AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MULAI BEKERJA DI SASANA.


__ADS_3

Sesaat kemudian terdengar pergerakan dari dalam kamar, tak lama kemudian sesosok wanita cantik berusia paruh baya.


Dengan mata sembab dan sedikit bengkak, keluar dari dalam kamar dengan memaksakan diri Tersenyum berkata,


"Baiklah kalian berangkatlah hati hati di jalan, ini uang jajan kalian.."


Lalu dia dengan senyum di paksakan dan berusaha menahan air matanya,


dia memasukkan selembar uang 10 ribu ke saku baju violin.


Sedangkan untuk Dodi dan Rina masing-masing di berikan selembar uang dua ribu.


Lalu dia membelai kepala ketiga anaknya dengan lembut dan berkata,


"Berangkatlah kalian semua hati hati di jalan, jangan ngebut ngebut Lin, jaga adik mu baik baik."


"Ya ma.."


jawab violin.


Wanita paruh baya itu tersenyum sedih setelah itu, dia membalikkan badannya kembali masuk kedalam kamar.


Violin hanya bisa menatap bayangan punggung ibunya, sambil menghapus airmatanya sendiri.


Lalu dia bergegas mengantar kedua adiknya pergi kesekolah.


Violin terlebih dahulu mengantar kedua adiknya ke sekolah, setelah beres.


Dia baru berangkat menuju sekolah nya sendiri, yang letaknya terpisah dari sekolah kedua adiknya.


Saat tiba di halaman parkir motor sekolah, Violin terkejut , melihat Andi sudah ada di sana menunggunya.


"Kakak...kakak kok tahu aku sekolah di sini ?'


tanya Violin heran.


"Kemaren karena terburu-buru aku lupa mengembalikan ini pada mu.."


ucap Andi sambil menyerahkan sebuah dompet hello Kitty ke Violin.


"Ini..?"


ucap Violin heran, tadi pagi dia sempat mencari cari tapi gak ketemu.


Ternyata dompet kesayangan nya ada di Andi, jangan jangan saat bergumul dengan para penjaga dompetnya terjatuh di sana.


Dan Andi menemukan nya lalu membantunya menyimpankan untuk nya..


Andi tersenyum dan berkata,


"Ya saya kebetulan nemu ini di lokasi kejadian semalam, tapi karena terburu-buru, aku jadi lupa kembalikan.."


"Sorry ya, baru di kembalikan sekarang dan aku melihat isi dompet mu tanpa ijin."


ucap Andi menatap Violin dengan tidak enak hati.


"Gak papa, selain isinya kosong, aku juga tidak menyimpan rahasia apa apa di sana."


jawab Violin santai.

__ADS_1


Andi mengangguk dan berkata,


"Tapi untungnya ada dompet ini, jadi aku bisa temui kamu di sini, tanpa perlu nanya ke Viona."


"Kakak juga tidak tahu aku sekolah di sini, aku baru pindah kemari.."


"Dulu sekolah ku bukan di sini.."


"Bahkan tempat tinggal yang kakak lihat semalam, juga rumah kontrakan baru kami."


"Dulu kami dan kakak gak tinggal di sana."


ucap Violin.


Andi mengangguk mengerti dan berkata,


"Ya sudah hampir jam tujuh, kamu masuklah ke kelas mu, kunci motornya Titipkan ke aku saja biar aku urus."


Violin mengangguk dan menyerahkan kunci motornya ke Andi.


"Aku pulang sekolah jam 12 siang kak.."


ucap Violin mengingatkan.


Andi mengangguk dan berkata,


"Jangan khawatir, setelah dari sasana nanti aku akan kemari.'"


"Oh ya ini sarapan untuk mu., makanlah selagi hangat .bye.."


Violin menerimanya, sambil mengigit bibir bawahnya sendiri, ada perasaan malu tapi juga hangat atas perhatian tulus Andi padanya.


Dengan kepala tertunduk malu, Violin berkata,


Andi tersenyum lalu menyentuh kepala Violin dengan lembut dan berkata,


"Tak perlu sungkan, asal kamu sehat sekolah dengan pintar, kakak mu di sana senang dan tenang aku pun sudah sangat puas."


