AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENGUNJUNGI SEKOLAH LAMA


__ADS_3

Dua Minggu yang lalu mereka masih sempat melakukan video call.


Di sana mama Viona masih sempat memuji keadaan Viona.


Tapi dua Minggu ini, tiba tiba Viona berubah menjadi begini, hal ini benar-benar sangat mengejutkannya.


Viona yang terus drop selama dua minggu ini, sengaja Andi rahasia kan, dia tidak ingin mama dan papa Viona bersusah hati.


Tapi karena ini permintaan Viona ingin pulang, Andi tidak bisa menyembunyikan nya lagi.


Papa Viona hanya bisa berdiri di sana sambil menghapus kacamata nya yang berembun.


Andi berjalan maju berangkulan dengan papa Viona setelah beberapa saat, mereka berdua pun terlihat berjalan keluar dari dalam rumah.


Mereka berjalan santai di taman kompleks.


"Apa yang terjadi di,..?"


Tanya Papa Viona sambil berjalan di sebelah Andi.


Andi menghela nafas dan berkata,


"Segala usaha sudah di lakukan, dokter yang menangani Viona sudah angkat tangan.."


"Sel kankernya tiba tiba meluas dan menyebar kemana-mana."


"Dalam dua Minggu terakhir, kondisi Viona terus mengalami drop dari hari ke hari.."


"Makan pun sangat sedikit, sehari paling cuma beberapa suap.."


"Hari hari nya lebih banyak di habiskan dengan berbaring lemas di kasur..'


"Hingga subuh ini, atas keinginan nya sendiri, dia meminta ku mengantarnya kemari.."


"Maka datanglah kami kemari.."


"Semua terjadi serba mendadak maaf tidak mengabari papa dan mama.."


ucap Andi menutup ceritanya.


Mendengar penjelasan Andi, papa Viona pun menghela nafas panjang dan berkata


"Pulang juga bagus,.. kalian tinggal lah sesuka kalian di sini.."


"Bila sudah bosan kalian baru pulang.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Semua terserah dia pa, kita lihat saja nanti.."


"Kak,..kak Andi, kak Viona mencari mu, katanya ingin ikut mengantar kami kesekolah bersama kakak.."


ucap Rina yang datang menyusul Andi.


Andi tersenyum dan mengangguk sambil membelai kepala Rina dan berkata,


"Tak terasa kamu sudah sebesar ini.."


"Tentulah kak kan Rina di beri makan tiap hari.."


ucap Rina sambil tertawa.


Andi pun jadi ikut tersenyum, dia lalu menoleh kearah papa Viona dan berkata,


"Ayo pa,.. kita pulang,.. Viona ingin mengantar mereka kesekolah.."

__ADS_1


"Tapi kondisinya ?"


tanya papa Viona cemas.


Andi tersenyum dan berkata,


"Papa tenang saja ada aku dan Suster Emi yang menjaganya.."


"Saat ini yang bisa ku lakukan hanya memenuhi apapun keinginan nya.."


Papa Viona menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kurasa bukan saat ini saja, sejak kalian kenal hingga sekarang, papa rasa belum pernah ada satupun keinginannya, yang tidak kamu penuhi.'


"Maaf putri ku sungguh-sungguh telah merepotkan mu.."


"Papa ini bicara apa, Andi tidak pernah sedikitpun merasa repot.."


"Justru Andi merasa senang dan bahagia, bila dia menyuruh Andi melakukan sesuatu untuk nya.."


"Ini berarti dia masih membutuhkan Andi.."


Papa Viona menggelengkan kepalanya sambil menepuk bahu Andi dan berkata,


"Viona bisa bersama mu, adalah keberuntungannya.."


Andi hanya tersenyum tidak membantah, dia hanya membantah dalam hati.


Viona justru jadi seperti ini, karena memilih bersama nya, untuk satu ini Andi selalu merasa bersalah padanya..


Akhirnya ketiga orang itu kembali kerumah, Andi langsung membantu Viona duduk di mobil.


Setelah Viona duduk dalam mobil Andi berkata,


"Vi kamu yakin kamu kuat mau ikut antar kesana, kamu gak boleh memaksakan diri.."


