AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
KEBAHAGIAAN TERAKHIR YANG BISA DI BERIKAN


__ADS_3

Andi dengan tenang berjalan di depan menghampiri panitia penyambut tamu, yang terdiri dari sekelompok muda mudi.


Andi menebak mereka pasti keluarga dari pihak Rio.


Dari awal kehadiran Andi, beberapa gadis muda itu sudah mulai berbisik-bisik dan tertawa cekikikan, mereka terus memandang kearah Andi dengan penuh kagum.


Andi tentu menyadari hal itu tapi dia tidak terlalu menanggapi nya.


Dia terus berjalan menghampiri beberapa pemuda yang juga bertugas sebagai panitia penyambut tamu.


Sambil menganggukkan kepala sedikit dan tersenyum ramah, Andi mengulurkan tangannya menyalami pemuda yang ada di hadapannya.


Sambil berbisik dipinggir telinga pemuda itu,


"Maaf nama ku Andi rombongan kecil di belakang ku adalah orang tua kandung Viona pengantin wanita malam ini."


"Mohon dapat di bantu dan di aturkan dengan layak.."


"Terimakasih.."


Pemuda di depan Andi sangat terkejut saat mendengar bisikan Andi, dia buru-buru menatap kearah belakang Andi.


Melihat wajah mama Viona, terutama wajah Violin, mau gak mau dia sedikit mempercayainya.


Tapi karena takut salah, dia menatap Andi sekali lagi dan berkata,


"Maaf pak Andi, anda serius tidak sedang bercanda dengan ku kan..?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Apa hal ini boleh di buat main main, ? bila tidak percaya, kamu boleh hubungi perwakilan pihak pengantin wanita."


Pria itu semakin ragu, lalu dia buru-buru berbicara dengan beberapa pemuda dan pemudi lainnya.


Tak lama kemudian pemuda itu kembali menghampiri Andi dan berkata,


"Maaf harap tunggu sebentar, perwakilan pengantin wanita sedang menuju kemari kita akan atur kan.."


"Silahkan lewat sini,.. pak.."


ucap pemuda itu bertindak sebagai penunjuk jalan bagi Andi dan rombongannya.


Pemuda itu membawa Andi dan rombongannya menuju ruangan dalam, yang sedikit terpisah dengan ruangan depan tempat resepsi.


Setelah menunggu beberapa saat yang muncul ternyata adalah pengantin wanita sendiri dan pendampingnya.


Pengantin wanita terlihat sangat cantik dalam balutan pakaian pengantinnya.


Andi sampai berdiri terpana tak berkedip, melihat pengantin wanita yang baru saja datang.


Melihat kedatangan Andi Viona pun tertegun, dia tidak menyangka Andi akan hadir, bahkan membawa rombongan keluarganya.


Viona setelah acara pemberkatan pernikahan kemarin, dia sudah tidak berharap banyak keluarga nya akan datang menghadiri resepsi pernikahan nya.


Dia berpikir mereka pasti akan langsung kembali ke kota J bersama Andi.


Satu satunya dari pihaknya yang hadir paling cuma Santi pendamping pernikahannya.

__ADS_1


Karena terikat tugas dan ikatan persahabatan lama.


Tapi kenyataan saat ini benar-benar adalah suatu surprise kebahagiaan.


Viona sesaat juga ikut tertegun menatap Andi, tapi sesaat kemudian dia buru-buru mengalihkan perhatiannya


Sambil sedikit mengangkat baju pengantinnya yang panjang, dia berlari kecil menghampiri kedua orang tuanya dan berkata,


"Ayah ibu terima kasih,.. sudah mau datang kemari,.. menghadiri pesta pernikahan putri kalian yang tidak berbakti ini..'


Viona bercucuran air mata kebahagiaan saat mengucapkan hal tersebut.


Mama Viona tersenyum sinis dan berkata,


"Bagus kamu masih ingat kami adalah orang tua mu.."


"Mama jangan begitu.."


tegur papa Viona sambil memegang bahu istrinya mencoba menenangkannya, agar tidak menimbulkan suasana tidak enak.


Tapi mama Viona mengibaskan tangan suaminya dan kembali berkata,


"Viona kamu dengar baik-baik, hari ini aku dan papa mu datang kemari bukan karena mu.."