Violin tertunduk malu, saat Andi menyentuh kepala nya dengan lembut, ada perasaan hangat dan jantung berdebar kencang, saat Andi menyentuh nya.


Ada apa dengan diri ku, semalam kak Andi juga melakukannya, tapi kok kini terasa berbeda ya..? batin Violin heran dengan dirinya sendiri.


"Ok bye sampai nanti siang.."


ucap Andi kemudian menaiki motor gede rampasan nya meninggalkan Violin yang berdiri termenung menatap bayangan punggung Andi.


"Kelihatannya aku mama dan papa, telah salah paham padanya."


batin Violin dalam hati.


"Dia benar-benar pria sempurna yang sangat baik dan sangat bisa di andalkan..'


"Kak Viona sungguh beruntung, bisa memiliki pacar seperti dia.."


gumam Violin dengan kepala tertunduk dan berjalan kedalam kelas.


Entah kenapa di satu sisi dia merasa senang kakaknya punya kekasih seperti Andi.


Tapi di sisi lain, dia merasa sedikit pahit dan sedih, Andi harus menjadi kakak iparnya kelak.

__ADS_1


Andi tidak pernah berpikir kebaikannya ke Violin, justru akan melukai hati gadis kecil polos itu, persis seperti dia melukai hati Santi dan Sarah.


Andi sendiri dengan hati riang membawa motor barunya, membelah jalan raya, langsung menuju Sasana TAH.


Andi semalam ada lihat, di dekat sasana TAH ada tukang duplikat kunci.


Sehingga dia langsung menuju kesana.


Andi saat diantar oleh Violin, dia terus memperhatikan dan mengingat baik-baik jalan menuju Sasana TAH.


Sehingga kini tanpa kesulitan Andi sudah tiba di depan gedung Sasana.


Setelah memarkirkan motornya di dalam gedung, Andi langsung berjalan kaki menuju tukang duplikat kunci yang letaknya tidak begitu jauh dari sasana.


Untungnya tukang duplikat kunci tersebut cukup rajin, sehingga pagi-pagi dia sudah buka kiosnya.


Sehingga Andi bisa lakukan duplikat sekali jalan.


"Pagi mas, duplikat kunci berapa duit mas..?"


tanya Andi ke si tukang kunci.sambil menyerahkan kunci motor Violin ke si tukang kunci.


"20.000. mas, kalau yang model begini.."


"Cuma pegangan nya sedikit beda model gak papa..?"


tanya si tukang kunci ke Andi.


"Gakpapa mas, gak bisa kurang ya mas,? bukannya biasa cuma 10 000."


ucap Andi mencoba nawar.


"Kalau yang biasa bisa mas, cuma yang model gini unik, lebih rumit pengerjaannya, karena ada magnet di kuncinya."


ucap si tukang kunci menjelaskan.


"Kalau bahannya menggunakan yang KW bisa sih mas, cuma kualitasnya jadi gak sama.."


ucap si tukang kunci ragu.


"Gak usah ni 20 ribu bikin sesempurna mungkin, jangan ada masalah, klo masalah awas lapak loh.."


"Aku dari sasana itu.."


ucap Andi sedikit menggertak menggunakan nama Sasana.


Tukang kunci itu sedikit terkejut dan buru-buru berkata,


"Siap kak jangan khawatir, kalau teman ko Ahong sih beres di jamin kak, gak beres uang kembali kunci duplikat free."


Ok Siip makasih banyak mas."


ucap Andi kemudian meletakkan selembar uang 20 ribu.


Lalu dia berlari ke arah Sasana dengan buru-buru dan langsung naik kelantai dua.


Tanpa banyak bicara, Andi langsung menuju ruang penyimpanan peralatan dan perlengkapan kebersihan.


Setelah berganti pakaian di sana, Andi pun langsung mulai bekerja mulai dari WC dan kamar mandi dulu yang super jorok.

__ADS_1


Andi menggunakan porstex, untuk membantunya mengembalikan dinding lantai dan kloset duduk yang sudah menguning warnanya menjadi putih kinclong kembali.


Setelah Toilet dan kamar ganti pria beres, Andi melanjutkan dengan pergi ke lantai tiga, di mana toilet wanita berada.


__ADS_2