AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
SATU BUS


__ADS_3

James bersikap cuek tidak memperdulikan gadis-gadis itu, mau tinggal terserah, mau pergi lebih baik.


Dia hanya selalu diam-diam mencuri pandang mengawasi Santi.


Santi sendiri dari awal juga menyadari kehadiran James di sana, yang di kelilingi oleh banyak gadis muda.


Entah kenapa hati Santi terasa agak panas, diam-diam dia juga sering melirik kearah James.


Memperhatikan apa yang sedang di lakukan oleh James bersama para gadis itu.


Tapi Santi segera bisa bernafas lega, karena kakak Sarah itu, meski di kelilingi oleh gadis-gadis cantik, tapi sikapnya yang seperti sebuah patung es yang kaku dan dingin itu, sungguh sangat tidak menyenangkan.


Santi di dalam hati juga sangat senang, karena meski bersikap dingin terhadap semua gadis lainnya.


Tapi James selalu memperhatikan dirinya secara diam-diam, hal ini membuat Santi tanpa sadar tersenyum sendiri.


Sarah menarik ujung baju Andi, memberi kode pada Andi agar memperhatikan Santi.


Mereka berdua saling pandang kemudian tertawa bersama, suara tertawa mereka menyadarkan Santi dari lamunannya.


Dia buru-buru menatap kedua sahabatnya dan bertanya,


"Ada apa ? apa yang lucu..?"


Sarah sambil tertawa berkata,


"Kalau hati gak da di sini, lebih baik kesana aja, daripada tar kesurupan.."


Begitu mendengar ucapan Sarah, dia pun tahu Andi dan Sarah sedang menertawainya.


Santi segera mempelototi Sarah.


Kemudian mengulurkan tangannya untuk mencubit pinggang Sarah.


"Kakak tolong, ..! ayo kemari, lihat gadis Tomboy ini mau nyiksa adik mu..!"


teriak Sarah berkoar-koar sambil melambaikan tangannya kearah James memintanya mendekat.


"Maaf permisi.."


ucap James dengan suaranya yang bernada Barito.


Setelah itu James berjalan menghampiri Sarah, sambil menyembunyikan kedua tangannya di dalam saku jaket yang dia kenakan.


Melihat James berjalan menuju kearah mereka Santi langsung menarik kembali tangannya, dengan kepala tertunduk dia perlahan-lahan mundur menjauhi Sarah.


Karena panik grogi dan salah tingkah, Santi tidak sadar di belakangnya ada sebuah lubang saluran pembuangan air dalam posisi terbuka.


Karena sedang dalam proses pembersihan oleh petugas kebersihan. kampus.


"Aihhh..!"


jerit Santi kaget saat kakinya menginjak tempat kosong dan terperosok kedalam lubang.

__ADS_1


Tapi untungnya sebelum Santi terjatuh kedalam lubang tersebut, James melesat secepat kilat.


Sudah berada di samping Santi, menahan pinggang Santi dengan lembut.


Kemudian membantunya untuk berdiri di sisinya.


Santi yang panik secara reflek meraih apapun yang bisa diraih agar tidak terjatuh, tanpa sadar tangannya yang satu menarik baju di lengan James, saru lagi menarik baju di dadanya James.


Begitu sadar dengan wajah merah padam, Santi buru-buru melepaskan cekalan tangannya.


Sambil menundukkan kepalanya dalam Santi berkata dengan suara lirih.


"Makasih.."


"Sama-sama.."


jawab James sambil tersenyum lembut.


"San kamu ini gimana sih, untung aja ada kakak, kalau gak entah jadi apa kamu di bawah sana.."


ucap Sarah khawatir sambil merangkul bahu Santi.


"Ya Sar aku kurang hati-hati, gak nyangka ada lubang di belakang sana."


ucap Santi malu-malu.


"Halo teman-teman...!"


"Perhatian perhatian...! sebentar lagi panitia akan memanggil nama kalian, untuk naik ke bus..!"


"Tolong agak cepat ya, agar bisa hemat waktu.."


ucap Bobby ketua panitia Hiking menggunakan pengeras suara.


