
Setelah melirik jamnya sejenak, Andi pun berkata,
"Masih jam 10, kamu janji dengan mereka mau meeting jam berapa ?"
tanya Andi
"Jam 12 siang,.."
jawab Nicole cepat.
Andi mengangguk dan berkata,
"Ya sudah kita tunggu saja, kedatangan mereka.."
"Di kamu main game apa itu ?"
tanya Nicole dari samping.
Andi tersenyum dan berkata,
"Cuma game sederhana game anak kecil saja.."
Nicole dan Andi mengangkat kepala mereka melihat kearah pintu masuk, saat mendengar ada suara langkah dan suara beberapa orang yang sedang ngobrol mendekati ruang rapat.
Sesaat kemudian terlihat beberapa orang berpakaian jas rapi melangkah masuk kedalam ruangan.
Beberapa orang itu saat melihat Andi dan Nicole sudah hadir di sana.
Mereka melambaikan tangan ke arah Andi dan Nicole, sambil tersenyum lebar mereka berkata,
"Nona Wang,..Pak Andi,.. apa kabar lama gak bertemu..?"
Andi dan Nicole langsung berdiri menghampiri dan menyalami mereka semua.
sambil bersalaman Andi mewakili Nicole berkata,
"Baik keadaan kami berdua cukup baik.."
"Bagaimana dengan bos Cin, bos Lin, bos Xie, bos Cia, Bos Chai, dan Bos Ma ? kelihatannya semakin segar dan gembira.."
ucap Andi sambil tersenyum.
"Ya,.. kami masih bisa tertawa lega, semua juga karena dukungan perusahaan yang pak Andi kelola.."
"Tanpa dukungan itu, mungkin laba Group ini sudah lama impas dengan biaya.."
Andi tersenyum pahit dan berkata,
"Wajarlah, pasar pasti ada jenuhnya, apalagi situasi ekonomi dunia dewasa ini sedang lesu.."
"Bisa bertahan gak nge rugi pun sebenarnya sudah hebat, banyak perusahaan lain bahkan sudah minus.."
"Makanya kita harus putar otak, inovasi produk biar tidak terus menurun penjualan nya.."
Bos bos itu mengangguk, dan Bos Chai pun berkata,
"Sepertinya emang udah saat nya kita meminta pak Andi datang melakukan bantuan inovasi kreatif di pusat."
Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,
__ADS_1
"Kalau hal itu aku minta maaf, karena Andi Automotif Company juga sedang berkembang di pabrik ke dua.."
"Aku masih harus bantu fokus di sana, karena itu adalah proyek besar yang gak main main."
"Modal kita yang terjun kesana pun tidak kecil..jadi aku minimal harus cari BEP dulu.."
"Itupun setelah lancar, aku masih punya rencana lanjutan, kita nantinya akan fokus ke pabrik sparepart.."
Bos Cia menggeleng gelengkan kepalanya dan berkata,
"Lama lama kita semua sepertinya bakal buka investasi baru ke Group Andi.."
"Pantes aja pak Andi selalu nolak ke pusat.."
Andi tersenyum Canggung dan berkata,
"Di pusat sudah banyak tenaga profesional, buat apa aku campur kesini nanti malah cuma bikin rusuh aja.."
"Pak Andi ini bisa aja.."
ucap Bos Cin sambil tertawa.
Sesaat kemudian Bos Cin pun berkata, sambil tersenyum senyum penuh arti,
"Jadi ngomong ngomong undangannya kapan nih..?"
"Undangan apa ?"
tanya Andi bingung.
"Undangan apa ? ya undangan pernikahan kalian lah.."
ucap Bos Lin sambil tertawa.
Andi buru-buru berkata,
"Bos Bos sekalian jangan salah paham, aku dan Nona Wang hanya teman biasa saja.."
"Kami terlihat akrab, karena obrolan kami cukup nyambung, itu saja tidak lebih.."
ucap Andi mencoba mengklarifikasi.
Nicole hanya menundukkan kepalanya dengan wajah merah tanpa berkata apa-apa.
Sebelum para Bos itu memberikan godaan lebih jauh, Andi dan Nicole di selamatkan dengan kedatangan Bos Jin Dan Bos Chan.