"Bila bukan karena permohonan dia pada kami, kami tidak akan pernah bersedia datang kemari."


"Jadi bila kamu ingin berterimakasih berterimakasih lah pada dia..."


ucap mama Viona dingin.


Lalu dia menoleh kearah Andi dengan tatapan penuh rasa bersalah.


Andi menoleh kearah mama Viona dan berkata,


"Mama ku mohon jangan seperti ini pada Viona."


Melihat tatapan mata Andi yang penuh permohonan.


Akhirnya mama Viona menghela nafas dan berkata,


"Maaf nak Andi, mama terlalu terbawa perasaan.."


"Gak apa-apa ma, "


"Ma pa Lin, kalian kumpul dan ngobrol lah dengan baik.."


"Aku tunggu di luar saja bersama tamu lainnya.."


Setelah berkata, Andi menoleh kearah Santi melemparkan senyum penuh terimakasih pada Santi, yang sudah memenuhi janjinya.


Terus menjadi pendamping Viona sepanjang acara pernikahan.


Andi tidak berani menatap Viona yang sedang menatap kearahnya.


Sambil menghindari tatapan sedih mata Viona, Andi langsung membalikkan badannya berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut.


"Di... terimakasih...! maaf.."

__ADS_1


terdengar teriakan Viona dan belakang nya.


Tanpa menoleh, Andi menghentikan langkahnya, dia menggoyangkan tangannya keatas, dan berkata,


"Tidak perlu Vi.. ini adalah kebahagiaan terakhir yang bisa ku berikan pada mu, semoga kamu selalu hidup berbahagia.."


Lalu Andi melanjutkan langkahnya kedepan, meninggalkan ruangan tersebut.


Melihat hal ini, tanpa banyak bicara violin pun ikut menyusul Andi dari belakang.


Doddy dan Rina yang ingin menyusul kakaknya, tangan mereka di tahan oleh mamanya, memberi kode agar mereka tetap diam di sana.


Viona tersenyum pahit melihat respon adiknya, terhadap mantan kekasihnya.


Sekali lihat sebagai seorang wanita yang berperasaan halus, dia langsung bisa menebak, adiknya tentu telah jatuh cinta pada Andi.


Dan ini wajar, karena Andi adalah pria yang sangat luar biasa dan jarang ada.


Adalah ketidak beruntungan nya, dia tidak bisa menjadi pendamping Andi.


Di dalam hati Viona, ada muncul perasaan cemburu dan iri, tapi juga ada perasaan lega.


Dengan kehadiran Violin menggantikan dirinya, dia berharap adiknya bisa menggantikan dirinya, mengobati perasaan Andi yang telah dia lukai dengan dalam.


Setelah kepergian Andi, Viona pun mengalihkan perhatiannya, dengan gembira menyambut kehadiran kedua orang tua dan adik adiknya.


Perlahan-lahan emosi mama Viona pun reda, karena seemosi emosinya dirinya, kasih sayang seorang tua terhadap anaknya tidak pernah akan ada habisnya.


Sementara itu di luar sana, Violin sudah menemani Andi duduk berbaur dengan tamu tamu lainnya.


"Kak kamu tidak apa-apa ?"


bisik Violin pelan, sambil menatap Andi.


Andi mengambil gelas di depan nya dengan santai menuang teh dan meminumnya.


Kemudian dia menoleh kearah Violin dan berkata,


"Aku tidak apa-apa, kamu tenang saja.."


"Sebaiknya kamu masuk kedalam bergabung dengan kakak mu dan orang tua mu.."


ucap Andi pelan.


Violin menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak kak, aku lebih suka di sini, di sana nanti ada Rio dan keluarganya, aku malas.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Ya sudah terserah pada mu, hanya saja mulai malam ini dan kedepannya dia tetap adalah kakak ipar mu."


"Bagaimana pun dia tetap adalah bagian dari keluarga kalian, kenyataan itu tidak bisa di hindari.."


"Kalau soal itu lihat nanti saja, setelah ini kita juga hidup masing-masing."


"Kakak dan dia dikota B, sedangkan aku dan ayah ibu akan kembali kekota J menjalani kehidupan kami."

__ADS_1


__ADS_2