AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
DI KANTIN


__ADS_3

Setelah berfoto-foto mereka berdua pun menyalami Viona dan Bebi pun berkata,


"Terimakasih kak Viona, anda baik sekali, pantas saja kak Andi begitu setia menyayangi anda.."


"Kami turut kagum melihat nya.."


Viona tersenyum gembira membalas menyalami mereka dan berkata,


"Sama sama aku juga sangat senang bisa mengenal kalian.."


"Melihat kalian yang muda muda sehat dan energik, itu sungguh menyenangkan, tidak seperti aku yang penyakitan dan harus duduk lemah di sini.."


Setelah berpamit dengan Viona mereka pun kembali menyalami Andi.


Dan Bebi pun berkata,


"Kak Andi aku seperti pernah lihat wajah kak Andi, tapi di mana aku lupa,.."


Bebi bergaya mikir, Eni yang menyambungnya dengan berkata,


"Aku ingat bukankah kak Andi ini adalah Founder Andi Automotif Company yang menjadi Top Ten perusahaan termaju saat ini..?"


"Wajah kak Andi aku pernah lihat di majalah Forbes, benar tidak..?"


Andi tersenyum Canggung menarik tangan nya yang di genggam erat oleh Bebi dan berkata,


"Mungkin saja aku sudah lupa, tapi Andi Automotif Company, aku memang sempat terlibat di dalamnya.."


"Tapi kini aku sudah pensiun gak pegang lagi.."


ucap Andi merendah.


Padahal dia masih aktif, bos Wang tidak pernah ijinkan dia mundur.


Apapun alasannya, lagipula saham Andi di sana masih aktif.


Eni tiba-tiba berkata,


"Nah aku ingat sekarang, kakak kan yang pernah viral sempat di kaitkan dengan artis cantik Dilra yang sedang populer saat ini.."


"Kejadian nya kalau gak salah di Nanjing betul..?


Viona melirik kearah Andi sambil tersenyum penuh arti menggoda Andi.


Andi sambil tersenyum canggung berkata,


"Emang ada gosip seperti itu ? aku malah kurang tahu."


"Aku memang sempat di Nanjing dalam proyek kami di sana beberapa tahun.."


"Sedangkan dengan artis itu aku hanya sempat bertemu 2 kali kalau tidak salah.."


"Mungkin media yang terlalu membesar-besarkan.."


ucap Andi berusaha berkilah.


"Kak kami minta foto bertiga nya boleh ?"


tanya Eni penuh harap.


Andi tersenyum dan berkata,


"Tadi kan sudah, lagi pula foto bertiga kurang baik.."


"Kalau begitu berdua aja secara bergantian, boleh ya kak please ?"


ucap Bebi cerdik.


Andi menghela nafas melirik kearah Viona.

__ADS_1


Viona tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, tanda setuju.


Andi pun akhirnya berfoto dengan kedua gadis cantik itu satu persatu.


Setelah itu mereka pun berpisah jalan.


Andi melanjutkan mendorong Viona berkeliling keliling kampus.


"Di,.. serius kamu pernah jalan sama Dilra,..?"


tanya Viona tiba tiba.


Andi mendorong Viona duduk didekat taman kampus yang teduh dan berkata,


"Aku memang sempat menolong nya, saat terjadi kecelakaan di lokasi syuting.."


"Di mana tali pengaman nya putus, dan dia hampir tercebur kedalam sungai.."


"Hanya itu saja,..?"


tanya Viona sambil tersenyum.


Andi menyentuh ujung hidung Viona dengan gemas dan berkata,


"Ia sempat menelpon ku mengucapkan terimakasih dan mengajak ku keluar makan malam bersama, tapi aku menolaknya.."


"Hanya sampai situ titik.."


ucap Andi menutup penjelasannya.


"Kenapa kamu tidak memenuhi permintaan nya,? jarang jarang orang ada kesempatan seperti itu."


"Dia kan sangat cantik dan populer.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Karena di hati ku sudah ada kamu.."


ucap Viona cepat..


Andi menghela nafas panjang dan berkata,


"Benar,.. gak salah, tapi setelah ingatanku pulih dan kita kembali bertemu, bukan kah aku kini sepenuhnya milik mu.."