Begitu datang kedua Bos itu dengan suara lantang langsung berkata,
"Wah sudah pada datang, kelihatannya kami sedikit telat..!"
"Lagi ngobrolin apa kalian, ? ngajak ngajak dong kalau ada peluang bisnis.."
ucap Bos Jin sambil tertawa.
"Ini kita sedang menanyakan undangan pernikahan mereka kapan..'
ucap Bos Lin sambil tertawa.
Wajah Nicole semakin merah dan tertunduk malu.
__ADS_1
Sedangkan Andi malah terlihat panik dan gelisah.
Andi benar benar khawatir bila obrolan ini terus di lanjutkan, bisa semakin memperdalam salah paham Nicole terhadap dirinya.
Bila tiba saat nanti, malah akan sangat menyakiti perasaan teman baiknya ini.
Tapi mau membantah Andi juga sulit, satu sisi takut menyinggung perasaan Nicole, sisi lain takut salah paham menjadi semakin kusut.
Saat Andi sedang bingung, untungnya Bos Ma berkata
"Sudahlah kalian jangan terus menggoda mereka, nanti meeting nya jadi bubar."
"Nona Nicole, sebenarnya rapat dadakan ini mau bahas apa, kok bikin penasaran.."
Nicole pun mengangkat kepalanya dan berkata,
"Terus terang aku juga kurang tahu, mungkin kita harus tunggu Wang Xing dan Kakek Paman ku Wang Jin."
"Karena yang meminta diadakan rapat ini atas usul mereka, sedangkan aku cuma jadi penghubung saja.."
ucap Nicole polos.
Semua Bos yang berkumpul di sana pun mengangguk kan kepalanya.
Sesaat kemudian dari arah pintu, terlihat Wang Xing datang sambil menuntun Wang Jin, memasuki ruang rapat.
Begitu kedua orang itu masuk suasana pun menjadi hening..
Semua mata kini tertuju kearah mereka berdua, lalu semua pun bubar mencari tempat duduk masing-masing dan kembali terbagi jadi 3 kubu, kubu bawah tengah atas.
Tengah tetap di isi oleh para bos saham minoritas.
Ada sedikit berbeda dengan rapat sebelumnya, di.mana Wang Xing dan Wang Jin duduk di posisi atas.
Rapat ini sedikit bertukar, kini Andi dan Nicole yang duduk diatas, justru Wang Xing dan Wang Jin lah yang duduk di bawah..
Setelah melihat yang hadir sudah lengkap, Wang Xing pun memberi laporan ke Wang Jin.
Wang Jin pun menganggukkan kepalanya, lalu di bangkit berdiri, dengan di bantu tongkat dan di tuntun oleh Wang Xing.
Wang Jin pun melangkah menuju bagian tengah ruangan dan berkata,
"Hadirin yang terhormat, sebelumnya aku mau ucapkan terimakasih banyak kepada semua yang hadir.
"Karena sudah bersedia meluangkan waktu kalian yang berharga, untuk datang menghadiri rapat ini..'
"Aku memaksa mengambil langkah rapat mendadak ini, adalah karena aku melihat situasi dan kondisi Group semakin lama semakin kritis.."
"Aku mengatakan hal demikian tentu punya alasan nya, di sini kita bisa lihat laporan keuangan group setiap triwulan.."
ucap Wang Jin sambil menunjuk kearah monitor, sedangkan Wang Xing bertugas membantu menyajikan data untuk di tampilkan di depan.
"Di sini bisa kita lihat laporan keuangan kita terus mengalami kemerosotan, hingga laporan terakhir ini, coba kalian lihat di sini bahkan hampir minus."
ucap Wang Jin, menggunakan tongkat menunjuk ke layar sebelah kanan bawah.
"Ini tidak boleh di biarkan, sebagai investor kita harus minta pertanggungjawaban dari pengurus."
"Tapi sayangnya kondisi pengurus saat ini sedang kurang sehat, tapi demi kepentingan bersama."
__ADS_1
"Kita tidak bisa menundanya ? kita harus tanya kan dengan jelas, perincian faktor faktor real yang membuat laporan keuangan terus merosot.."
ucap Wang Jin berapi api.