AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BERDUAAN DI BALKON


__ADS_3

Mobil minibus yang di hiasi suara canda dan tawa ke 6 gadis itu, akhirnya tiba di sebuah kompleks perumahan mewah.


Di mana rumah-rumah yang ada di komplek ini, adalah rumah-rumah yang besar besar dengan desain yang unik-unik dan sangat keren.


Mobil minibus itu akhirnya berhenti di depan sebuah bangunan rumah mewah, yang tidak kalah megah di banding rumah-rumah di sekitar nya.


Andi saat turun dari mobil, menatap dengan kagum tampak depan rumah mewah tersebut.


Davina berjalan di depan, di temani Dewi, Davina menghampiri sebuah layar kecil di samping tembok pagar.


Di sana Davina memencet interkom tersebut, tak lama kemudian muncul sebuah wajah di layar, terlihat seorang pria paruh baya berwajah ganteng.


Dia lah pemilik rumah, sekaligus penyelenggara acara ini.


Begitu melihat Davina dia pun tersenyum lebar dan berkata,


"Davina..kamu sudah tiba ayo masuk..masuk.."


Pintu besi yang tebal dan berat itu terbuka dengan sendirinya.


Davina memberi kode ke teman-teman nya agar masuk mengikutinya.


Andi berjalan paling belakang, bersama Veronica yang terlihat malu-malu, berjalan berdampingan dengan Andi.


Davina membawa teman-teman nya masuk kesebuah ruang tengah yang luas, kini ruangan tersebut di sulap jadi tempat pesta yang memiliki lantai dansa dan disco yang diterangi oleh lampu sedikit remang-remang yang berwarna-warni.


Kapten pilot Tomy keluar sendiri menyambut kedatangan Davina bersama teman-temannya.


Dengan sigap dan sangat ramah Kapten Tomy menyalami mereka satu persatu. sambil tersenyum ramah dia berkata,


"Halo semuanya jangan sungkan silahkan nikmati pesta sederhana ini, anggap saja rumah sendiri..ayo masuk..masuk semuanya.."


"Ohh ya nama ku Tomy, panggil saja Tom gak papa.."


ucap nya sambil tertawa-tawa.


Tomy menyalami semuanya satu persatu, kemudian dia berhenti pada tangan Dewi dan berkata,


"Aduh kamu cantik sekali... siapa nama mu sayang..?"


Tomy sambil berucap, dia menunduk menciumi punggung tangan Dewi.


Dewi tertawa geli dan berkata,


"Aduhh om geli, kumis dan jenggot nya nusuk nusuk..."


"Ha...ha...ha...! Davina teman mu yang satu ini sungguh menarik..boleh saya pinjam sebentar..?"


"Boleh Om Tom tapi ingat di kembalikan..jangan di apa-apain masih perawan soalnya.."


ucap Davina sambil tertawa.


Mendengar ucapan Davina sepasang mata kapten Tomy yang nakal langsung berbinar binar menatap kearah Dewi.


Dia sampai menelan ludahnya sendiri, sehingga kalamenjingnya langsung naik turun.


"Ayo mari kak Tomy jangan hiraukan mereka, kita ngelantai Sekarang.."

__ADS_1


ucap Dewi genit tanpa malu-malu.


Sebagai SPG berpengalaman sekali lirik,


dia pun tahu yang di hadapan nya ini, adalah bos tajir melintir yang tidak pelit.


Dewi tidak akan menyia-nyiakan kesempatan mendekati Om tajir ini.


Sambil bergandengan tangan mesra, sepasang insan tua dan muda itu, menari dengan asyik di lantai dansa mengikuti irama musik dengan kompak.


Mereka berdua terlihat seperti pasangan yang sudah lama saling kenal, dan sangat kompak dan akrab.


Veronica diam diam merasa kurang nyaman dengan sikap tuan rumah yang genit, dia memilih sedikit bersembunyi dibelakang Andi.


Dia terus memegang ujung belakang baju Andi dengan sikap takut-takut.


Andi mengerti perasaan Vero, Andi sedikit mundur, kemudian sedikit memiringkan kepalanya berbisik di telinga Vero, Andi terpaksa melakukan hal ini.


Agar Vero bisa mendengar suaranya, karena suara musik yang cukup keras di dalam ruangan tersebut.