"Kamu tenang saja , hari ini aku merasa sangat bugar dan kuat.."


"Ayo kita berangkat jangan sampai mereka berdua telat.."


Andi mengangguk, lalu dia pun mengendarai mobilnya menuju sekolah Rina dan Dody.


Setelah melepaskan Doddy dan Rina masuk kedalam sekolah..


Tiba-tiba Viona berkata,


"Di,.. aku mau lihat lihat ke SD dan SMP sekolah ini.."


Andi mengangguk ngerti, karena sekolah ini juga merupakan sekolah dia dan Viona dulu.


Di sini juga ada banyak kenangan masa kecil mereka berdua.


Meski saat itu, Andi hanya bisa menyimpan semua perasaan nya dalam hati.


Dan Viona sendiri hanya menanggapinya sebagai lucu lucu an belaka..


Setiap melihat tingkah laku dirinya yang konyol dan canggung.


Andi dengan santai mendorong Viona mengelilingi area SD yang tidak banyak mengalami perubahan.


"Di,.. kamu masih ingat gak, ? dulu kamu suka jongkok di sana, memperhatikan aku yang biasanya suka berdiri di sebelah sana."


ucap Viona sambil menunjuk kesana kemari sambil tersenyum gembira.


Melihat keceriaan Viona, Andi pun ikut tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Tentu saja aku ingat, dan tidak ada satupun yang pernah aku lupakan.."


"Yang benar di,.. biar aku menguji mu.."


ucap Viona sambil tertawa.


"Boleh ,.."


jawab Andi sambil tersenyum.


"Di sana di kamar mandi wanita apa yang pernah terjadi ?"


tanya Viona sambil tersenyum.


"Kamu terkunci di dalam sana, karena ulah anak anak laki laki nakal di Kelas mu.."


Viona mengerutkan alisnya dan berkata,


"Loh kok kamu tahu..?"


"Karena akulah anak laki laki yang meminta mu jangan menangis jangan takut, dan aku pula yang pergi menemui pak Broto guru olahraga mu, untuk membantu kamu keluar dari sana..'


ucap Andi sambil tersenyum.


"Loh bukannya ketua kelas ku Mario yang pergi meminta pak Broto menolong ku.."


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Mario dapat tahu dari aku, tapi karena dia takut sama anak anak nakal itu, dia tidak berani pergi lapor.."


"Jadi aku lah yang pergi lapor, setelah semua beres Mario baru ngaku ke semua nya dia yang lapor.."


"Nah itu pak Broto, kita bisa tanya ke dia kalau kamu kurang yakin.."


ucap Andi sambil tersenyum.


Sebelum sempat Viona membantah, pak Broto sudah berjalan menghampiri kearah mereka dan berkata,


"Kalian berdua apakah pernah sekolah di sini ? bapak serasa mengenal mu, tapi bapak lupa lupa ingat."


Andi tersenyum dan menyalami bapak itu, lalu berkata,


"Nana ku Andi pak, dan ini istri ku Viona, kami dulu memang sekolah di sini.."


"Dia adik kelas ku dulu pak, dia yang dulu pernah terkurung di kamar mandi sana, bapak lah yang menolongnya keluar.."


"Ahh benar'benar aku ingat sekarang, dan kamu lah yang waktu itu datang menemui ku, untuk menolongnya.."


"Tapi setelah semua selesai kamu menghilang.."


ucap pak Broto sambil tertawa.


Viona menatap kearah Andi dengan mesra, ternyata sejak kecil pun Andi diam diam sudah ada untuk nya.


Adalah dia yang terlalu bodoh bisa menyia nyiakan dan tidak mengetahui sebegitu besarnya cinta Andi untuk nya.


"Nak Andi, maaf istri mu Viona kenapa bisa begini kurus ?"


tanya pak Broto hati hati dan sedikit prihatin melihat keadaan Viona..


"Istri ku sedang sakit berat pak, sehingga seperti ini, terimakasih pak perhatian nya.."


ucap Andi sopan..


Pak Broto mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Semoga Viona cepat sembuh ya nak,.."


"Bapak permisi dulu, masih ada kelas disana.."


__ADS_2