AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MEMBELI SEPEDA


__ADS_3

Andi berusaha mempertahankan kewarasan pikirannya, yang hampir di kuasai nafsu, yang terus menuntutnya melakukan sesuatu pada calon istrinya itu.


Andi jangan bodoh, dia meminta mu mengurutnya seperti ini, itu berarti dia menginginkan nya.


bisik pikiran jahatnya, berusaha mempengaruhi Andi.


Berilah dia kenikmatan dan kebahagiaan yang dia inginkan, percayalah dia akan menikmatinya.


Tidak akan menolaknya, apalagi kalian sudah pasti, cepat atau lambat sama aja.


Dia tetap adalah milik mu, tidak akan ada orang yang akan menyalahkan perbuatan mu hari ini.


Tunjukkan Andi kejantanan mu, jangan lemah, buktikan kamu adalah lelaki sejati.


Bukan pria lemah dan lambat seperti kata Rio dahulu, kamu lemah dan lambat.


Sehingga Viona terlepas dari mu, kali ini jangan ragu lagi, atau sekali lagi kekasih mu akan kembali direnggut oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab dan kamu akan menyesal seumur hidup.


Ayolah Andi kamu tunggu apalagi...


Sikat,.. sikat,.. sikat,.. kamu tunggu apalagi,.. jangan bodoh,..lihat yang ini bahkan jauh lebih menantang dan seksi ketimbang kakak nya.


Ayo di,.terkam dia lakukan saja puaskan dia dan diri mu sendiri.


Jangan terus menyiksa diri bodoh.


Seluruh tubuh Andi sudah gemetar, matanya sudah merah, kesadarannya hampir hilang.


Perlahan lahan tanpa sadar dia sudah membungkuk hendak menciumi leher dan punggung Violin yang terbuka.


Tapi di saat dia hampir melakukannya, tiba tiba pikiran waras Andi muncul.


Begitu sadar, Andi langsung menghentikan aksinya, dan buru buru mengalihkan fokusnya.


Dia buru buru memijat syaraf tidur Violin, sehingga Violin bisa tidur lebih cepat dengan rileks.


Setelah melihat Violin sudah tidur dan Andi selesai menyelimuti Violin.


Andi pun buru-buru pergi mandi, untuk menghilangkan pikiran tidak benar yang hampir saja merusak segalanya.


Selesai mandi dimana tubuh dan pikirannya sudah segar, Andi mulai menyibukkan diri di dapur menyiapkan makan malam buat Violin sebelum mulai praktek.


Karena setelah mulai praktek jam 7 malam Violin tidak akan punya waktu untuk makan lagi.


Karena biasanya antrian pasiennya sudah numpuk semua menunggu penanganan segera darinya.


Selesai menyiapkan makan malam, melihat jam sudah hampir jam 5.


Andi pun pergi membersihkan diri bersiap siap, lalu dia pergi ke kamar Violin mencoba membangunkan nya.


"Lin, yuk bangun sudah jam 5 sekarang,.."


bisik Andi lembut di pinggir telinga Violin.


"Mmmhhh,..! ya di,..bentar.."


ucap Violin mengulet tubuhnya yang Sexy, mencoba merenggangkan tubuhnya sebelum bangun.

__ADS_1


Andi hanya tersenyum maklum, dia tahu Violin benar benar kelelahan.


5 menit kemudian, Violin akhirnya baru benar benar bangun dan meninggalkan kasurnya.


Melihat Violin sudah bangun, Andi pun berpindah duduk santai diruang tamu menunggunya.


Setelah Violin sudah siap rapi dengan jas putihnya keluar dari dalam kamar.


Andi pun sambil tersenyum berkata,


"yuk kita jalan sekarang.?"


Violin mengangguk lalu maju merangkul lengan Andi dengan mesra.


Melihat Andi menenteng bekal di tangan lainnya, Violin pun berkata,


"Kak itu bawa apa,..?"


Andi sambil tersenyum berkata,


"Bekal untuk mu, nanti kamu tiba di praktek makan dulu baru praktek.."


Violin menatap kearah Andi dengan penuh terimakasih berkata,


"Jadi tadi pas aku nya tidur, kak Andi gak istirahat, malah sibuk nyiapin bekal untuk ku..?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Gak masalah, nanti begitu kamu kerja, kan banyak waktu bagi ku untuk istirahat.."