Maka satu persatu nama peserta acara, mulai di panggil untuk naik ke bus pertama.


Andi Viona Sarah dan Santi menempati bus yang sama, mereka di panggil secara berurutan naik keatas bus.


Sehingga mereka berempat menempati kursi yang sederet saling berdekatan.


Sarah duduk bersama Santi sedangkan Viona duduk bersebelahan dengan Andi.


Rio terpaksa melepas Viona, untuk naik bus pertama dan duduk bersama Andi.


Nama Rio dan James juga di panggil untuk naik ke bus pertama, hanya saja mereka berdua menempati kursi di bagian belakang.


Andi yang tidak mau menimbulkan masalah bagi Viona, begitu Rio naik keatas bus dia segera bangun berdiri dan bertukar tempat duduk dengan Rio.


Viona sebenarnya tidak rela, tapi dia tidak bisa mencegahnya, karena dia tahu Andi sengaja mengalah untuk kebaikan nya.


Rio tersenyum senang, tapi dia tidak mengucapkan sepatah kata terima kasih pun ke Andi.


Andi sendiri tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, karena baginya yang terpenting adalah Viona.

__ADS_1


Sedangkan terhadap Rio bagi Andi itu gak penting, mau bersikap baik atau memusuhinya Andi tidak ambil pusing.


Andi memilih duduk di bangku bagian belakang dengan santai.


Andi tersenyum dan menganggukkan kepalanya kearah James.


James membalas Andi dengan senyum tipis, lalu dia mengalihkan perhatiannya melihat keluar jendela.


Tak lama setelah Andi duduk menempati tempat duduk Rio,.dua orang gadis muda yang duduk di depan Andi menoleh kebelakang menyapa Andi.


"Kak Andi masih ingat dengan kami berdua tidak ?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Tentu saja, kamu Mimi dan Maya kan ?"


Kedua gadis itu tersenyum riang dan berkata,


"Kak Andi nyanyi dong..biar kami iringi. dengan gitar.."


"Nyanyi apa ? aku tidak bisa nyanyi.."


ucap Andi polos.


"Ini di sini banyak lagu, tinggal pilih aja mana yang kak Andi suka.."


"Nanti tinggal ikuti teksnya aja saat nyanyi kan beres."


Andi menimbang cukup lama akhirnya berkata, "baiklah, biar ku pilih dulu lagunya.."


Andi pun mulai melihat satu persatu koleksi lagu di HP Mimi dan mendengar sekilas lagu yang nurut nya cocok di nyanyikan dengan suasana hatinya saat ini.


Andi akhirnya memilih judul lagu, Ku Du Te Shi Hou Wo You Hui Xiang Chi Ni. (Setiap kali aku sedang sendiri, aku akan kembali teringat dengan mu ).


Mimi dan Maya mendengar lagu tersebut sekali lalu mencoba menyesuaikan gitar mereka dengan nada lagu tersebut.


Sesaat kemudian mereka berdua tersenyum dan saling mengangguk, lalu mereka menatap kearah Andi dan memberi kode jempol tanda ok dan siap di mulai.


Andi pun kemudian mencoba melantunkan lagu tersebut dengan penuh perasaan.


Ternyata saat Andi menyanyikan nya, selain suaranya sangat bagus, penghayatan Andi terhadap lagu tersebut juga cukup sempurna


Sehingga orang-orang yang mendengar kan suara nyanyian Andi pada menoleh ke belakang.


Ada beberapa gadis Sampai meneteskan air mata, saat mendengar lagu yang sedang Andi nyanyikan.


Termasuk Viona dia pun meneteskan air matanya saat mendengar lagu yang Andi lantunkan.


Saat dia dengan penasaran melihat kearah belakang, melihat siapa yang sedang bernyanyi.


Karena suara tersebut terasa sangat tidak asing di telinga nya, Viona sangat terkejut saat menyadari yang sedang membawakan lagu tersebut adalah Andi.


Tanpa dapat dicegah lagi, airmata yang bercucuran menjadi semakin deras tak terbendung..

__ADS_1


Foto Mimi dan Maya



__ADS_2