
Dia begitu mengagumi dan memuja Viona bagaikan seorang Dewi.
Bila tahu akan seperti ini nasib Viona, Andi tidak akan pernah membiarkan Viona untuk memilih meninggalkan dirinya.
Semua ini adalah akibat kelemahan dirinya yang terlalu menuruti apapun kemauan Viona.
Dia berpikir dengan mengalah dan menuruti semua keinginan Viona, Viona akan menemukan kebahagiaan nya.
Tapi ternyata dia salah besar, dia malah mencelakai Viona hingga seperti ini.
Memikirkan hal ini, Andi tidak bisa menahan diri, untuk tidak menangis sedih.
Agar tidak menganggu dan di ketahui oleh Viona, Andi bergeser pelan pelan, kemudian dia berjalan menuju kamar mandi, menutupi mulutnya sendiri menahan suara tangis kesedihannya, agar tidak keluar.
Saat di dalam kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi.
Andi pun memilik duduk di dalam bathtub, Sambil memeluk lututnya sendiri Andi menangis sekeras-kerasnya hingga dia sulit bernafas.
Dan suara nya menjadi serak karena kebanyakan menangis.
Tiba-tiba HP Andi berbunyi, di dalam kantong celananya.
Dengan lesu dan malas Andi mengeluarkan HP nya.
Tapi saat melihat panggilan tersebut datang dari siapa.
Andi langsung terdiam,. dia buru-buru menghapus air matanya yang tersisa.
Andi sambil berusaha tersenyum mengangkat panggilan video call tersebut.
Begitu panggilan di angkat HP Andi memunculkan sebuah wajah yang sangat cantik persis dan sangat mirip dengan Viona.
Wajah itu meski sangat cantik tapi matanya jelas menggambarkan dia habis menangis.
Dia terlihat lelah dan agak menyedihkan.
Gadis itu bertanya dengan cemas,
"Kak Andi kamu habis menangis? kenapa ?
Andi berusaha tersenyum dan berkata,
"Tidak apa-apa Lin, kakak baik'baik saja.."
"Kamu sendiri gimana kabarnya ?"
"Selamat hari Valentine ya, smoga berbahagia selalu."
ucap Andi berusaha tersenyum.
Violin tersenyum sedih, sambil menahan airmatanya, yang hampir runtuh, dia memiring kan sedikit wajahnya kesamping, menghapusnya kemudian baru berkata,
"Bagaimana aku bisa bahagia, bila kakak tidak berada di sisi ku."
"Maafkan Lin kak, Lin sangat bodoh dan lucu, sehingga menelpon dan mengganggu waktu kakak.."
Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak Lin, menurut kakak kamu adalah gadis yang sangat cantik pintar penuh semangat dan sangat tegar.."
__ADS_1
"Kakak yakin kamu pasti bisa mandiri tanpa kehadiran kakak sekalipun di sisi mu.."
Di dalam hati Andi berkata,
'Asal kamu tahu, kamu lah matahari dalam hidup ku."
"Tanpa kehadiran mu, seluruh kehidupan kakak menjadi gelap gulita."
"Kakak seperti orang buta yang akan kehilangan arah, bila tiada kamu di sisi kakak.."
"Kakak juga berat harus kehilangan dirimu, tapi kakak tidak punya pilihan lain."
"Demi kebahagian yang terakhir untuk kakak mu, kakak benar benar tidak punya pilihan.."
"Sekali lagi kakak terpaksa mengorbankan kebahagiaan kita berdua demi dia.."
"Saat ini kakak terpaksa membenamkan dan menyimpan perasaan kakak pada mu dalam dalam."
"Waktu kita masih panjang, bila kita berjodoh, suatu hari kita pasti akan bersatu kembali..'
Tapi semua ini tentu tidak Andi ucap kan, dia tidak ingin Violin sulit move on darinya.
Dan terus hidup dalam kesedihan berkepanjangan..
Karena dia sendiri juga tidak tahu kapan semua ini akan berakhir.
Atau bila ada keajaiban Viona sembuh kembali, bila itu terjadi, berarti dia akan melewatkan sisa hidupnya bersama Viona, membahagiakan dia dan melupakan semua yang pernah terjadi antara dia dan Violin.
