
Nicole menjebikan bibirnya kearah Andi, tapi kemudian dia sambil tersenyum tetap mengambilkan menu lainnya, dan meletakkan nya di piring Andi dan berkata dengan lembut.
"Cicipin yang ini juga kak Andi..."
Andi mengangguk dan berkata,
"Terimakasih, kamu juga makan,.."
"Nanti aku bisa ambil sendiri.."
Nicole tersenyum dan berkata,
"Gakpapa, aku sedang diet makan malam."
"4 hari di apartemen berat badan ku naik 5 kg, aku harus turunin sedikit BB ku.."
Andi tersenyum dan berkata,
"Jangan terlalu kurus, yang penting sehat.."
"Menurut ku begini udah pas kok.."
Bos Wang sambil tertawa berkata,
"Benar itu, baru 5 kg aja udah takut, gimana kalau naiknya 20 kg, seperti saat mama mu sedang hamil kamu dulu.."
"Papa,..!! papa suka ngasal deh, masa Nicole di bandingkan sama mama yang sedang hamil, Nicole kan gak sedang ha..."
Nicole tidak jadi melanjutkan kata-katanya, karena dia ke buru sadar, papa nya sedang mengerjainya.
Nicole langsung menundukkan kepalanya, pura pura makan buah.
tidak berani bersuara.
Hanya wajahnya yang terlihat merah hingga ketelinga dan leher.
Andi juga sadar apa yang sedang di maksud kan oleh Bos Wang, dia buru buru mengalihkan pembicaraan, dan berkata,
"Ayam kukus ini lembut dan gurih enak sekali, Bos Wang harus mencobanya.."
"Ini paha kanan buat Bos Wang, biar yang kirinya buat saya.."
Bis Wang sambil tersenyum lebar berkata,
"Terimakasih di,.."
"Kamu makanlah yang banyak, kamu masih muda dan sehat.."
"Bila tidak makan sekarang, saat tiba di usia seperti aku kini.."
"Mau makan enak pun sudah banyak pantangannya, ini gak boleh itu gak boleh .."
"Terkadang sampai pusing, mau makan apa.."
ucap Bos Wang sambil tersenyum.
Andi tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
Di dalam hati Andi berkata,
"Bos saja yang belum tahu kondisi ku yang sebenarnya.."
__ADS_1
"Umur bukan jaminan, bisa jadi akulah yang akan berangkat duluan menggunakan perahu hitam, ketimbang Bos.."
"Bila hari itu tiba, kalian semua baru bersyukur, dan mengerti."
"Kenapa aku tidak berani berpikir untuk menerima tawaran kalian bersanding dengan Nicole.."
"Kenapa harus pusing pa,? ini selada boleh, brokoli juga boleh, dan ini nih pisang malah paling di anjurkan.."
"Biar sehat dan panjang umur seperti Sun Go Kong.."
ucap Nicole sambil mengambilkan selada brokoli dan dua buah pisang di taruh di hadapan Bos Wang.
Nyonya Wang langsung menutupi mulutnya menahan tawa, melihat Nicole yang membalas mengerjai ayahnya.
Bos Wang tersenyum kecut dan berkata,
"Tuh ma lihat, benarkan kata orang, anak gadis bila sudah besar bukan milik kita lagi.."
"Belum nikah aja, ayahnya sudah di sajikan sayur dan pisang, di doakan jadi raja monyet.."
"Bila sudah nikah, bapaknya mungkin di kasih makan rumput, biar jadi raja kerbau.."
ucap Bos Wang keki.
Nyonya Wang sambil tersenyum berkata,
"Nicole benar kok pa, dia kan hanya ingin papa nya sehat, di mana tidak berbakti nya, coba .?"
"Lagi pula raja monyet juga tetap raja, gak buruk buruk amat, hidup abadi lagi.."
"Kalau raja kerbau mami gak setuju, raja kerbau itu genit, mami gak suka.."
"Lebih baik jadi raja kambing, sesuai shio papi.."
Andi berusaha menahan tawa, melihat guyonan di hadapannya.
Nicole sendiri juga menutupi mulutnya sendiri, berusaha menahan tawa.
