AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MEMASUKI ARENA


__ADS_3

"Bagaimana menurut mu ? siapa kira kira yang akan keluar sebagai pemenang..?"


tanya Dragon Wong begitu Andi berdiri di sebelahnya.


Andi melihat dengan tajam kearah arena beberapa saat kemudian Andi baru berkata,


"Yang celana merah akan jatuh di ronde ini,.."


"Tapi di ronde berikutnya, dua pasti menang.."


ucap Andi yakin.


"Mengapa kamu bisa berpendapat begitu, ?"


tanya Dragon Wong sambil menoleh kearah Andi.


Andi tersenyum dan berkata,


"Mudah saja, kamu coba perhatikan paha dan lutut si celana hitam, juga cara pengaturan nafasnya kamu akan tahu.."


"Sedangkan si celana merah, coba kamu perhatikan gerak langkahnya, dan tangan kirinya, yang selalu tersimpan jarang, bahkan hampir tidak pernah di gerakkan, selain di gunakan untuk bertahan.."


Dragon mengangguk dan mengacungkan jempol nya kearah Andi dan berkata,


"Pantas James selalu memuji mu, sangat berbakat.."


"Sekarang saya pun mengerti.."


"Tertarik tidak kapan kapan kita bertarung mengukur kemampuan.."


Andi langsung menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Ilmu ku untuk membunuh, bukan untuk di pamerkan,.sekali keluar tiada jalan untuk kembali.."


"Kecuali kamu menyakiti Sarah, bila tidak seumur hidup jangan harap aku mau bertarung dengan mu maupun James.."


"Karena kalian adalah saudara ku.."


ucap Andi tegas.


Dragon Wong menghela nafas kecewa dan berkata,


"Sayangnya Rio adalah sebuah bakpao empuk, sehingga aku tidak bisa melihat kemampuan sejati mu."


Andi tersenyum dan berkata,


"Itu berarti nasib mu, tapi bukankah saat aku melawan lhama jubah merah kamu sudah sempat melihatnya.."


Dragon mempelototi Andi dan berkata,


"Bercanda kamu, aku sedang bertarung waktu itu, mana ada waktu memperhatikan mu."


Andi pun tersenyum lebar dan berkata,


"Berdoa saja, bila suatu hari aku bangkrut, mungkin saja aku kembali kemari menjual kebolehan.."


Dragon dan Andi sama sama tertawa, saat Dragon kembali melihat kearah arena, sesuai prediksi Andi.


Akhir di ronde berikutnya, si celana merah berhasil menjatuhkan si celana hitam, dengan satu kali pukulan kearah tulang rusuk kiri lawannya.

__ADS_1


Sehingga di celana hitam langsung jatuh tersungkur tidak sanggup berdiri lagi.


Akhir wasit pun menyatakan si celana merah keluar sebagai pemenang.


Pertandingan berikutnya, adalah seorang pemuda bertubuh kurus kecil, melawan seorang pria yang over weight.


Baik tinggi maupun berat, si pemuda kurus itu kalah jauh semuanya.


Melihat hal ini Dragon kembali bertanya,


"Mumpung pertandingan belum di mulai, menurut mu siapa yang akan keluar sebagai pemenang..?"


"Pemuda kurus ceking itu atau di gendut brewok itu ?"


Andi melihat sekilas dan berkata,


"Aku menjagokan si gendut.."


"Kenapa ?"


tanya Dragon heran.


"Gak tahu feeling aja.."


ucap Andi sambil tertawa.


Dragon menatap Andi dengan curiga, lalu dia kembali mulai menonton pertandingan yang berlangsung di bawah dengan serius.


Sedangkan Andi malah, pergi dari sana masuk ke kamar mandi.


Setelah Andi pergi, si kurus ceking dengan lincah menghindar kesana kemari, berlarian mengelilingi si gendut.


Bahkan sering terlihat membungkuk, menggunakan kedua tangannya menopang lutut untuk meringankan keadaannya yang kelelahan.


Pada satu kesempatan si kurus berhasil meraih kaki si gendut, hingga berhasil membuat si gendut jatuh terjungkal ke bawah.


Di sini si gendut menjadi bulan bulanan tinju yang di lancarkan oleh si kurus ke wajahnya.