Violin berusaha tersenyum dan menahan airmatanya yang meleleh sambil mengangguk pelan.
"Lin kamu jangan terlalu bersedih, kamu coba pergi ke kulkas ambil es krim kesukaan mu.."
"Semoga itu bisa membuat malam valentine mu lebih baik dan selalu berbahagia.."
ucap Andi berusaha menghibur Violin.
Benar saja ucapan Andi membuat Violin sangat bersemangat, dia langsung berlarian keluar dari dalam kamar menuju dapur.
Bila di lihat dari HP, Andi bisa pastikan Violin masih tinggal di apartemen mereka.
Violin tidak pindah, dia tetap memilih tinggal di sana sendirian.
Di tempat Violin, Violin dengan buru buru membuka kulkas memeriksa kotak es krim.
Akhirnya sambil tersenyum senang, dia mengeluarkan sebuah plastik yang tertutup rapat, di dalam nya ada sebuah hiasan rambut yang sangat cantik berkilauan.
Violin langsung mengeluarkan isi plastik tersebut kemudian dia kenakan di kepala nya, dan sambil tertawa riang, dia berkata,
"Bagaimana kak cantik tidak.?"
Andi tersenyum dan berkata,
"Kamu pada dasarnya sudah sangat cantik, jadi apapun yang kamu kenakan pasti akan selalu terlihat pas serasi dan sangat cantik.."
Violin tersenyum bahagia dan berkata,
"Makasih ya kak, kakak selalu yang terbaik.."
Andi tersenyum pahit dan berkata.
__ADS_1
"Terbaik dalam menyakiti perasaan mu berulang kali.."
Violin menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak,.. Violin tidak pernah berpikiran seperti itu.."
"Oh ya, kak Andi sedang ada di mana ? aku tidak menganggu kakak kan ?"
"Kak Viona udah tidur ?"
tanya Violin sambil tersenyum lembut.
Andi memutar HP nya pelan pelan menyorot kesekitarnya dan berkata,
"Aku sedang di kamar mandi.. tidak kamu tidak mengganggu, sama sekali."
"Aku tadinya juga sempat ingin menghubungi mu, tapi ternyata kalah selangkah.."
ucap Andi sedikit berbohong, agar Violin senang.
Andi memang sempat berpikir demikian, tapi dia tidak punya keberanian pergi mengusik Violin, karena merasa sudah terlalu banyak bersalah dan berhutang perasaan pada gadis itu.
"Kakak mu sudah tidur, kamu tenang saja, kakak mu baik baik saja."
ucap Andi menenangkan Violin yang gugup dan sedikit takut takut.
"Kakak dan kak Viona hari ini kemana saja ?"
tanya Violin penasaran.
Andi menghela nafas sedih dan berkata,
"Aku mengajak Viona ke kantor catatan sipil, tapi dia menolak buku catatan sipil kami di cap.."
Violin mengangguk dan berkata,
"Kalau aku di posisi kakak, aku juga pasti akan melakukan hal yang sama.."
"Aku sangat mengerti jalan pikiran kakak, kak Andi tak perlu terlalu kecewa untuk hal ini..'
Andi mengangguk dan berkata,
"Setiap kali aku melihat keadaan kakak mu, hati ku rasanya hancur dan sangat sedih.."
Violin tersenyum lembut dan berkata,
"Aku tahu di dalam hati kakak selalu ada penyesalan mendalam, dan selalu merasa bersalah.."
"Itu tidak salah, itu berarti kakak sangat sayang dan mementingkan nya."
"Tapi ada satu hal yang harus ku ingatkan ke kakak, semua ini adalah pilihan kak Viona sendiri.."
"Kak Viona sendiri tahu dengan jelas, adalah dia sendiri yang memilih meninggalkan mu.."
"Aku sendiri sebagai adiknya pun sempat sangat tidak respek dan sempat membencinya.."
"Mungkin kak Andi sudah tidak ingat, tapi aku tidak pernah lupa bagaimana dia pergi mencari kakak.."
'Meminta kakak bertarung dan mengalah pada suami pilihan nya itu.."
__ADS_1
"Sehingga kakak koma dan hampir saja kehilangan nyawa.."