
"Setelah memergoki mereka dan menangkap basah mereka berdua yang sedang berduaan di ranjang.."
"Aku pun memutuskan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri dan melupakan mereka berdua.."
Andi mengambil brandi di tangan Nicole dan berkata,
"Cukup jangan minum terus nanti kamu mabuk.."
Nicole menatap Andi dan berkata,
"Tidak perlu khawatir, aku sudah terbiasa minum, cuma ini tidak akan menyulitkan ku."
Andi menghela nafas panjang, menatap Nicole dengan prihatin dan berkata,
"Kamu pasti pernah sangat mencintai nya dan sangat kecewa, saat dia memilih berselingkuh dengan teman baik mu."
"Sehingga kamu memilih pergi kuliah keluar negeri menjauhi mereka."
"Untuk bisa melupakan nya, kamu memilih larut dalam minuman.. bukankah begitu ?"
Nicole tersenyum pahit dan berkata,
"Di,.. kamu terlihat sangat paham, apa kamu juga pernah mengalami seperti yang aku rasakan..?"
Andi mengangguk sambil tersenyum pahit, dia berkata,
"Hampir sama tapi sedikit berbeda, Aku meninggalkan nya, bukan karena memergokinya berselingkuh dari ku..'
"Aku meninggalkan nya, agar dia bisa memilih masa depan, yang lebih baik bersama pria lain yang tidak cacat seperti aku.."
"Aku tidak ingin dia menghabiskan waktunya hanya untuk merawat seorang cacat tak berguna seperti aku.."
ucap Andi pelan sambil menoleh kearah danau yang berair gelap.
"Tapi aku tidak memilih larut dalam minuman, aku memilih larut dalam usaha dan pekerjaan ku ditempat asing.'
ucap Andi seperti berbicara pada dirinya sendiri.
"Aku berusaha memulai hidup baru, dan mencoba melupakan tentang dirinya..'
Nicole kini yang berbalik menatap Andi dengan perhatian dan berkata,
"Apa kamu pernah mencoba membuka hati mu, untuk menerima yang lain..?"
Andi kembali tersenyum pahit dan berkata,
"Aku tidak pernah bisa melupakan dia sedetikpun juga, bahkan aku masih sering berharap bila kaki ku sembuh, aku dan dia bisa kembali lagi bersama.."
"Tapi sayang nya itu mungkin cuma mimpi ku seorang saja, dan itu tidak akan pernah mungkin bisa terwujud."
ucap Andi sedih.
Andi sambil tersenyum sedih melanjutkan berkata,
Jadi aku tidak pernah benar-benar bisa membuka hati ku untuk gadis lain..?"
"Bila aku melakukan nya bukankah itu sama saja dengan aku, menjadikan gadis lain sebagai pelarian, yang hanya akan menyakiti perasaan mereka."
"Karena hati dan perasaan ku, tidak pernah ada untuk mereka..'
Andi menghela nafas berat, sambil menatap sepasang kakinya, Andi tersenyum getir dan berkata,
__ADS_1
"Untungnya dengan kondisi kedua kaki ku yang seperti ini, hal ini membuat ku, menjadi lebih mudah menjauhi wanita lain.."
"Kamu sendiri gimana ? kamu masih mencintainya ?"
tanya Andi sambil minum brandi di tangannya.
Nicole menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku sudah lama melupakan nya, bahkan aku dan Vero Wu yang kini menjadi model di Perancis pernah sempat bertemu.."
"Kami sudah berbaikan, Vero Wu sendiri juga sudah berpisah lama dengan nya."
"Vero Wu bahkan sangat menyesal dirinya dulu begitu bodoh, bisa pergi tidur dengan pria tak punya hati itu.."
"Apa yang terjadi dengan mereka ?"
tanya Andi hati hati.
Nicole tersenyum sinis dan berkata,
"Bisa apa lagi, dia pun melakukan hal yang sama ke wanita lain dan ketahuan oleh Vero Wu."
"Mereka bertengkar hebat lalu berpisah.."
"Hati ku tidak selapang kamu di,. aku tidak bisa menerima penghianatan seperti itu.."
"Aku juga tidak mau mempertaruhkan perasaan dan masa depan ku untuk pria seperti itu.."
Andi mengangguk sambil minum, dia lalu berkata,
"Setelah Riki apa kamu sendiri pernah mencoba menerima yang lain ?"
Nicole menggelengkan kepalanya sambil menundukkan kepalanya.
