
Andi terduduk bodoh diam seorang diri di sana.
Sebenarnya Andi di dalam hati dari awal sudah menebak ada kemungkinan besar Viona akan memilih jalan ini.
Tapi dia masih tetap menyimpan harapan, untuk memutar balik keadaan.
Dan memperbaiki semuanya dan memulai nya dari awal lagi..
Tapi kenyataannya jauh dari harapan, Andi jauh jauh hari sudah bersiap menerima apapun keputusan Viona, dia akan mendukung demi kebahagiaannya.
Tapi saat semua terjadi, dia tetap saja sulit untuk bisa menerimanya, hati dan perasaan nya benar'benar telah di hancurkan berkeping-keping oleh keputusan Viona.
Rasa sakit di hatinya, melebihi semua rasa sakit cedera luka yang pernah di deritanya selama ini.
Andi termenung dengan tatapan mata kosong dan menjerit dalam diam.
Hatinya yang hancur terus meneteskan luka berdarah, Andi sudah tidak tahu bagaimana dia akan menjalani hari-hari nya kedepannya.
Andi merasa jalan di depan nya kini suram dan gelap.
Dulu dia memiliki tujuan jelas, meski seluruh tubuh terluka, tapi dia memiliki tujuan dan rencana hidup yang sangat jelas.
Sehingga dia selalu penuh semangat menjalaninya, sehingga lukanya terasa ringan, asalkan bisa melihat Viona tersenyum, semua pengorbanan nya akan terasa pantas.
Tapi kini saat dia di tinggal pergi oleh Viona, dia bagaikan kapal kehilangan arah, seperti seorang anak kecil yang tersesat di tinggalkan kedua orang tua nya.
James dan Monica berjalan menghampiri Andi, mereka memilih duduk di sebelahnya menatapnya dengan penuh simpati.
Andi tersenyum pahit mengangkat wajahnya, menghapus dua butir airmata di pipinya dan berkata,
"Maaf aku terlihat bodoh dan pantas di tertawakan..tapi aku benar-benar tidak bisa mengontrolnya."
"Maaf telah merepotkan kalian semua, melakukan pekerjaan sia sia.."
"Aku telah menghancurkan reputasi baik kalian, dengan melibatkan kalian dalam masalah ku yang bodoh dan tidak masuk akal ini.."
"Berjuang dari awal hingga akhir, tapi yang di dapatkan adalah sebuah nol besar.."
ucap Andi sambil tertawa sedih seperti orang stress.
James menepuk bahu Andi dengan pelan dan berkata,
"Jangan terlalu bersedih, kecewa sedih boleh, tapi putus asa jangan..kamu adalah pria jadi tegar lah layaknya seorang pria.."
"Ayo bangkit dari bersemangat lah, yakinlah tuhan tidak akan menutup jalan mu, kamu adalah orang baik.."
"Orang baik pasti akan menuai hasil yang baik.."
__ADS_1
Andi menghela nafas panjang berulang ulang dengan penuh kesedihan.
James memberi kode ke Monica, agar meninggalkan Andi seorang diri.
Andi perlu privasi untuk menenangkan diri nya saat ini..
Monica mengerti dia mengangguk sebelum keluar dia berkata,
"Di.. aku di depan, bila ada perlu panggil saja, jangan terlalu banyak bergerak agar cedera mu cepat pulih.."
Andi mengangguk dan berusaha tersenyum sambil berkata,
"Terimakasih banyak Monica.."
Saat James hampir keluar dari kamar nya, Andi berkata,
"James bila ada kabar tentang dia, kapan menikah di mana lokasinya ? tolong beritahu pada sahabat bodoh mu ini.."
James menggelengkan kepalanya tapi dia tetap menjawabnya,
"Baiklah,.. tapi berjanjilah, agar baik baik merawat luka di kepala mu itu ."
Seminggu kemudian di kota J, tepatnya di kediaman keluarga Lin terjadi kehebohan, saat mereka menerima undangan pernikahan putri mereka Viona.
Karena mempelai pria yang ada di dalam kartu undangan itu bukan Andi Huo, melainkan si Rio bajingan itu.
