan oleh Andi yang seperti peluru.
Begitu Andi memberikan servis pendek kearah Roy, Roy langsung maju melakukan cop keras.
Untungnya Sarah bergerak gesit mengembalikan Cop Roy, dengan mengangkat bola kembali ke belakang Roy.
Roy berteriak
"lepas...!
Lalu dia bergerak mundur kebelakang melompat tinggi melakukan Smash lurus kearah Sarah dengan keras.
Sarah dapat mengembalikan nya dengan baik.
Tapi lagi-lagi Roy kembali melakukan Smash ulang kearah Sarah.
Kejadian tersebut berulang hingga tiga kali, Andi hanya di biarkan, sebagai penonton di samping.
Pada Tangkisan Keempat, Sarah sedikit terlambat mengantisipasi, karena bola datangnya terlalu cepat.
Tangkisan Sarah menjadi tanggung, dengan cepat Mia yang berdiri ditengah melompat melepaskan Smash keras, yang sangat cepat dan tajam secara mendadak kearah Andi.
Yang terlihat sedang berdiri bengong, melihat Sarah terus ditekan oleh lawannya.
Tapi dugaan Mia salah, meski Andi terlihat
sedang tidak siap, tapi Andi bisa menangkis dan mengembalikan bola dengan baik, ke belakang Mia yang ada diposisi kiri.
Semua ini berkat mata Andi yang tajam, bisa menangkap semua pergerakan kearahnya dengan cepat.
Serta gerak reflek menangkis semua serangan yang datang, seperti sedang menggunakan sebatang pedang, menangkis serangan dadakan yang datang.
Sangat cepat tepat dan akurat, meleset sedikit saja nyawa bisa melayang.
Berkat latihan seperti ini, serangan apapun yang datang, tentu bukan hal sulit bagi Andi untuk mengantisipasi nya.
__ADS_1
Mia kelabakan dengan pengembalian bola dari Andi, sehingga dia berdiri diam menunggu Roy menyambutnya.
Roy mengerti posisi Mia yang gantung, dia pun bergerak cepat menyambutnya dengan sebuah Smash keras menyilang kearah Sarah.
Kali ini Sarah dalam keadaan siaga, dia berhasil mengembalikan Smash Roy dengan baik ke sebelah kanan belakang.
Pertarungan sekali ini menjadi rally yang cukup panjang dan melelahkan, Hal ini karena Roy dan Mia sengaja menekan Sarah, mencari poin sekaligus meredam keganasan dan dominasi Andi.
Tapi saat Roy melepaskan tembakan smash kedua, tiba-tiba sebelum Smash nya melewati Net, sebuah raket terjulur tepat menyambut bola smash dari Roy.
Seperti Block smash yang di lakukan atlet bola Volly.
Dan block Tersebut tepat sasaran, tidak tahu kebetulan atau memang sudah diperhitungkan oleh Andi.
Bola dengan cepat jatuh kembali kelapangan Roy dan Mia tanpa dapat dicegah.
Roy dan Mia sangat terkejut menatap bola yang jatuh di hadapan mereka, dengan tatapan tak percaya.
Tapi semua itu nyata, sorak Sorai kembali bergema, kini ada yang berteriak nama Sarah ada yang berteriak nama Andi.
Sarah melempar senyum kearah penonton, sambil mengangkat raketnya ke atas.
Tindakan Sarah membuat sorakan pendukung semakin heboh, dan mengelegar memenuhi seluruh gedung olahraga.
Sampai wasit memberi tanda Kearah penonton, dan kearah Sarah. Untuk bersikap kalem dan tenang, suara riuh itu akhirnya bisa ditenangkan kembali.
Pertandingan kembali berlangsung, Roy dan Mia yang belum sepenuhnya percaya, masih menganggap hal tadi terjadi secara kebetulan.
Mau tidak mau mereka harus percaya, Andi memang memiliki gerakan ajaib yang sulit di lawan.
Tapi sebagai pemain klub, mereka tentu saja pantang menyerah begitu saja.
Mereka sangat malu, harus kalah tanpa mendulang satu poin pun.
Tapi Andi yang ingin cepat-cepat menyelesaikan semua pertandingan, dan membawa pulang 30 juta.
Benar-benar tidak memberi musuhnya kesempatan bernafas.
Dia seperti si leher beton Mike Tyson maju hajar roboh, maju hajar roboh.
Akhirnya Ryo dan Mia harus menyerah kalah dengan poin 15 0 0 15 di babak pertama dan kedua tanpa sempat berpindah bola.
Kejadian memalukan itu langsung membuat Ryo dan Mia meninggalkan lapangan, untuk langsung pulang dengan kepala tertunduk.
Dan mereka di sorakin oleh para penonton habis-habisan.
Dengan kemenangan cepat tersebut, Andi dan Sarah mendapatkan kesempatan beristirahat cukup lama.
Mereka berempat duduk santai, sambil mengobrol dan menonton pertandingan kelompok lain.
Penonton di lapangan 10 pun kini kembali menyebar ke lapangan lain.
__ADS_1
"Di.. kamu kok bisa punya pukulan aneh-aneh yang cepat kuat dan keras itu."
tanya Sarah penasaran.
"Ahh itu cuma sedang Hoki aja Sar.."
ucap Andi yang merahasiakan kemampuannya.
"Tapi hoki tidak mungkin bisa berulang kali seperti itu."
ucap Sarah masih penasaran.
Andi hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya dan berkata,
"Mungkin 30 juta itu sedang menunggu kita kali..Ha..ha..ha..ha..!"
ucap Andi sambil tertawa.
Yang lain pun ikut tersenyum, Viona dengan penuh perhatian membuka penutup botol dan memberikan minum ke Andi sambil berkata,
"Minumlah di,.. dari tadi kulihat kamu belum minum.."
Andi menerimanya sambil tersenyum dan berkata,
"Makasih sayang.."
Andi kini berani merubah panggilannya, karena Viona sendiri sudah membuka diri menerima perasaannya.
Viona tersenyum malu dengan wajah merah.
Dia mengalihkan topik dengan berkata,
"Sar di dekat sini ada yang jual makan gak ya? gue sedikit laper nih.."
"Ada, di depan Gor ada tukang bakso yang sangat enak baksonya..."
"Tapi sat ini masih dalam pertandingan, aku tidak bisa mengantar kalian kesana."
ucap Sarah sedikit merasa tidak enak.
"Tapi didepan Gor ini hanya ada satu tukang bakso, dan satu lagi tukang soto Betawi."
"Cuma ada dua penjual makanan itu, jadi sangat mudah ditemukan.."
"Meski cuma pake gerobak roda sederhana, tapi pelanggannya sangat banyak sampai antri-antri disana."
ucap Sarah menjelaskan dengan penuh semangat.
Karena dia sendiri juga penggemar bakso dan menjadi langganan setia bakso mang Udin.
Kalau tidak sedang dalam pertandingan, dimana dia dan Andi tidak boleh makan, dia pasti sudah mengajak mereka semua untuk pergi makan bakso kesana.
__ADS_1