"Ya,..ya,.. kalah dah papa nyerah deh, kalian ibu dan anak, satu bernyanyi satu menari papa gak mungkin menang deh.."
ucap Bos Wang sambil mengambil pisang dari Nicole mengupas dan memakannya.
Mereka sambil ngobrol sambil makan sambil bercanda, tidak terasa saat melirik Jam di tangannya, Andi mendapatkan kini sudah pukul 830.
Karena mereka sudah selesai makan, Bos Wang pun mengajak Andi pindah keruang tengah untuk meneruskan ngobrol di sana.
Andi menunggu hingga semua sudah duduk santai,.dia baru berkata dengan serius.
"Bos Wang sebenarnya tujuan kedatangan ku malam ini, karena aku ingin menyampaikan sesuatu kepada anda."
ucap Andi dengan serius.
"Apa itu nak Andi, katakan saja."
"Kita sudah begitu dekat seperti keluarga, katakan saja.."
ucap Bos Wang sambil tersenyum.
Andi menghela nafas panjang, sebelum akhirnya dia berkata,
"Bos Wang, aku ingin pensiun dari Andi Automotif Company.."
__ADS_1
"Tunggu,..! apa aku gak salah dengar..?"
ucap Bos Wang kaget.
Nicole juga menatap Andi dengan terkejut, wajahnya sedikit pucat saat mendengar ucapan Andi barusan.
Andi tersenyum sedih dan berkata,
"Anda tidak salah dengar Bos Wang, itu memang sudah jadi keputusan ku.."
"Saat ini Andi Automotif Company, sedang berada dalam performa terbaik dan sangat stabil."
"Selain itu aku juga sudah menyiapkan dua kandidat Kevin dan Marcus untuk menggantikan posisi ku.."
"Aku yakin dengan kondisi perusahaan saat ini,.ada atau tidak nya kehadiran ku, tidak akan jadi masalah.."
"Tidak akan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan perusahaan.."
"Nak Andi sebenarnya apa yang terjadi,.? apa ada sesuatu yang membuat nak Andi kurang puas..?"
"Bila ada, nak Andi boleh sampaikan, kita boleh rundingkan, tak perlu sampai mengambil keputusan seperti ini.."
"Bila pembagian saham saat ini nak Andi kurang puas,.aku akan naikkan 20% tambahan, gimana ?"
Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak ada Bos Wang,.aku sudah sangat sangat puas."
"Dan keputusan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan hak kepemilikan saham.."
"Aku sama sekali tidak punya keluhan ataupun ketidakpuasan apapun untuk di sampaikan.."
"Justru sebaliknya aku sangat berterimakasih terhadap kasih sayang perhatian dan semua kebaikan Bos Wang dan Nicole pada ku.."
"Bisa bertemu dengan Bos Wang dan Nicole, adalah keberuntungan terbesar dalam hidup ku."
"Budi besar ini, sampai kapan pun Andi akan tetap mengingatnya dengan baik.."
"Bila seperti yang nak Andi katakan, lalu apa yang menjadi penyebab nak Andi mengambil keputusan ini..?"
tanya Bos Wang sambil menatap kearah Andi dengan bingung.
Andi menghela nafas panjang, dengan tatapan sedih dan tak berdaya, Andi berkata,
"Untuk alasan nya, mengapa Andi mundur."
"Andi punya alasan pribadi yang sangat kuat, maaf Andi tidak bisa menyampaikan nya."
"Andi ingin alasan tersebut menjadi rahasia privasi Andi, yang tidak akan Andi bagi tahu ke orang lain ."
"Cukup Andi seorang diri saja yang tahu alasan kuat tersebut.."
ucap Andi tegas.
"Maafkan Andi yang telah mengecewakan harapan kalian semua.."
ucap Andi sambil memberi hormat dan menundukkan kepalanya dalam dalam.
"Kak Andi apakah ini ada hubungannya dengan, kak Andi kini menyadari perasaan ku yang menyukai dan mencintai kak Andi secara diam diam selama ini."
"Bila karena hal itu, Nicole siap mundur menjauhi kak Andi, asalkan kak Andi bersedia membatalkan keputusan kak Andi tadi."
__ADS_1
ucap Nicole sambil menahan Isak, dimana airmata nya sudah bercucuran deras tidak tertahankan lagi.