Membaca undangan itu, kedua orang tua Viona sangat emosi dan marah, mereka langsung melemparnya ketempat sampah.
ucap mama Viona emosi.
Dia benar-benar malu dan sangat tidak enak hati dengan Andi.
Papa Viona meski tidak setuju, tapi reaksinya lebih tenang dan tidak seemosi istrinya.
"Mama tenanglah dulu, jangan terlalu emosi jaga kesehatan mu..Rina dan Dody masih kecil mereka masih membutuhkan mu.."
"Tidak bisa pa, aku harus menelpon dan memarahinya, serta mencegah pernikahan ini.."
ucap mama Viona emosi.
"Ma undangan sudah di sebar seperti ini, berarti apapun yang kita lakukan, tidak akan ada gunanya lagi.."
"Daripada mama marah marahin Viona, dan merusak kesehatan, lebih baik kita diamkan saja, dan tidak usah ikut campur."
"Viona sudah dewasa apapun keputusan nya, biarlah dia tanggung sendiri.."
"Ya pa, tapi bagaimana kita punya muka untuk bertemu dengan Andi, setelah yang dia lakukan buat keluarga kita..?"
__ADS_1
ucap mama Viona bingung.
Violin sendiri hanya duduk diam, mendengarkan perdebatan kedua orang tua nya, dia sendiri juga sangat kaget dengan keputusan kakaknya.
Meski ada rasa tidak suka, tapi dia tidak mau ikut campur, itu adalah pilihan kakaknya, kehidupan kakak nya. Dia tidak bisa terlibat terlalu jauh.
Saat ini yang sedang dia pikirkan justru adalah keadaan Andi, entah bagaimana nasib Andi di kota B, setelah mendapatkan kenyataan pahit seperti ini.
Di saat Violin sedang kalut, tiba-tiba HP nya berbunyi, dia buru-buru melihat nya.
ternyata Andi mengirim pesan untuk nya.
Violin buru buru membuka dan membaca isi pesan tersebut.
"Lin saat kamu sedang baca pesan ini, aku yakin kedua orang tua mu pasti sudah menerima undangan tersebut."
"Tolong sampaikan kepada mereka berdua, bila mereka masih anggap Andi adalah bagian dari anggota keluarga mereka.."
"Jangan pernah menyalahkan diri, jangan merasa tidak enak hati, karena kita adalah keluarga.."
"Satu hal lagi, tolong jangan menyalahkan Viona, ini bukan salahnya, ini semua adalah salah ku, tolong datang lah dan hadirilah pernikahan nya, restuilah pernikahannya dan berilah dia restu terbaik kalian, agar dia bisa hidup bahagia.."
"Di hari bahagianya, usahakan jangan membuat dia bersedih dan menangis.."
"Katakan pada ayah ibu, Andi selama nya, tetap adalah anak mereka, dan kalian tetap lah adik adik ku yang paling membanggakan.."
"Bisa bertemu kalian adalah anugrah terindah dalam hidupku, aku tidak pernah menyesal sedikit pun.."
"Aku mencintai kalian semua, dalam waktu dekat, aku akan kembali untuk menemui kalian lagi.."
Violin yang membaca pesan dari Andi, tidak bisa lagi menahan airmata nya untuk tidak menetes.
Setelah membaca pesan Andi hingga selesai, Violin menghapus airmatanya.
Kemudian berjalan menghampiri kedua orang tuanya dan berkata,
"pa ma...kak Andi barusan mengirim pesan untuk kalian.."
"Apa pesan nya..?"
tanya mama Viona cepat.
"Ini kalian baca sendiri, kak Andi tetap kak Andi selama nya tetap yang terbaik.."
ucap Violin setelah memberikan HP nya, dia langsung berlalu dari sana mengajak kedua adiknya untuk pergi tidur.
"Kini tekad Violin cuma satu, kakaknya boleh mengecewakan Andi, tapi dia tidak boleh.."
__ADS_1
"Dia akan belajar sebaik mungkin agar bisa jadi dokter hebat kelak, sehingga tidak akan mengecewakan harapan Andi padanya."
Setelah membaca pesan dari Andi, mama Viona langsung menangis tersedu-sedu dalam pelukan suaminya.