
Andi yang pulang ke kostnya mengendarai motor baru, sekaligus membawa cewek cantik. Tentu saja mengejutkan teman-teman kostnya yang sedang asyik bermain kartu.
Salah satu dari mereka yang biasanya di panggil Apek kengkeng, karena jalan nya sedikit bungkuk dan agak ngengkeng (Kaki sedikit terbuka lebar kesamping ketika berjalan).
"Wah di, ada angin apa ini ? pulang cepat bawa motor baru dan cewek cantik pula, kenalin kita-kita dong, kita-kita kan juga mau.."
ucap si apek kengkeng sambil tersenyum mesum.
Teman-temannya yang lain langsung tertawa, ada salah satu diantara mereka yang di panggil Joni chipmonk, karena gigi depannya sedikit tongos kedepan, sehingga dia terlihat mirip dengan chipmonk, binatang tupai pengerat, yang sepasang giginya maju kedepan.
Dia sambil tertawa berkata,
"Cewek sih banyak, cuma yang mau sama Apek kengkeng, kayanya langka deh."
Teman-temannya yang lain pun tertawa ngakak.
"Perbaiki dulu jalan mu itu baru cari cewek.."
ucap Joni chipmonk kembali, yang langsung di sambut gelak tawa teman-temannya.
Tapi si apek tidak mau kalah pamor, apalagi di sana ada Santi yang cantik dan imut.
Dia segera berdiri dari duduknya membusungkan dadanya yang kerempeng kedepan, tapi pinggangnya yang ketarik, tetap saja tidak bisa ditegakkan secara normal.
Sehingga dia malah terlihat seperti seekor bebek, yang berusaha menegakkan pinggangnya.
Dengan PD apek kengkeng pun berkata,
"Wah loe salah Jon, banyak yang yang bilang wajah ku tampan dan imut seperti Chou Yun Fat ( artis top Mandarin era 80 an ).
Teman temannya langsung ngakak, memegangi perut mereka masing-masing.
Apek dengan gaya tidak tahu malu nya, dia malah tersenyum ke arah Santi.
Santi pun tidak sanggup lagi menahan diri, untuk tidak ikut tertawa, dia akhirnya ikut tertawa, terbawa oleh suasana, yang di ciptakan teman kost Andi.
Sedangkan Andi hanya tersenyum, sambil menggelengkan kepalanya.
"Apek sudah lah, jangan bikin malu lagi duduklah."
ucap temannya yang biasa di panggil Robert gedek.
Wajahnya cukup tampan, cuma karena di hiasi jerawat-jerawat kecil, jadinya wajahnya terlihat selalu ke merah-merahan.
Dia di juluki Robert gedek, karena namanya adalah Robert, ditambah lagi dia menyukai anak kecil, dia suka bercanda dengan anak kecil dan memberinya permen.
Sehingga banyak anak kecil, suka mendekatinya untuk minta permen.
Robert gedek, adalah nama seorang penjahat psikopat, yang memiliki hobi mens*domi anak kecil.
"Pek siapa yang bilang wajah mu mirip Chou Yun Fat, pasti papa mama mu ya, yang bilang. ?"
__ADS_1
ucap Joni chipmonk, yang langsung di sambut gelak tawa teman-temannya yang lain.
Andi memberi kode ke Santi agar ikut dengan nya, langsung menuju ke kamarnya, yang terletak di lantai dua.
Tiba didepan kamar, sambil membuka pintu kamar dengan kunci miliknya,
Andi berkata.
"Tidak perlu perduli kan mereka, itu orang-orang stress, karena terlalu lama jomblo, jadi suka overdosis bila ketemu cewek cantik."
Mendengar kata cewek cantik dari mulut Andi, hati Santi kembali berdebar-debar dan sedikit berbunga-bunga.
Dengan wajah tertunduk malu, Santi berkata sambil melirik Andi,
"Benarkah aku terlihat cantik di..?"
Andi membuka pintu kamar nya dan berkata,
"Tentu saja kamu cantik San, meski kamu sedikit Tomboy, tapi kamu kan tetap seorang gadis."
"Seorang gadis tentu saja cantik, gak mungkin Tampan."
ucap Andi cuek.