"Jangan jauh-jauh dari ku, kita kesana saja bila kurang nyaman.."


Vero wajahnya menjadi merah, saat merasakan hembusan nafas Andi, yang hangat ditelinga nya.


Tapi Vero menatap Andi dan mengangguk penuh rasa terimakasih.


Andi membimbing Vero berjalan menuju kearah balkon yang menghadap kearah luar.


Di tempat ini tidak sehingga bingar di dalam sana, apalagi Andi menutup sebagian pintu kacanya sehingga kini suara berisik di dalam tidak terlalu terdengar lagi diluar sana..


Sambil bersandar di pagar balkon dengan Santai Andi bertanya,


Vero tersenyum manis dan berkata,


"Makasih banyak ya di.."


Sepanjang perkenalan mereka Andi biasanya selalu menjauhi Vero, karena takut Vero salah mengartikan sikapnya.


Tapi kini kondisi seperti ini, Andi tidak tega kalau tidak berdiri keluar menjaga temannya ini.


Vero adalah gadis pendiam yang lugu polos dan pemalu.


Sepanjang mereka kenal Andi hampir tidak pernah mendengar suara Vero, paling hebat, dia hanya tersenyum malu-malu menatap Andi.


Ini adalah kali pertama bagi Andi mendengar suara Vero.


Andi hampir melonjak kaget, karena suara Vero sama persis dengan suara Viona.


Begitu lembut dan halus saat terdengar olehnya.


"Sadar Andi..di depan mu ini gadis lain bukan Viona.."


"Kamu jangan sampai gila seperti ini, gara-gara saking rindunya dengan Viona.."


"Kamu bisa menimbulkan masalah tidak perlu di kemudian hari.."


Andi memaki-maki dirinya dalam hati, dan mengingatkan dirinya agar tidak bikin masalah dengan Vero.

__ADS_1


"Aihhh...!!"


Tiba-tiba Vero berteriak kaget kemudian berlari masuk kedalam pelukan Andi.


"Kamu kenapa Vero ?"


ucap Andi menjadi tersadar dari lamunannya karena teriakan ketakutan dari Vero.


Vero memeluk Andi dengan erat dan berkata,


"Tadi ada mahluk hitam yang terbang kearah ku.."


ucap nya dengan suara sedikit gemetar ketakutan.


Andi mencoba melihat sekitarnya, ternyata di sana ada seekor kelelawar yang sedang bergelantungan terbalik, di pojok plafon yang sedikit gelap.


"Ohh hanya kelelawar kecil saja, jangan takut.."


"Kamu berdiri di sebelah sini saja, biar aman.."


ucap Andi sambil menggeser posisi berdiri Vero.


Kemudian perlahan-lahan melepaskan pelukan Vero dari dirinya.


Kehangatan tubuh Vero yang Sexy, membuat Andi merasa kurang nyaman.


Apalagi suara Vero selalu berhasil membuat jantung nya berdebar-debar.


Andi benar-benar tidak berani memeluk Vero berlama-lama.


Tujuan kedatangan nya kemari adalah untuk menghilangkan suntuk dan sepi, bukan ingin menambah masalah, dengan memberikan harapan tidak jelas buat temannya ini..


Vero seperti bisa merasakan kecanggungan Andi dia buru-buru berkata,


"Maaf ya di..sikap ku tadi sedikit berlebihan.."


"Tidak apa-apa Vero..santai aja gak perlu minta maaf segala.."


ucap Andi sedikit merasa tidak enak hati.


"Hei kalian berdua ada di sini ternyata, kita sampe cariin kemana-mana.."


"Rupanya malah mojok berdua di sini ada kemajuan ya.."


ucap Susi sambil tertawa menutupi mulutnya.


Davina menatap kearah Andi dan Vero dengan curiga.


Vero dengan wajah merah padam, buru buru berkata,


"Bukan begitu...aku tadi kurang nyaman dengan suasana di dalam sana, jadi Andi mengajak ku kemari.."


Vero yang tidak pandai bicara semakin jelasin malah semakin repot.


Susi yang pintar bicara langsung menyambarnya dan berkata,


"Ihh aku tahu sekarang..maksud mu Andi yang mengajak mu mojok kemari..?"

__ADS_1


"Tapi kamu menikmatinya kan..? hi..hi..hi..!"


__ADS_2