Andi menunjukkan cincin kawin mereka dan jam tangan pemberian Viona yang melingkar di tangan nya.


Viona tersenyum gembira, merangkul lengan Andi dan berkata,


"Terimakasih di,.."


Andi membelai rambut Viona dengan lembut dan berkata,


"Ayo kita berkeliling lagi,..?"


Viona mengangguk gembira, Andi kembali mendorong kursi roda nya, bergerak menuju halaman belakang kampus.


Di sana mereka melihat ada calon mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menjalani masa orientasi.


Andi menghentikan dorongan nya, dia dan Viona menatap kearah mereka yang sedang menjalani orientasi sambil tersenyum.


"Di,..masa masa awal kuliah itu sangat indah dan penuh kenangan ya di,.."


ucap Viona tanpa menoleh.


Andi melirik Viona kemudian mengangguk dan berkata,


"Kamu benar Vi, tapi semua sudah berlalu, paling baik kita kenang yang indah dan menyenangkan saja.."


"Seperti saat ini kita bisa kembali bersama, kita harus memanfaatkan nya sebaik baiknya, untuk menemukan kebahagiaan dan kegembiraan kita."

__ADS_1


"Kita harus menikmatinya agar kelak tak perlu ada penyesalan.."


Viona mengangguk cepat sambil menitikkan dua butir airmata yang bergulir di pipinya.


Andi dengan lembut membantu menghapusnya dan berkata


"yuk kita ke kantin,.."


"Sudah lama kita gak makan siomay dan minum teh botol di sana, gak tahu masih buka tidak tempat itu.."


ucap Andi pelan.


Viona mengangguk dan berkata,


"Boleh coba kita lihat kesana."


Andi pun mendorong kursi roda Viona menuju kearah kantin.


Setelah mencari tempat duduk yang strategis, Andi baru berkata,


"Vi,.. kamu tunggu sebentar di sini, aku pergi pesan dulu kesana.."


Viona mengangguk sambil tersenyum.


"Tak lama kemudian Andi sudah kembali membawa sebuah nomor , yang dia letakkan di atas meja.


Andi duduk di samping Viona sambil *******-***** lembut kedua telapak tangan Viona dan berkata,


"Kedinginan tidak ?"


Viona tersenyum dan berkata,


"Selama ada kamu menjadi mesin penghangat ku, aku tidak bakal mengalami kedinginan dan kesepian lagi.."


Andi membawa kedua tangan Viona dan menciuminya, sambil menatap mata Viona lekat lekat dan berkata,


"Jangan khawatir Vi, kita tidak akan pernah berpisah lagi.."


"Aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi lagi dari sisi ku.."


"Sekali ini aku berjanji akan selalu ada untuk mu, setiap detik setiap waktu.."


Viona tertawa gembira dan berkata,


"Kalau seperti itu kamu bisa kena pecat sama bos mu.."


Andi menggeleng dan berkata,


"Aku lebih takut di pecat oleh mu, daripada olehnya.."


Viona pun tertawa senang dan berkata,


"Kamu selalu paling pandai membuat ku gembira.."


"Di,..ini serius, pekerjaan juga penting, kini aku gak kerja dan dengan penyakit ku, biaya pasti setumpuk.."


"Kehidupan harus terus berjalan, begitu pula dengan biaya, begitu mata terbuka berbagai biaya sudah siap menanti.."


"Jadi kamu juga harus fokus dengan pekerjaan mu..'


Andi tersenyum menepuk punggung tangan Viona dengan lembut dan berkata,


"Setiap siang kamu tidur, dan setiap malam kamu tidur.."


"Aku selalu kerja kok, kamu tak perlu khawatir.."


"Tapi seperti itu, kamu jadi kekurangan waktu istirahat, aku tidak mau kamu nanti jatuh sakit di,.."


ucap Viona cemas.

__ADS_1


Andi tersenyum dan berkata,


"Vi,.. aku tidak sama dengan orang biasa lainnya, bagi ku asal mengatur pernafasan selama 1 jam, kondisi ku sudah jauh lebih segar dari orang tidur 8 jam.."


__ADS_2