Si gendut hanya bisa menggunakan kedua lengannya yang besar untuk menutupi wajahnya dari serangan si kurus.


Si kurus yang kesulitan menyarangkan tinjunya kearah wajah si gendut.


Dia berulang kali memukuli perut si gendut yang tak terlindungi.


Hingga daging dan lemak di perut si gendut bergetar getar.


Tapi si gendut hanya bisa menahan sakit, berkeras tidak mau menurunkan tangannya menangkis serangan ke perutnya.


Diam diam si gendut memperhatikan gerak gerik si kurus lewat celah lengannya.


Saat si kurus lengah sedang fokus memukuli perutnya, berusaha membongkar pertahanan si gendut.


Tiba-tiba si gendut mengibaskan tangannya sekuat tenaga kearah wajah si kurus dengan menggunakan punggung tangan nya.


Sekali dari kiri sekali lagi dari kanan, si kurus yang kurang waspada terhajar telak wajah nya.


Pandangannya menjadi gelap sesaat.


Memanfaatkan situasi itu si gendut pun bangkit, menjatuhkan si kurus yang duduk di atas badannya.

__ADS_1


Kini dia bertukar posisi menggencet si kurus di bawah.


Lalu dengan secara bertubi tubi dia menyarangkan kedua tinjunya yang besar kearah wajah si kurus yang sedang dalam kondisi setengah sadar.


Mendapatkan hantaman keras berulang kali di wajah dan kepala nya.


Si kurus pun akhirnya keok pingsan tidak sadarkan diri.


Melihat si kurus sudah lunglai tak berdaya.


Wasit pun mengangkat tangan si gendut keatas, pertanda bahwa si gendut telah memenangkan pertandingan tersebut.


Dragon menghela nafas panjang dan berkata kepada Andi yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Malam ini tebakan mu benar semua, berjalan terlalu lancar, aku jadi khawatir.."


"Selanjutnya jadi tidak selancar yang kita kira.."


ucap Dragon was was..


Andi tersenyum tenang dan berkata,


"Itu cuma sugesti saja, sudah aku turun dulu, . mau berganti.."


"Sebentar lagi giliran ku."


ucap Andi sambil tersenyum santai.


"Pergilah hati hati.."


ucap Dragon sambil membalas senyum Andi.


Andi keluar dari ruangan tersebut, langsung menggunakan lift turun satu lantai kebawah..


Setelah keluar dari dalam lift Andi langsung menuju ruang ganti sambil membawa tasnya.


Tidak butuh waktu lama Andi sudah keluar dari ruang ganti, berdiri di koridor menuju arena.


Andi berdiri santai seorang diri tanpa pelatih tanpa pendamping menunggu hingga namanya di panggil oleh promotor menggunakan mikrophone, Andi baru berjalan santai menuju.


Arena yang di pasangi jaring kawat, Andi masuk kedalam arena dengan kepala tertunduk.


Setelah masuk kedalam arena Andi langsung menuju sudut yang sudah di tentukan.


Berdiri diam di sana dengan kepala dan wajah tertutup mantel..


Andi sengaja tidak mau membuka mantel yang menutupi seluruh tubuhnya, dari atas kepala hingga ke bawah, sebelum Rio yang di nanti nantinya tiba.


Akhirnya Nama Rio di panggil oleh promotor, tak lama kemudian munculah Rio yang bertubuh tinggi besar dan kekar.


Dia hadir tanpa mengenakan baju di temani oleh pelatih dan beberapa orang bodyguard nya, di sampingnya juga mengikuti si cantik Sexy Vivian Lim.


Begitu mereka hadir di dalam ruangan berjalan menuju arena, sepasang mata Andi yang tenang berubah jadi berapi-api.


Terus menatap tajam kearah Rio yang sedang berjalan menuju arena.


Hingga Rio masuk kedalam arena menempati sudutnya,. Andi baru melepaskan mantel yang membalut seluruh tubuhnya.


Meski Andi tidak setinggi dan sebesar Rio tubuhnya.

__ADS_1


Tapi tubuh Andi jauh lebih padat garis garis otot ditubuhnya terlihat sangat jelas dan lebih menonjol.


__ADS_2