Santi langsung memukul lengan Andi dengan gemas, dengan bibir cemberut dia berkata,
"Dasar...Sialan lu di.."
Andi pun menanggapinya dengan tertawa dan berkata,
Santi mempelototi Andi, dia pura-pura marah, padahal hatinya sangat senang.
Dia segera melangkah masuk kedalam kamar Andi.
Kamar Andi sangat sederhana, hanya ada sebuah kasur, lemari pakaian kain plastik kecil, dan sebuah meja dan kursi belajar.
Diatas meja belajar terlihat sebuah tape pemutar lagu, dengan setumpuk kaset, yang tersusun rapi di atas tape pemutar lagu itu.
Sebuah lampu belajar yang sebenarnya, tidak bisa di sebut lampu belajar, lebih tepatnya sebuah lampu neon ukuran panjang 1.2 meter.
Di taruh berdiri di atas pojok meja bersandar ke sudut dinding kamar, di biarkan berdiri tegak, bila ingin di gunakan baru di colok ke stopkontak, yang gulungan kabelnya terletak di lantai, di bawah meja belajar.
Andi membuka jendela kamarnya, yang berhadapan dengan sebuah balkon yang terbuka.
Sehingga udara segar pun bisa masuk dengan bebas ke dalam kamar.
Andi menarik kursi didepan meja belajar untuk duduk, sedangkan Santi yang tidak punya tempat duduk, dia duduk diatas kasur Andi dengan santai.
"San kamu bebas bersantai, aku mau Nyambi menyalin perkuliahan hari ini ke buku catatan."
ucap Andi mengeluarkan sebuah kertas coretan yang mencatat secara cepat materi yang di sampaikan oleh Dosen.
__ADS_1
Dia kemudian dengan gaya bahasanya sendiri mulai menuangkan nya, kedalam sebuah buku catatan yang rapi dan teratur.
Santi mengangguk kecil sambil tersenyum menanggapi ucapan Andi.
Untuk menghilangkan rasa jenuh, Santi berjalan menghampiri Andi yang sedang asyik menyalin catatan.
Santi memandang dengan kagum, tulisan Andi yang kecil dan rapi, sangat enak di pandang, gaya bahasanya juga sangat mudah di pahami.
Sesaat kemudian Santi berkata,
"Di aku nyalakan lagu boleh tidak ?"
Andi mengangguk, tanpa menoleh dia berkata,
"Nyalakan saja San bebas.."
Santi melihat dan membaca judul-judul lagu yang tertera di belakang setiap kaset, kemudian dia mulai memutarnya.
Setelah lagu pilihan nya mengalun lembut, irama nya memenuhi ruangan kamar Andi.
Santi kembali duduk di kasur Andi bersandar di tembok, dia memejamkan matanya menikmati alunan lagu dari tape Andi.
Karena terkena hembusan angin sejuk dari jendela Kamar Andi yang terbuka lebar, perlahan-lahan Santi menjadi ngantuk.
Akhirnya tanpa di sadari dia telah tertidur di kasur Andi.
Setelah Andi menyelesaikan catatan nya, dia menoleh ke belakang, dia baru sadar ternyata Santi sedang tertidur pulas di kasurnya.
Andi tersenyum melihat Santi yang begitu bebas dan Santai bisa dengan mudah tidur di ranjang nya.
Andi mengecilkan suara lagunya, kemudian dia menutup korden jendela, Andi menutup pintu kamarnya pelan-pelan.
Kemudian Andi turun ke lantai bawah, berkumpul dengan teman-temannya yang sedang asyik bermain kartu.
Andi tidak ikut main dia hanya menjadi penonton saja.
Ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 13.30 Andi pun kembali ke kamarnya,
Andi berjongkok di samping kasur memandangi wajah Santi yang cantik sedang tertidur pulas.
Perlahan-lahan Andi menggoyang tangan Santi dan berkata,
"San...! San...! ayo bangun San..! nanti kamu telat mengikuti perkuliahan..!"
*San..ayo bangun...San..!"
"Mmmphh..!"
Santi perlahan-lahan membuka matanya saat melihat Andi sedang berjongkok didepannya.
Dengan kaget Santi segera bangun duduk, mengucek matanya sambil berkata dengan malu-malu.
__ADS_1
"Maaf aku ketiduran ya..?"
.