
"Itu sudah lebih dari cukup, aku benar benar tidak ada penyesalan lagi.."
nenek tua itu tersenyum lebar dan berkata,
"Aku sungguh bersyukur bisa terus hidup berdampingan dengan mu, hingga jadi kakek kakek dan nenek nenek seperti saat ini."
"Di mana kita masih bisa bersama sama menikmati melihat matahari terbit dan melihat matahari tenggelam."
"Aku sungguh merasa beruntung dan bahagia.."
ucap Nenek itu sambil menatap mesra kearah kakek di hadapannya.
Kakek itu tersenyum dan berkata,
"Syukur lah, bila kamu merasa seperti itu, maafkan aku bila aku tanpa sengaja telah membuat mu kecewa dan bersedih.."
"Tunggu,.. kata kata itu sepertinya kurang pas, bila kakak yang ucapkan.."
"Karena rasanya hampir tidak pernah tuh, tapi bila sebaliknya mungkin saja.."
ucap nenek itu sambil tertawa manja dan menyandarkan kepalanya di dada bidang kakek itu.
Kakek itu membelai kepala nenek itu dengan lembut, lalu menciumnya.
"Kakak kita masih bisa seperti ini sampai saat ini, semua masih harus berterimakasih kepada kak Nicole.."
"Bila tidak ada kak Nicole, mungkin waktu itu, aku tidak akan bisa melewati nya.."
ucap Violin yang kini sudah jadi nenek nenek.
Andi menghela nafas panjang dan berkata,
"Kamu benar sayang, seumur hidup ku rasanya tidak akan pernah bisa habis aku membayar budinya.."
"Sebenarnya mudah saja sih kak, bila waktu itu kakak menuruti saran ku, untuk mengambilnya sebagai istri.."
"Bukankah kini kita akan hidup berbahagia bersama sama..?"
"Kamu ini bicara apa ? pernikahan mana boleh di buat main-main seperti itu..?"
"Lagi pula terhadap dia aku hanya ada rasa berterimakasih, berhutang, menghormati nya,.."
__ADS_1
"Tidak ada lebih dari itu, seluruh cintaku sudah habis untuk dia dan kamu, tidak akan bisa muat untuk yang ketiga lagi.."
ucap Andi serius.
Violin langsung menengadah menatap kearah Andi dan berkata,
"Kakak selalu paling pandai membuat ku merasa bahagia dan gembira."
"Mana bibir nya,.? sini aku cium dulu,.."
"Tapi aku belum gosok gigi.."
"Kamu gak jijik,..?"
tanya Andi sambil tersenyum.
"Malam udah kan ?"
tanya Violin.
"Udah kan sama an kita.."
"Hi,..hi..hi,.. ya,.. ya.. pikun aku.."
ucap Violin sambil tertawa.
Lalu dia berjinjit dan melingkarkan tangannya di belakang leher Andi.
Sepasang bibir mereka pun bertemu dengan mesra.
"Kakek,.. nenek,..! kalian berdua sedang apa..?"
tanya seorang anak kecil yang berwajah lucu, keluar dari dalam kamar mereka.
Andi dan Violin buru-buru menghentikan kegiatan mereka.
Andi langsung membungkuk mengangkat anak kecil itu kedalam pondongan nya dan berkata,
"Michelle kenapa kamu bangun sepagi ini..?"
"Kenapa tidak tidur sampai agak siang dikit baru bangun..?"
__ADS_1
"Ayo kita masuk cuaca di luar masih dingin.."
"Tadi Michelle bangun lihat kakek dan nenek gak ada di kamar, Michelle kira kakek nenek pergi main ayunan ninggalin Michelle.."
"Tahunya kakek dan nenek malah lakuin hal menjijikkan, seperti ayah yang setiap pagi pasti menganggu dan menindih ibu sampai menjerit jerit dan terkadang sampai menangis."
ucap anak itu polos.
Andi dan Violin saling pandang mereka berdua langsung tersenyum lebar.
Apalagi saat mereka teringat acara malam pertama mereka, yang berakhir dengan Violin jadi demam, karena Andi salah menggunakan jurus dari Berry.
Senyum mereka berdua pun menjadi semakin lebar..
"Baiklah Michelle pintar, ikut nenek mandi dulu, setelah selesai giliran kakek."
"Nanti kakek dan nenek akan temani Michelle main ayunan dan makan es krim.. gimana ?"
tanya Andi sambil tersenyum.
"Hore,.. hore,.. kakek kakek baik banget,. Michelle sayang deh sama kakek..Cup.."
ucap bocah itu sambil mendaratkan mulutnya yang mungil menciumi pipi Andi yang keriput.
Sambil tertawa Andi gembira Andi menggendong cucu tunggal mereka hingga depan kamar mandi.
Baru menurunkan bocah kecil 3 tahun itu, membiarkan nya ikut dengan Violin untuk mandi.
TAMAT.
Terimakasih kepada semua reader yang telah dengan setia dan sabar mengikuti cerita ini hingga tamat.
Aku secara pribadi mohon maaf bila cerita ini banyak kekurangan dan terkadang tidak sesuai harapan pembaca.
Semoga cerita ini bisa menghibur para pembaca setia ku.
Selanjutnya silahkan tunggu tanggal terbit cerita baru ku, yang akan berbeda dengan cerita lainya.
LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE.
__ADS_1