"Apa karena dia kamu jadi kehilangan kepercayaan terhadap pria lain ?"
Nicole mengangkat kepalanya, menatap kearah Andi dan berkata,
"Tidak juga,.."
"Aku hanya belum menemukan pria yang benar benar cocok di hati ku, yang bisa meyakinkan ku."
"Dia tidak akan menorehkan luka seperti yang Riki Chu lakukan pada ku.."
"Tapi kelihatannya aku mulai bertemu dengan pria itu,.aku tidak perduli apapun kondisinya."
"Asalkan dia bersedia aku pasti akan mempertaruhkan semuanya untuk nya.."
ucap Nicole sambil menatap Andi dengan serius.
Andi tersenyum pahit dan berkata,
"Kamu jangan bilang pria itu adalah pria cacat tak berguna yang duduk di hadapan mu ini.."
"Itu akan membuat orang sedunia menertawai mu hingga gigi mereka terlepas.."
Nicole menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku tidak perduli dengan pandangan orang lain, bagi ku dia juga bukan orang cacat tak berguna.."
"Menurut ku, dia bahkan jauh lebih berguna dan bertanggung jawab daripada pria manapun yang pernah ku temui sebelumnya."
__ADS_1
"Dan orang itu benar adalah kamu di,.."
ucap Nicole sambil memegang tangan Andi penuh harap.
Andi tersenyum pahit dan berkata,
"Terimakasih Nicole, tapi aku tidak bisa dan kamu tahu apa alasannya.."
Andi ingin menarik tangannya, tapi Nicole mempererat genggaman tangan nya, sambil menggelengkan kepalanya dia berkata,
"Bagaimana bila aku siap menanti mu hingga kamu menemukan tunangan mu sudah berbahagia bersama orang lain.?
"Hingga kamu benar-benar bisa melupakannya, baru kita bersama-sama.?"
ucap Nicole sambil menatap Andi dengan penuh harap.
Andi menghela nafas panjang, menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Nicole maaf aku,.."
"Cukup..!"
ucap Nicole sambil tertawa, lalu melepaskan genggaman tangannya dari tangan Andi.
Sambil tertawa terpingkal-pingkal memegangi perutnya sendiri.
Setelah rada tenang, Nicole baru berkata,
"Aku tadi hanya mengetes mu saja, kita baru kenal sehari, bagaimana mungkin aku bisa langsung jatuh cinta pada mu..?"
ucap Nicole sambil menutupi mulutnya menahan tawa, sepasang matanya sampai basah akibat menahan tawa.
Andi menghela nafas lega, sambil menggelengkan kepalanya, dia pun ikut tertawa dan kembali minum brandi ditangan nya.
"Akting mu itu tadi itu benar-benar bikin kaget,.. dengan bakat mu itu, beralih profesi menjadi artis.."
"Tahun depan piala patung kuda emas pasti jadi milik mu, Dilraba, Guli Nazha, Yang Mi gak perlu bersaing lagi.."
ucap Andi sambil tertawa lepas.
Nicole memukul lengan Andi, kemudian sambil berpura pura cemberut, dia mengambil kembali botol ditangan Andi dan berkata,
"Bagi bagi jangan habiskan sendirian."
Nicole kemudian menegak sisanya dengan sekali tegak sampai habis, kemudian dia sambil bersendawa dan cegukan tertawa gembira seorang diri.
Sesaat kemudian dia pun tertidur bersandaran di bahu Andi.
Andi dengan perlahan-lahan melepaskan jasnya, lalu di gunakan untuk menutupi bahu dan punggung Nicole.
Nicole hanya bergumam lirih dan kembali melanjutkan tidurnya.
Kapal yang membawa mereka, terus berkeliling, hingga akhirnya berhenti dan kembali berlabuh di tempat mereka naik tadi.
Andi dengan hati-hati menggunakan kekuatan tangannya, memindahkan Nicole duduk di pangkuan nya di kursi roda.
Untuk kembali ke dermaga,.Andi di bantu oleh anak buah kapal, setelah tiba di tepi dermaga.
Andi baru menggunakan sepasang tangannya yang kuat perlahan lahan mendorong kursi rodanya kembali kearah parkiran mobil.
Andi membantu mengangkat Nicole untuk duduk di kursi mobilnya.
__ADS_1
Setelah itu dia sendiri baru naik keatas mobil menyusul Nicole.
Setelah itu Andi baru duduk bersila merapalkan Tenaga Fu Mo Se San Cang keseluruh tubuh nya.