"Terimakasih ya kak,.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Itu sudah kewajiban ku sebagai pendamping mu, itu bukan hal besar,.. tak perlu berterimakasih."


Mereka berdua berjalan sambil berangkulan mesra, meninggalkan apartemen dengan berjalan kaki menuju RS M.


Udara sore dan hawa yang sejuk menerpa wajah mereka saat berjalan santai menuju RS M.


Tiba tiba Violin dengan kepala tertunduk bertanya,


"Kak Andi masih suka teringat dengan gadis gadis yang pernah mengisi hari hari kakak, seperti kak Viona, kak Sarah dan Nicole putri bos kakak di Nanjing itu,..?"


Andi menghela nafas dan menatap kearah awan merah di langit sambil berkata,


"Kalau kakak mu Viona sampai kapan pun, aku akan sulit melupakannya, dalam hal ini, kakak harus minta maaf pada mu."


"Tapi gadis lainnya seperti Sarah dan Nicole, sesekali kakak kadang ingat, tapi hanya selintas lewat saja ."


"Asalkan kita bersama-sama,.kakak hampir tidak pernah teringat dengan mereka.."


Violin mengangguk dalam diam dan berkata,


"Kak aku dan keluargaku,.sudah lama tidak berhubungan dengan kak Viona.."


"Aku,.. mama pernah mencoba menghubunginya, tapi nomer telponnya tidak aktif mungkin sudah ganti.."

__ADS_1


"Aku pernah main ke kota B dan mampir kerumah nya.."


"Tapi penghuninya sudah ganti, menurut tetangga di sana, kakak sudah lama pindah dari sana.."


"Aku juga sangat rindu dengan kakak tapi kami dan dia lost kontek."


Andi menghela nafas panjang dan berkata,


"Mungkin kakak mu punya alasan sendiri, hubungan kalian jadi renggang ini semua adalah salah ku."


Violin menggelengkan kepalanya dengan kuat sambil menatap kearah Andi dengan serius, dia berkata,


"Tidak kak, itu semua adalah murni pilihan kak Viona sendiri, ini bukan salah kakak.."


"Kakak sudah berusaha melakukan yang terbaik untuknya, hal ini semua orang tahu dengan jelas.."


"Kak Viona sendiri juga tahu, dia juga sangat menyesal dan bersedih, terutama saat kakak koma, dia adalah orang yang paling menyesal dan sedih selain aku."


Andi menghela nafas panjang dan berkata,


"Semua adalah salah ku, aku kurang perhatian, dan tidak berada di sisinya, di saat dia membutuhkan ku."


"Sehingga semua bisa berakhir seperti sekarang ini.."


Sambil mengobrol tidak terasa, Andi dan Violin sudah tiba di pintu lobby depan rumah sakit.


"Nah sudah sampai, ini bekal mu.."


"Masa lalu biarlah berlalu, jangan terlalu di pikirkan.."


"Tetap semangat, selesai praktek aku akan menjemput mu.."


ucap Andi sambil tersenyum lembut.


Violin mengangguk dan berkata,


"Baik kak,.. sampai ketemu nanti."


Mereka saling melambaikan tangan sebelum berpisah.


Andi setelah meninggalkan rumah sakit, karena gak ada kegiatan dan rencana.


Andi berjalan santai masuk kesebuah Mall, yang letaknya tidak terlalu jauh dari apartemen tempat tinggal barunya.


Di sana Andi berkeliling keliling melihat lihat seorang diri.


Saat keluar dari mall,. Andi mendorong sebuah sepeda keluar dari lobby mall.


Sepeda Andi ada keranjang di depan yang dia gunakan untuk meletakkan barang belanjaannya.


Sedangkan di bagian belakangnya ada kursi empuk berbantalkan busa untuk menarik penumpang.


Karena keunikan dan fungsi dari sepeda ini, makanya, Andi membelinya sekalian.


Untuk mendukung aktivitasnya mengantar jemput Violin.


Saat tiba di depan pintu apartemennya, tiba tiba HP Andi bunyi.

__ADS_1


__ADS_2